<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Surah Yasin</title>
	<atom:link href="https://yasin.idxstock.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://yasin.idxstock.com</link>
	<description>Surat Yasin Lengkap</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2026 16:51:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://yasin.idxstock.com/wp-content/uploads/2024/08/cropped-Logo-Surat-Yasin-32x32.png</url>
	<title>Surah Yasin</title>
	<link>https://yasin.idxstock.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kun Fayakun dalam Al-Qur’an: Makna Perintah dan Terjadinya Kehendak</title>
		<link>https://yasin.idxstock.com/kun-fayakun-dalam-al-quran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[abiphone.com@gmail.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 02:51:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surat Yasin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yasin.idxstock.com/?p=650</guid>

					<description><![CDATA[Frasa kun fayakūn (كُنْ فَيَكُونُ) merupakan ungkapan Al-Qur’an yang berulang kali digunakan untuk menjelaskan cara Allah mewujudkan kehendak-Nya. Secara bahasa, kun berarti “jadilah”, sementara fayakūn menunjukkan akibat langsung dari perintah tersebut. Ungkapan ini tidak dimaksudkan sebagai rangkaian kata yang bekerja secara literal, melainkan sebagai penjelasan tentang mutlaknya kehendak Allah atas segala yang ada. Dalam Al-Qur’an, ... <a title="Kun Fayakun dalam Al-Qur’an: Makna Perintah dan Terjadinya Kehendak" class="read-more" href="https://yasin.idxstock.com/kun-fayakun-dalam-al-quran/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Kun Fayakun dalam Al-Qur’an: Makna Perintah dan Terjadinya Kehendak">Baca Selengkapnya</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Frasa kun fayakūn (كُنْ فَيَكُونُ) merupakan ungkapan Al-Qur’an yang berulang kali digunakan untuk menjelaskan cara Allah mewujudkan kehendak-Nya. Secara bahasa, kun berarti “jadilah”, sementara fayakūn menunjukkan akibat langsung dari perintah tersebut. Ungkapan ini tidak dimaksudkan sebagai rangkaian kata yang bekerja secara literal, melainkan sebagai penjelasan tentang mutlaknya kehendak Allah atas segala yang ada.</p>
<p>Dalam Al-Qur’an, kunfayakun muncul dalam ayat-ayat di beberapa surah, di antaranya Al-Baqarah, Ali ‘Imran, An-Nahl, dan Yasin. Seluruh konteksnya mengarah pada satu pokok yang sama: ketika Allah menetapkan sesuatu, tidak ada proses yang membatasi dan tidak ada sebab yang menghalangi.</p>
<h2>Posisi Kun Fayakun dalam Konsep Penciptaan</h2>
<p>Salah satu redaksi al-Quran terkait kunfayakun ini adalah <a href="https://yasin.idxstock.com/" target="_blank" rel="noopener">surat Yasin</a> di ayat  82 yang menjelaskan kekuasaan mutlak Allah SWT dalam menciptakan sesuatu hanya dengan perintah-Nya, &#8220;Kun fayakun&#8221; (Jadilah, maka terjadilah)</p>
<p>Kun fayakun menjelaskan bahwa penciptaan tidak bergantung pada hukum sebab-akibat sebagaimana dipahami manusia. Allah tidak membutuhkan alat, bahan, atau tahapan waktu untuk mewujudkan sesuatu. Perintah-Nya sekaligus merupakan terjadinya kehendak itu sendiri.</p>
<p>Al-Qur’an memberikan contoh konkret melalui penciptaan Nabi Adam tanpa ayah dan ibu, serta Nabi Isa tanpa ayah. Kedua peristiwa ini tidak dimaksudkan sebagai keanehan biologis, tetapi sebagai penegasan bahwa kehendak Allah tidak tunduk pada pola umum makhluk.</p>
<p>Dengan kerangka ini, kun fayakun tidak berdiri sebagai konsep abstrak, melainkan sebagai penjelasan teologis tentang perbedaan mutlak antara kehendak Khalik dan kemampuan makhluk.</p>
<h2>Kun Fayakun dan Sunnatullah</h2>
<p>Dalam pembahasan akidah, frasa kun fayakūn sering dipahami sebagai simbol keajaiban yang terjadi seketika. Di sisi lain, umat Islam juga mengenal konsep sunnatullah, yakni ketetapan Allah yang berjalan melalui sebab, proses, dan hukum yang berulang. Keduanya kerap diposisikan berseberangan, padahal Al-Qur’an tidak pernah mempertentangkannya.</p>
<p>Kun fayakun dan sunnatullah bukan dua sistem yang saling meniadakan, melainkan dua cara berbeda Allah menjalankan kehendak-Nya sesuai hikmah yang Dia tetapkan.</p>
<h3>Kun Fayakun: Kehendak Tanpa Ketergantungan Sebab</h3>
<p>Kun fayakun menjelaskan bahwa Allah tidak terikat oleh sebab apa pun. Ketika Dia menetapkan sesuatu, tidak ada syarat yang harus terpenuhi dan tidak ada proses yang membatasi. Perintah dan terjadinya kehendak berada dalam satu kesatuan makna, bukan urutan waktu sebagaimana dipahami manusia.</p>
<p>Contoh paling jelas ditunjukkan melalui penciptaan Nabi Adam tanpa ayah dan ibu, serta kelahiran Nabi Isa tanpa ayah. Peristiwa ini tidak dimaksudkan sebagai pola umum, tetapi sebagai penegasan bahwa hukum sebab-akibat bukan penguasa kehendak Allah.</p>
<p>Di titik ini, kun fayakun berfungsi sebagai pengunci akidah: kekuasaan Allah absolut dan tidak bergantung pada mekanisme alam.</p>
<h3>Sunnatullah: Kehendak yang Berjalan Melalui Ketetapan</h3>
<p>Berbeda dengan itu, sunnatullah menjelaskan cara Allah mengatur kehidupan melalui hukum yang berulang dan dapat diamati. Api membakar, usaha melahirkan hasil, sakit memiliki sebab, dan kesembuhan datang melalui proses. Semua itu tetap kehendak Allah, tetapi dijalankan melalui pola yang konsisten.</p>
<p>Al-Qur’an banyak menyinggung sunnatullah dalam bentuk perintah berusaha, bekerja, dan mengambil sebab. Manusia diperintahkan untuk menanam agar menuai, berobat agar sembuh, dan belajar agar memahami. Ini bukan pembatasan kekuasaan Allah, melainkan bentuk rahmat-Nya agar kehidupan bisa dijalani secara tertib.</p>
<p>Dengan sunnatullah, manusia diuji melalui ikhtiar, bukan hanya menunggu hasil.</p>
<h3>Relasi Keduanya: Bukan Pilihan, Tapi Penempatan</h3>
<p>Kesalahan yang sering terjadi adalah memaksa kun fayakun bekerja di wilayah sunnatullah. Akibatnya, muncul sikap menunggu keajaiban tanpa usaha, lalu membungkusnya dengan istilah tawakal. Padahal tawakal baru sah setelah ikhtiar dijalankan.</p>
<p>Kun fayakun berlaku mutlak bagi Allah. Sunnatullah berlaku sebagai medan hidup bagi manusia. Ketika Allah berkehendak melampaui sebab, itu hak-Nya sepenuhnya. Namun ketika manusia hidup dalam sebab, itu kewajibannya sebagai hamba.</p>
<p>Di sini batasnya tegas: manusia beramal dalam sunnatullah, sementara hasil akhirnya tetap tunduk pada kun fayakun.</p>
<h2>Implikasi dalam Doa dan Amalan</h2>
<p>Dalam doa dan wiridan, pemahaman ini menjaga niat tetap lurus. Doa dibaca dengan keyakinan bahwa Allah mampu mengubah keadaan kapan pun Dia kehendaki, tetapi tanpa menuntut agar perubahan itu harus melampaui proses yang sedang berjalan.</p>
<p>Seorang hamba boleh berharap pada kun fayakun, tetapi tidak boleh mengabaikan sunnatullah. Ia berdoa sambil bekerja, memohon sambil berusaha, dan berharap sambil sadar batas dirinya.</p>
<p>Dengan kerangka ini, doa tidak berubah menjadi tuntutan, dan usaha tidak berubah menjadi kesombongan.</p>
<hr />
<p>Kun fayakun dan sunnatullah bukan dua konsep yang saling menegasikan, melainkan dua sisi dari kehendak Allah yang sama. Yang satu menegaskan kemutlakan kuasa-Nya, yang lain mengatur cara hidup hamba-Nya.</p>
<p>Memahami keduanya secara proporsional menjaga iman tetap kokoh dan amal tetap realistis. Manusia bergerak dalam sebab, berdoa dengan harap, dan menyerahkan keputusan akhir kepada Allah, tanpa memindahkan tanggung jawab hidup ke wilayah yang bukan miliknya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khasiat Ayat Kursi</title>
		<link>https://yasin.idxstock.com/khasiat-ayat-kursi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[abiphone.com@gmail.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 13:53:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Do'a]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yasin.idxstock.com/?p=638</guid>

					<description><![CDATA[Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) adalah salah satu ayat yang paling dikenal dan paling sering dibaca oleh umat Islam. Dari dulu sampai sekarang, ayat ini punya posisi istimewa. Orang-orang menyebutnya sebagai ayat penjaga, ayat pelindung, ayat yang membuat hati tenang, bahkan ada yang memandangnya sebagai “tameng gaib.” Di bawah ini adalah gambaran lengkap bagaimana Ayat ... <a title="Khasiat Ayat Kursi" class="read-more" href="https://yasin.idxstock.com/khasiat-ayat-kursi/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Khasiat Ayat Kursi">Baca Selengkapnya</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) adalah salah satu ayat yang paling dikenal dan paling sering dibaca oleh umat Islam. Dari dulu sampai sekarang, ayat ini punya posisi istimewa. Orang-orang menyebutnya sebagai ayat penjaga, ayat pelindung, ayat yang membuat hati tenang, bahkan ada yang memandangnya sebagai “tameng gaib.”</p>
<p>Di bawah ini adalah gambaran lengkap bagaimana Ayat Kursi dipahami dari masa Nabi sampai pemahaman masyarakat masa kini. Anda bisa baca <a href="https://yasin.idxstock.com/ayat-kursi-latin-dan-arab/" target="_blank" rel="noopener">Ayat Kursi dan artinya</a> sebelum melanjutkan artikel ini.</p>
<h2>1. Penjelasan Nabi Muhammad ﷺ</h2>
<p>Dari berbagai cerita yang sampai kepada kita, Nabi pernah menyebut Ayat Kursi sebagai ayat paling agung dalam Al-Qur’an. Ada sahabat yang ditanya Nabi, “Ayat apa yang paling agung?” dan jawabannya adalah Ayat Kursi. Nabi membenarkan.</p>
<p>Ada juga cerita terkenal tentang Abu Hurairah yang didatangi “tamu misterius” saat menjaga gudang zakat. Tamu itu memberi tahu bahwa kalau seseorang membaca Ayat Kursi sebelum tidur, maka ia akan dijaga sampai pagi dan setan tak akan mendekat. Nabi membenarkan cerita itu.</p>
<p>Karena itu, banyak umat Islam membaca Ayat Kursi:</p>
<ul>
<li>setelah shalat</li>
<li>sebelum tidur</li>
<li>saat ingin perlindungan</li>
<li>saat merasa tidak tenang</li>
</ul>
<p>Pewarisan ini datang langsung dari masa Nabi.</p>
<h2>2. Kisah Para Sahabat &amp; Ulama Zaman Awal</h2>
<p>Para sahabat seperti Ubay bin Ka‘b, Ali bin Abi Thalib, dan Ibn Mas‘ud sangat memuliakan ayat ini. Mereka menganggapnya sebagai ayat yang penuh kekuatan, terutama karena isinya sangat menekankan kebesaran Allah.</p>
<p>Ulama-ulama tafsir klasik seperti Ibnu Katsir, al-Qurtubi, dan Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa Ayat Kursi memuat sifat-sifat Allah yang sangat lengkap—tentang hidupnya Allah, kekuasaan-Nya, ilmu-Nya, penjagaan-Nya. Karena isi ayatnya “berat,” maka efeknya dalam kehidupan rohani seseorang juga dianggap kuat.</p>
<p>Banyak ulama mengatakan ayat ini dibaca saat meruqyah, menguatkan hati, menenangkan batin, sampai menjaga seseorang dari hal-hal buruk yang tidak terlihat.</p>
<h2>3. Resepsi Masyarakat Muslim di Berbagai Daerah</h2>
<p>Seiring waktu, Ayat Kursi menyebar ke seluruh penjuru dunia. Karena itu cara orang memperlakukan Ayat Kursi pun beragam, dipengaruhi budaya dan kebiasaan setempat.</p>
<p>Berikut gambaran umum bagaimana masyarakat memakainya:</p>
<h3>A. Dalam kehidupan sehari-hari</h3>
<p>Dibaca setelah shalat</p>
<p>Untuk menambah berkah dan perlindungan diri.</p>
<p>Dibaca sebelum tidur</p>
<p>Sebagian orang merasa tidur lebih nyenyak dan tidak mimpi buruk.</p>
<p>Dibaca sebelum keluar rumah atau melakukan perjalanan</p>
<p>Ada yang merasa perjalanan lebih aman.</p>
<p>Dibaca ketika rumah terasa “sepi” atau “kurang nyaman”</p>
<p>Banyak orang mengakui merasa lebih tenteram setelah membacanya.</p>
<p>Dipajang di rumah, toko, mobil, atau tempat kerja</p>
<p>Bentuknya bisa berupa kaligrafi, stiker, ukiran kayu—lebih sebagai pengingat bahwa ini tempat yang mengingat Allah.</p>
<h3>B. Dalam konteks pengobatan &amp; spiritual</h3>
<p>Ruqyah</p>
<p>Banyak masyarakat meyakini Ayat Kursi ampuh untuk mengatasi gangguan gaib, kesurupan, atau takut yang berlebihan. Biasanya dibacakan oleh tokoh agama atau dibaca sendiri.</p>
<p>Menjaga bayi atau anak kecil</p>
<p>Di beberapa daerah, ayat ini dibacakan pada bayi agar tidak diganggu hal-hal halus atau supaya tidur nyenyak.</p>
<p>Menenangkan pasien yang resah atau sedang dalam masalah berat</p>
<p>Keluarga sering membacakan atau menemani membaca ayat ini untuk memberi ketenangan.</p>
<h3>C. Resepsi yang bersifat tradisi budaya atau “warisan dari orang tua”</h3>
<p>Dibaca sebelum membuka usaha atau pintu toko</p>
<p>Banyak pedagang Indonesia percaya Ayat Kursi membawa keberkahan rezeki dan menjauhkan niat jahat orang.</p>
<p>Dibaca saat memasuki rumah baru</p>
<p>Biasanya bersama surat al-Baqarah untuk membuat rumah terasa “hidup” dan “bersih secara batin.”</p>
<p>Dibaca saat sedang sendirian di tempat sepi</p>
<p>Masyarakat menganggap ayat ini memberi keberanian.</p>
<h3>D. Resepsi mistis &amp; supranatural di kalangan masyarakat tertentu</h3>
<p>Ini bagian yang sering berkembang dalam budaya setempat. Tidak menggambarkan ajaran baku, tapi bentuk kepercayaan rakyat yang tumbuh dari pengalaman turun-temurun.</p>
<p>Ditulis di kertas sebagai penolak gangguan<br />
Ada yang menaruh tulisan Ayat Kursi di pintu, jendela, atau langit-langit kamar untuk “menghalangi makhluk halus.”</p>
<p>Digunakan dalam ritual tradisional tertentu<br />
Misalnya: “pagar rumah empat penjuru,” mandi dengan air yang sudah dibacakan ayat, atau menjaga sawah dari gangguan yang dianggap gaib.</p>
<p>Dimasukkan dalam jimat atau rajah<br />
Beberapa masyarakat tradisional menulis ayat ini dalam bentuk segi empat, segi delapan, atau pola tertentu sebagai simbol perlindungan.</p>
<p>Diyakini membuat seseorang tidak mudah “dilihat” oleh makhluk gaib<br />
Ada masyarakat yang percaya orang yang membaca ayat ini “tidak tampak” bagi makhluk halus tertentu.</p>
<p>Dianggap penangkal tempat angker<br />
Jika seseorang lewat di tempat yang dianggap wingit atau keramat, ia membaca Ayat Kursi untuk merasa aman.</p>
<p>Dipakai tokoh-tokoh spiritual lokal<br />
Dukun putih, ahli pengobatan tradisional, atau pawang sering menggunakan Ayat Kursi dalam praktik mereka untuk menenangkan pasien atau memberi kekuatan “batin.”</p>
<p>Semua ini merupakan cara masyarakat memahami hubungan antara ayat tersebut dengan dunia yang “tidak terlihat.”</p>
<h2> 4. Benang Merah Persepsi Masyarakat</h2>
<p>Jika ditarik garis besar, Ayat Kursi dipandang masyarakat sebagai:</p>
<ul>
<li>ayat pelindung</li>
<li>ayat penenangkan</li>
<li>ayat penjaga rumah</li>
<li>ayat pengusir hal-hal gaib</li>
<li>ayat yang menguatkan hati</li>
<li>ayat pembawa keberkahan</li>
<li>ayat yang terasa punya “energi kebaikan”</li>
</ul>
<p>Terlepas dari keragamannya, satu hal yang umum: Ayat Kursi dianggap ayat yang membuat seseorang merasa berada dalam penjagaan dan pengawasan Tuhan.</p>
<hr />
<p>Dari masa Nabi sampai masyarakat Indonesia modern, <a href="https://yasin.idxstock.com/ayat-kursi-latin-dan-arab/" target="_blank" rel="noopener">al Baqarah 255</a> atau Ayat Kursi bukan hanya dibaca sebagai bagian dari ibadah, tapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, budaya, bahkan dimensi spiritual dan mistis.</p>
<p>Ayatul kursi hadir dalam banyak situasi—dari kamar tidur sampai pintu toko, dari tempat angker sampai ruang rawat pasien, dari majelis dzikir sampai tradisi kampung.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asmaul Husna Latin dan Artinya Lengkap 99</title>
		<link>https://yasin.idxstock.com/asmaul-husna-latin-dan-artinya-lengkap-99/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[abiphone.com@gmail.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 14:28:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Do'a]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yasin.idxstock.com/?p=626</guid>

					<description><![CDATA[Asmaul Husna latin dan artinya lengkap 99 secara urut mulai Ar-Rahman sampai Ash-Shabur. Asmaul Husna bukan hanya deretan nama indah milik Allah, tetapi juga pintu bagi setiap hamba untuk mengenal Tuhannya dengan lebih dekat. Rasulullah ﷺ pernah menegaskan dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim bahwa Allah memiliki 99 nama terbaik, dan siapa pun yang “menghafal ... <a title="Asmaul Husna Latin dan Artinya Lengkap 99" class="read-more" href="https://yasin.idxstock.com/asmaul-husna-latin-dan-artinya-lengkap-99/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Asmaul Husna Latin dan Artinya Lengkap 99">Baca Selengkapnya</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Asmaul Husna latin dan artinya lengkap 99 secara urut mulai Ar-Rahman sampai Ash-Shabur.</p>
<hr />
<p>Asmaul Husna bukan hanya deretan nama indah milik Allah, tetapi juga pintu bagi setiap hamba untuk mengenal Tuhannya dengan lebih dekat. Rasulullah ﷺ pernah menegaskan dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim bahwa Allah memiliki 99 nama terbaik, dan siapa pun yang “menghafal dan menghayatinya” akan meraih kemuliaan besar.</p>
<p>Al-Qur’an pun menguatkan hal ini dalam Surah Al-A‘raf ayat 180 yang menyebutkan bahwa kita dianjurkan untuk berdoa dengan nama-nama Allah. Karena itu, wajar bila banyak doa yang kita baca selalu dimulai dengan Yâ Rahmân, Yâ Rahîm, Yâ Latîf, Yâ Razzâq, dan nama-nama lain yang maknanya penuh harapan.</p>
<p>Para ulama sejak dahulu menjadikan Asmaul Husna sebagai wirid harian. Ada yang membacanya setelah Maghrib, ada yang menjadikannya doa khusus saat menghadapi kesulitan, dan ada pula yang merangkai nadham Asmaul Husna agar mudah dilantunkan bersama jamaah. Mereka percaya, setiap nama Allah membawa “pintu kebaikan” yang berbeda, dan menyebutnya adalah salah satu bentuk tawassul yang paling lembut dan paling dekat kepada Allah.</p>
<h2>99 Asmaul Husna Latin dan Artinya</h2>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-631 size-full" src="https://yasin.idxstock.com/wp-content/uploads/2025/12/Asmaul-Husna-latin-dan-artinya-lengkap-99-1.png" alt="Asmaul Husna latin dan artinya lengkap 99" width="1000" height="1500" srcset="https://yasin.idxstock.com/wp-content/uploads/2025/12/Asmaul-Husna-latin-dan-artinya-lengkap-99-1.png 1000w, https://yasin.idxstock.com/wp-content/uploads/2025/12/Asmaul-Husna-latin-dan-artinya-lengkap-99-1-200x300.png 200w, https://yasin.idxstock.com/wp-content/uploads/2025/12/Asmaul-Husna-latin-dan-artinya-lengkap-99-1-683x1024.png 683w, https://yasin.idxstock.com/wp-content/uploads/2025/12/Asmaul-Husna-latin-dan-artinya-lengkap-99-1-768x1152.png 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Dalam halaman ini, Anda dapat membaca Asmaul Husna latin dan artinya lengkap 99 yang disajikan dengan tampilan yang runtut dan rapi agar mudah dipelajari, dihafal, dan diamalkan.</p>
<blockquote><p>1. Ar-Rahmân</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pengasih</em>.</p>
<blockquote><p>2. Ar-Rahîm</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Penyayang</em>.</p>
<blockquote><p>3. Al-Malik</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Merajai</em>.</p>
<blockquote><p>4. Al-Quddûs</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Mahasuci</em>.</p>
<blockquote><p>5. As-Salâm</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Memberi Kesejahteraan</em>.</p>
<blockquote><p>6. Al-Mu’min</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Memberi Keamanan</em>.</p>
<blockquote><p>7. Al-Muhaimin</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Memelihara</em>.</p>
<blockquote><p>8. Al-‘Azîz</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Perkasa</em>.</p>
<blockquote><p>9. Al-Jabbâr</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Memaksa</em>.</p>
<blockquote><p>10. Al-Mutakabbir</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Megah</em>.</p>
<blockquote><p>11. Al-Khâliq</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pencipta</em>.</p>
<blockquote><p>12. Al-Bâri’</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Melepaskan</em>.</p>
<blockquote><p>13. Al-Mushawwir</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Membentuk Rupa</em>.</p>
<blockquote><p>14. Al-Ghaffâr</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pengampun</em>.</p>
<blockquote><p>15. Al-Qahhâr</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Memaksa</em>.</p>
<blockquote><p>16. Al-Wahhâb</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pemberi Karunia</em>.</p>
<blockquote><p>17. Ar-Razzâq</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pemberi Rezeki</em>.</p>
<blockquote><p>18. Al-Fattâh</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Membuka Rahmat</em>.</p>
<blockquote><p>19. Al-‘Alîm</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mengetahui</em>.</p>
<blockquote><p>20. Al-Qâbid</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Menyempitkan</em>.</p>
<blockquote><p>21. Al-Bâsit</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Melapangkan</em>.</p>
<blockquote><p>22. Al-Khâfid</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Merendahkan</em>.</p>
<blockquote><p>23. Ar-Râfi‘</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Meninggikan</em>.</p>
<blockquote><p>24. Al-Mu‘izz</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Memuliakan</em>.</p>
<blockquote><p>25. Al-Mudhill</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Menghinakan</em>.</p>
<blockquote><p>26. As-Samî‘</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mendengar</em>.</p>
<blockquote><p>27. Al-Bashîr</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Melihat</em>.</p>
<blockquote><p>28. Al-Hakam</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Menetapkan</em>.</p>
<blockquote><p>29. Al-‘Adl</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Adil</em>.</p>
<blockquote><p>30. Al-Lathîf</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Lembut</em>.</p>
<blockquote><p>31. Al-Khabîr</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mengetahui Rahasia</em>.</p>
<blockquote><p>32. Al-Halîm</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Penyantun</em>.</p>
<blockquote><p>33. Al-‘Azhîm</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Agung</em>.</p>
<blockquote><p>34. Al-Ghafûr</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pengampun</em>.</p>
<blockquote><p>35. Asy-Syakûr</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Menghargai</em>.</p>
<blockquote><p>36. Al-‘Aliyy</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Tinggi</em>.</p>
<blockquote><p>37. Al-Kabîr</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Besar</em>.</p>
<blockquote><p>38. Al-Hafîzh</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Menjaga</em>.</p>
<blockquote><p>39. Al-Muqît</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pemberi Kecukupan</em>.</p>
<blockquote><p>40. Al-Hasîb</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Membuat Perhitungan</em>.</p>
<blockquote><p>41. Al-Jalîl</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mulia</em>.</p>
<blockquote><p>42. Al-Karîm</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pemurah</em>.</p>
<blockquote><p>43. Ar-Raqîb</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mengawasi</em>.</p>
<blockquote><p>44. Al-Mujîb</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mengabulkan</em>.</p>
<blockquote><p>45. Al-Wâsi‘</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Luas</em>.</p>
<blockquote><p>46. Al-Hakîm</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Bijaksana</em>.</p>
<blockquote><p>47. Al-Wadûd</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pencinta</em>.</p>
<blockquote><p>48. Al-Majîd</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mulia</em>.</p>
<blockquote><p>49. Al-Bâ‘its</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Membangkitkan</em>.</p>
<blockquote><p>50. Asy-Syahîd</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Menyaksikan</em>.</p>
<blockquote><p>51. Al-Haqq</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Benar</em>.</p>
<blockquote><p>52. Al-Wakîl</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Memelihara</em>.</p>
<blockquote><p>53. Al-Qawiyy</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Kuat</em>.</p>
<blockquote><p>54. Al-Matîn</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Kokoh</em>.</p>
<blockquote><p>55. Al-Waliyy</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Melindungi</em>.</p>
<blockquote><p>56. Al-Hamîd</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Terpuji</em>.</p>
<blockquote><p>57. Al-Muhshî</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mengalkulasi</em>.</p>
<blockquote><p>58. Al-Mubdi‘</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Memulai</em>.</p>
<blockquote><p>59. Al-Mu‘îd</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mengembalikan</em>.</p>
<blockquote><p>60. Al-Muhyî</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Menghidupkan</em>.</p>
<blockquote><p>61. Al-Mumît</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mematikan</em>.</p>
<blockquote><p>62. Al-Hayy</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Hidup</em>.</p>
<blockquote><p>63. Al-Qayyûm</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mandiri</em>.</p>
<blockquote><p>64. Al-Wâjid</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Penemu</em>.</p>
<blockquote><p>65. Al-Mâjid</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mulia</em>.</p>
<blockquote><p>66. Al-Wâhid</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Tunggal</em>.</p>
<blockquote><p>67. Al-Ahad</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Esa</em>.</p>
<blockquote><p>68. As-Shamad</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Dibutuhkan</em>.</p>
<blockquote><p>69. Al-Qâdir</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Menentukan</em>.</p>
<blockquote><p>70. Al-Muqtadir</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Berkuasa</em>.</p>
<blockquote><p>71. Al-Muqaddim</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mendahulukan</em>.</p>
<blockquote><p>72. Al-Mu’akhkhir</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mengakhirkan</em>.</p>
<blockquote><p>73. Al-Awwal</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Awal</em>.</p>
<blockquote><p>74. Al-Âkhir</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Akhir</em>.</p>
<blockquote><p>75. Adh-Dhâhir</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Nyata</em>.</p>
<blockquote><p>76. Al-Bâthin</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Ghaib</em>.</p>
<blockquote><p>77. Al-Wâlî</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Memerintah</em>.</p>
<blockquote><p>78. Al-Muta‘âlî</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Tinggi</em>.</p>
<blockquote><p>79. Al-Barr</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Penderma</em>.</p>
<blockquote><p>80. At-Tawwâb</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Penerima Tobat</em>.</p>
<blockquote><p>81. Al-Muntaqim</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Penuntut Balas</em>.</p>
<blockquote><p>82. Al-‘Afuww</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pemaaf</em>.</p>
<blockquote><p>83. Ar-Ra’ûf</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pengasih</em>.</p>
<blockquote><p>84. Mâlikul-Mulk</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Penguasa Kerajaan</em>.</p>
<blockquote><p>85. Dzul-Jalâli wal-Ikrâm</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan</em>.</p>
<blockquote><p>86. Al-Muqsith</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Adil</em>.</p>
<blockquote><p>87. Al-Jâmi‘</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mengumpulkan</em>.</p>
<blockquote><p>88. Al-Ghaniyy</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Berkecukupan</em>.</p>
<blockquote><p>89. Al-Mughnî</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Memberi Kekayaan</em>.</p>
<blockquote><p>90. Al-Mâni‘</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Mencegah</em>.</p>
<blockquote><p>91. Adh-Dhârr</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Memberi Derita</em>.</p>
<blockquote><p>92. An-Nâfi‘</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Memberi Manfaat</em>.</p>
<blockquote><p>93. An-Nûr</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Bercahaya</em>.</p>
<blockquote><p>94. Al-Hâdî</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pemberi Petunjuk</em>.</p>
<blockquote><p>95. Al-Badî‘</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pencipta</em>.</p>
<blockquote><p>96. Al-Bâqî</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Kekal</em>.</p>
<blockquote><p>97. Al-Wârith</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pewaris</em>.</p>
<blockquote><p>98. Ar-Rasyîd</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Pandai</em>.</p>
<blockquote><p>99. As-Shabûr</p></blockquote>
<p>Artinya: <em>Yang Maha Sabar</em>.</p>
<p>Demikian rangkaian lengkap 99 Asmaul Husna latin dan artinya. Semoga penyajian ini membantu Anda lebih akrab dengan nama-nama Allah, tidak hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pegangan dalam hidup sehari-hari.</p>
<p>Setiap kali kita menyebut Yâ Ghafûr, kita sedang memohon ampunan.</p>
<p>Saat melantunkan Yâ Razzâq, kita sedang meminta kelapangan rezeki.</p>
<p>Ketika mengucap Yâ Latîf, kita sedang berharap kelembutan-Nya hadir dalam urusan kita.</p>
<h2>Asmaul Husna Bismillahi Bada&#8217;na</h2>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://i.pinimg.com/736x/81/54/47/815447ee2c5698367df1cc57061bfd8b.jpg" alt="Asmaul Husna Bismillahi Bada'na" width="720" height="1336" /></p>
<p data-start="121" data-end="438">Di banyak lembaga pendidikan saat ini—terutama sekolah-sekolah Islam—bacaan <em data-start="197" data-end="211">Asmaul Husna</em> sering dibacakan bersama setiap pagi. Salah satu yang paling populer adalah versi <strong data-start="294" data-end="331">“Asmaul Husna Bismillahi Bada’na”</strong>, karena iramanya lembut, mudah diikuti, dan membuat anak-anak merasa lebih bersemangat untuk memulai hari.</p>
<p data-start="440" data-end="829">Lantunan Asmaul Husna ini bukan hanya menambah kekhidmatan suasana kelas, tetapi juga membantu siswa membangun <strong data-start="551" data-end="565">kekompakan</strong>. Ketika mereka membaca bersama-sama, ritme dan suara yang menyatu menciptakan kebiasaan positif yang mudah diingat. Selain itu, metode ini terbukti mempermudah <strong data-start="726" data-end="737">hafalan</strong>, karena nada yang teratur membuat nama-nama Allah lebih cepat melekat di ingatan anak-anak.</p>
<p data-start="831" data-end="981">Dengan cara inilah Asmaul Husna tidak hanya menjadi bacaan harian, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar yang menyenangkan dan penuh makna.</p>
<p>Begitulah para ulama mengajarkan: Asmaul Husna bukan sekadar bacaan indah, tetapi cara seorang hamba mengetuk pintu kebaikan Allah dengan penuh harap.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Do&#8217;a Lengkap</title>
		<link>https://yasin.idxstock.com/kumpulan-doa-lengkap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[abiphone.com@gmail.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 17:13:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Do'a]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yasin.idxstock.com/?p=619</guid>

					<description><![CDATA[Kumpulan do&#8217;a lengkap dengan teks Arab, latin dan artinya. Tidak hanya itu, di sini juga Anda bisa menemukan penjelasannya. Dalam keseharian kita, doa bukan hanya rangkaian kata yang dibaca, tetapi juga cara kita menjaga hati tetap terhubung dengan Allah. Karena itu, memiliki kumpulan doa lengkap—mulai dari doa bangun tidur, doa memulai aktivitas, hingga doa sebelum ... <a title="Kumpulan Do&#8217;a Lengkap" class="read-more" href="https://yasin.idxstock.com/kumpulan-doa-lengkap/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Kumpulan Do&#8217;a Lengkap">Baca Selengkapnya</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kumpulan do&#8217;a lengkap dengan teks Arab, latin dan artinya. Tidak hanya itu, di sini juga Anda bisa menemukan penjelasannya.</p>
<hr />
<p>Dalam keseharian kita, doa bukan hanya rangkaian kata yang dibaca, tetapi juga cara kita menjaga hati tetap terhubung dengan Allah. Karena itu, memiliki kumpulan doa lengkap—mulai dari doa bangun tidur, doa memulai aktivitas, hingga doa sebelum kembali beristirahat—akan sangat membantu menjalani hari dengan lebih tenang dan terarah.</p>
<p>Selain doa rutinitas harian, tersedia juga doa-doa untuk kondisi tertentu, seperti ketika menghadapi masalah, mencari ketenangan, meminta perlindungan, atau bersyukur atas nikmat.</p>
<p>Dengan memahami dan membiasakan diri membaca kumpulan doa-doa ini, kita bisa menjadikan setiap peristiwa sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.<br />
<!-- 1. Doa Sebelum Tidur --></p>
<h2>1. Doa Sebelum Tidur</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Bismika-llaahumma amuutu wa ahyaa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Dengan Nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.</p>
<hr />
<p><!-- 2. Doa Bangun Tidur --></p>
<h2>2. Doa Bangun Tidur</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba&#8217;da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangitkan.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 11/113, Muslim 4/2083.</p>
<hr />
<p><!-- 3. Doa Ketika Mengenakan Pakaian --></p>
<h2>3. Doa Ketika Mengenakan Pakaian</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَـٰذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Alhamdulillaahil-ladzii kasaanii haadzats-tsauba wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dariNya tanpa daya dan kekuatan dariku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai, lihat kitab Irwa&#8217;ul Ghalil 7/47.</p>
<hr />
<p><!-- 4. Doa Ketika Mengenakan Pakaian Baru --></p>
<h2>4. Doa Ketika Mengenakan Pakaian Baru</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma lakal hamdu anta kasautaniihi, as-aluka min khoirihi wa khoiri maa shuni&#8217;a lahu, wa a&#8217;uudzu bika min syarrihi wa syarri maa shuni&#8217;a lah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, hanya milikMu segala puji, Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepadaMu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan yang ia diciptakan karenanya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatannya dan kejahatan yang ia diciptakan karenanya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Al-Baghawi dan lihat Mukhtashar Syamaailit Tirmidzi, halaman 47.</p>
<hr />
<p><!-- 5. Doa Kepada Orang yang Mengenakan Pakaian Baru 1 --></p>
<h2>5. Doa Kepada Orang yang Mengenakan Pakaian Baru 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">تُبْلِي وَيُخْلِفُ اللَّهُ تَعَالَى</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Tublii wa yukhlifullaahu ta&#8217;aalaa</em><br />
<strong>Arti:</strong> Kenakanlah sampai lusuh, semoga Allah ta&#8217;ala memberikan gantinya kepadamu.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Daud 4/41 dan lihat pula Shahih Abi Dawud, 2/760.</p>
<hr />
<p><!-- 6. Doa Kepada Orang yang Mengenakan Pakaian Baru 2 --></p>
<h2>6. Doa Kepada Orang yang Mengenakan Pakaian Baru 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اِلْبَسْ جَدِيْدًا، وَعِشْ حَمِيْدًا، وَمُتْ شَهِيْدًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Ilbas jadiidan, wa &#8216;isy hamiidan, wa mut syahiidan.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Berpakaianlah yang baru, hiduplah dengan terpuji dan matilah dalam keadaan syahid.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ibnu Majah 2/1178, Al-Baghawi 12/41 dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/275.</p>
<hr />
<p><!-- 7. Doa Ketika Melepas atau Meletakkan Pakaian --></p>
<h2>7. Doa Ketika Melepas atau Meletakkan Pakaian</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بِسْمِ اللَّهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Bismillaah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Dengan nama Allah (aku meletakkan baju).<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. At-Tirmidzi 2/505 dan Imam yang lain. Lihat Irwa&#8217;ul Ghalil, 49 dan Shahihul Jami&#8217; 3/203.</p>
<hr />
<p><!-- 8. Doa Masuk WC atau Kamar Mandi --></p>
<h2>8. Doa Masuk WC atau Kamar Mandi</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">(بِسْمِ اللَّهِ) اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>(Bismillaah) Allaahumma innii a&#8217;uudzu bika minal khubutsi wal khobaa-its.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari godaan setan laki-laki dan perempuan.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Al-Bukhari 1/45 dan Muslim 1/283. Sedang tambahan bismillaah pada permulaan hadits, menurut riwayat Said bin Manshur. Lihat Fathul Baari 1/244.</p>
<hr />
<p><!-- 9. Doa Keluar dari WC atau Kamar Mandi --></p>
<h2>9. Doa Keluar dari WC atau Kamar Mandi</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">غُفْرَانَكَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Ghufroonak.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Aku minta ampun kepadaMu.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai yang meriwayatkan dalam &#8216;Amalul Yaumi wal Lailah, lihat Takhrij Zaadul Ma&#8217;aad 2/387.</p>
<hr />
<p><!-- 10. Doa Sebelum Wudhu --></p>
<h2>10. Doa Sebelum Wudhu</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بِسْمِ اللَّهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Bismillaah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Dengan nama Allah (aku berwudhu).<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Irwa&#8217;ul Ghalil 1/122.</p>
<hr />
<p><!-- 11. Doa Setelah Wudhu 1 --></p>
<h2>11. Doa Setelah Wudhu 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan &#8216;abduhu wa rosuuluh.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Aku bersaksi, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 1/209.</p>
<hr />
<p><!-- 12. Doa Setelah Wudhu 2 --></p>
<h2>12. Doa Setelah Wudhu 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahummaj &#8216;alnii minat-tawwaabiina waj &#8216;alnii minal mutathohhiriin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. At-Tirmidzi 1/78, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 1/18.</p>
<hr />
<p><!-- 13. Doa Setelah Wudhu 3 --></p>
<h2>13. Doa Setelah Wudhu 3</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. An-Nasai dalam &#8216;Amalul Yaumi wal Lailah, halaman 173 dan lihat Irwa&#8217;ul Ghalil, 1/135 dan 2/94.</p>
<hr />
<p><!-- 14. Doa Ketika Keluar Rumah 1 --></p>
<h2>14. Doa Ketika Keluar Rumah 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Bismillaah, tawakkaltu &#8216;alallaah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426.</p>
<hr />
<p><!-- 15. Doa Ketika Keluar Rumah 2 --></p>
<h2>15. Doa Ketika Keluar Rumah 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii a&#8217;uudzu bika an adhilla au udholla, au azilla au uzalla, au azhlima au uzhlama, au ajhala au yujhala &#8216;alayya.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (setan atau orang yang berwatak setan), berbuat kesalahan atau disalahi, menganiaya atau dianiaya (orang), dan berbuat bodoh atau dibodohi.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Dawud 5094, Nasai 5486, Ibnu Majah 3884</p>
<hr />
<p><!-- 16. Doa Masuk Rumah Ketika Kosong atau Sepi --></p>
<h2>16. Doa Masuk Rumah Ketika Kosong atau Sepi</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>As-salaamu &#8216;alainaa wa &#8216;alaa &#8216;ibaadillaahish-shoolihiin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Semoga keselamatan atas kami dan hamba-hamba Allah yang shalih.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod 806/1055. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Al Fath, 11: 17.</p>
<hr />
<p><!-- 17. Doa Ketika Pergi Ke Masjid --></p>
<h2>17. Doa Ketika Pergi Ke Masjid</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا، وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ فِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ فِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا، وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا، وَمِنْ تَحْتِيْ نُوْرًا، اَللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ نُوْرًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahummaj&#8217;al fii qolbii nuuron, wa fii lisaanii nuuron, waj&#8217;al fii sam&#8217;ii nuuron, waj&#8217;al fii bashorii nuuron, waj&#8217;al min kholfii nuuron, wa min amaamii nuuron, waj&#8217;al min fauqii nuuron, wa min tahtii nuuron, allaahumma a&#8217;thinii nuuron.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, jadikanlahlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari belakangku, cahaya dari hadapanku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku. Ya Allah, berilah aku cahaya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim no. 763 (191) Syarah Muslim V/51 dan lafal hadits menurut riwayatnya. Diriwayatkan juga oleh Al-Bukhari/Fat-hul Baari XI/116, banyak tambahan di dalamnya.</p>
<hr />
<p><!-- 18. Doa Masuk Masjid --></p>
<h2>18. Doa Masuk Masjid</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">أَعُوْذُ بِاللَّهِ الْعَظِيْمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، (بِسْمِ اللَّهِ، وَالصَّلاَةُ) (وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ) اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>A&#8217;uudzu billaahil &#8216;azhiim, wa biwajhihil kariim, wa sulthoonihil qodiim, minasy-syaithoonir-rojiim, (bismillaah, wash-sholaaatu) (was-salaamu &#8216;alaa rosuulillaah) allaahummaftah lii abwaaba rohmatik.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajahNya Yang Mulia dan kekuasaanNya yang abadi, dari setan yang terkutuk [1] Dengan nama Allah dan semoga shalawat [2] dan salam tercurahkan kepada Rasulullah [3] Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmatMu untukku [4].<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 1/494.</p>
<hr />
<p><!-- 19. Doa Keluar Masjid --></p>
<h2>19. Doa Keluar Masjid</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بِسْمِ اللَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ، اَللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Bismillaahi wash-sholaatu was-salaamu &#8216;alaa rosuulillaah, allaahumma innii as-aluka min fadhlika, allaahumma&#8217;shimnii minasy-syaithoonir-rojiim.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Dengan nama Allah, semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepadaMu dari karuniaMu. Ya Allah, peliharalah aku dari godaan setan yang terkutuk.<br />
<strong>Keterangan:</strong> Tambahan: Allaahumma&#8217;shimni minasy syai-thaanir rajim, adalah riwayat Ibnu Majah. Lihat Shahih Ibnu Majah 129.</p>
<hr />
<h2>20. Doa Ketika Mendengarkan Adzan</h2>
<p>Teks Arab:</p>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ</p>
<p>Latin:<br />
Allāhumma rabba hādhihid-da‘wati at-tāmmati, waṣ-ṣalāti al-qā’imah, āti Muḥammadan al-wasīlata wal-faḍīlah, wab‘ath-hu maqāman maḥmūdan allażī wa‘adtah.</p>
<p>Arti:<br />
“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad kedudukan wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada maqam terpuji yang telah Engkau janjikan.”</p>
<p>Keterangan:<br />
HR. Al-Bukhari 1/152 dan Muslim 1/288.</p>
<hr />
<p><!-- 21. Doa Setelah Adzan --></p>
<h2>21. Doa Setelah Adzan</h2>
<p>sama no 20</p>
<hr />
<p><!-- 22. Doa Sebelum Makan --></p>
<h2>22. Doa Sebelum Makan</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بِسْمِ اللَّهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Bismillaah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Dengan nama Allah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022.</p>
<hr />
<p><!-- 23. Ketika Lupa Membaca Doa Sebelum Makan --></p>
<h2>23. Ketika Lupa Membaca Doa Sebelum Makan</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بِسْمِ اللَّهِ فِيْ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Tirmidzi no. 1858, Abu Daud no. 3767 dan Ibnu Majah no. 3264. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.</p>
<hr />
<p><!-- 24. Doa Ketika Diberi Rizki Berupa Makanan --></p>
<h2>24. Doa Ketika Diberi Rizki Berupa Makanan</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ، وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma baarik lanaa fiihi, wa ath&#8217;imnaa khoiron minhu.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, berkahilah kami dengan makanan ini, dan berilah kami makan yang lebih baik darinya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Tirmidzi no. 3455, Abu Daud no. 3730, Ibnu Majah no. 3322. At Tirmidzi</p>
<hr />
<p><!-- 25. Doa Ketika Minum Susu --></p>
<h2>25. Doa Ketika Minum Susu</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ، وَزِدْنَا مِنْهُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma baarik lanaa fiihi, wa zidnaa minhu.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, berkahilah kami padanya, dan tambahkanlah kepada kami darinya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Tirmidzi no. 3455, Abu Daud no. 3730, Ibnu Majah no. 3322. At Tirmidzi.</p>
<hr />
<p><!-- 26. Doa Setelah Makan 1 --></p>
<h2>26. Doa Setelah Makan 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنِيْ هَـٰذَا وَرَزَقَنِيْهِ، مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Alhamdulillaahil-ladzii ath&#8217;amanii haadzaa wa rozaqoniihi, min ghoiri haulin minnii wa laa quwwah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan memberi rezeki kepadaku, tanpa daya dan kekuatan dariku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Daud no. 4043, Tirmidzi no. 3458, Ibnu Majah no. 3285 dan Ahmad 3: 439. Imam Tirmidzi, Ibnu Hajar dan ulama lainnya menghasankan hadits ini sebagaimana disetujui oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali dalam Bahjatun Nazhirin, 2: 50.</p>
<hr />
<p><!-- 27. Doa Setelah Makan 2 --></p>
<h2>27. Doa Setelah Makan 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، غَيْرَ (مَكْفِيٍّ وَلاَ) مُوَدَّعٍ، وَلاَ مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Alhamdulillaahi hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiih, ghoiro (makfiyyin wa laa) muwadda&#8217;, wa laa mustaghnan &#8216;anhu robbanaa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Segala puji bagi Allah, (Aku memuji-Nya) dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah, yang senantiasa dibutuhkan, diperlukan dan tidak bisa ditinggalkan, ya Tuhan kami.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Al-Bukhari 6/214, At-Tirmidzi dengan lafal yang sama 5/507.</p>
<hr />
<p><!-- 28. Doa Setelah Makan 3 --></p>
<h2>28. Doa Setelah Makan 3</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَلْحَمْدُ لِلَّهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Alhamdulillaah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Segala puji bagi Allah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim no. 2734.</p>
<hr />
<p><!-- 29. Doa Ketika Diberi Makan oleh Orang Lain 1 --></p>
<h2>29. Doa Ketika Diberi Makan oleh Orang Lain 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِيْ، وَاسْقِ مَنْ سَقَانِيْ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma ath&#8217;im man ath&#8217;amanii, wasqi man saqoonii.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, berilah makan kepada orang yang memberi aku makan, dan berilah minum kepada orang yang memberi aku minum.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 2055.</p>
<hr />
<p><!-- 30. Doa Ketika Diberi Makan oleh Orang Lain 2 --></p>
<h2>30. Doa Ketika Diberi Makan oleh Orang Lain 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُمْ، وَارْحَمْهُمْ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma baarik lahum fiimaa rozaqtahum, waghfir lahum, warhamhum.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, berkahilah apa yang Engkau rezekikan kepada mereka, ampunilah mereka, dan rahmatilah mereka.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 2042.</p>
<hr />
<p><!-- 31. Doa Berbuka Puasa 1 --></p>
<h2>31. Doa Berbuka Puasa 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ اْلأَجْرُ، إِنْ شَاءَ اللَّهُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Dzahabazh-zhoma-u, wabtallatil &#8216;uruuqu, watsabatal ajru, in syaa-allaah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Telah hilang dahaga, dan urat-urat telah basah, dan telah tetap pahala, insya Allah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395 dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390.</p>
<hr />
<p><!-- 32. Doa Berbuka Puasa 2 --></p>
<h2>32. Doa Berbuka Puasa 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-aluka birohmatikal-latii wasi&#8217;at kulla syai-in an taghfiro lii.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu, supaya memberi ampunan atasku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ibnu Majah 1/557. Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Takhrij Al-Adzkar, lihat Syarah Al-Adzkar 4/342.</p>
<hr />
<p><!-- 33. Doa Malam Lailatul Qadar 1 --></p>
<h2>33. Doa Malam Lailatul Qadar 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ، تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innaka &#8216;afuwwun, tuhibbul &#8216;afwa fa&#8217;fu &#8216;annii.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, menyukai permintaan maaf, maka maafkanlah aku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ahmad 25384, At-Turmudzi 3513, Ibn Majah 3850, An-Nasai dalam Amal Al-yaum wa lailah, dan Al-Baihaqi dalam Syua&#8217;bul Iman 3426.</p>
<hr />
<p><!-- 34. Doa Malam Lailatul Qadar 2 --></p>
<h2>34. Doa Malam Lailatul Qadar 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-alukal &#8216;afwa wal &#8216;aafiyah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan terbebas dari masalah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 29189.</p>
<hr />
<p><!-- 35. Doa Ketika Angin Ribut/Bertiup Kencang 1 --></p>
<h2>35. Doa Ketika Angin Ribut/Bertiup Kencang 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa a&#8217;uudzu bika min syarrihaa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Dawud 4/326, Ibnu Majah 2/1228, dan lihatlah kitab Shahih Ibnu Majah 2/305.</p>
<hr />
<p><!-- 36. Doa Ketika Angin Ribut/Bertiup Kencang 2 --></p>
<h2>36. Doa Ketika Angin Ribut/Bertiup Kencang 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-aluka khoirohaa, wa khoiro maa fiihaa, wa khoiro maa ursilat bihi, wa a&#8217;uudzu bika min syarrihaa, wa syarri maa fiihaa, wa syarri maa ursilat bih.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan angin (ribut ini), kebaikan apa yang di dalamnya dan kebaikan tujuan angin ini dihembuskan. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan angin ini, kejahatan apa yang di dalamnya dan kejahatan tujuan angin ini dihembuskan.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim no. 899.</p>
<hr />
<p><!-- 37. Doa Bila Mendengar Halilintar/Petir 1 --></p>
<h2>37. Doa Bila Mendengar Halilintar/Petir 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ، وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Subhaanal-ladzii yusabbihur-ro&#8217;du bihamdihi, wal malaaikatu min khiifatih.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-Nya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad no 723</p>
<hr />
<p><!-- 38. Doa Bila Mendengar Halilintar/Petir 2 --></p>
<h2>38. Doa Bila Mendengar Halilintar/Petir 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">سُبْحَانَ الَّذِي سَبَّحَتْ لَهُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Subhaanal-ladzii sabbahat lahu.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Maha Suci Allah, dimana halilintar bertasbih kepada-Nya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> Maha Suci Allah, dimana halilintar bertasbih kepada-Nya.</p>
<hr />
<p><!-- 39. Doa Minta Hujan --></p>
<h2>39. Doa Minta Hujan</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا، مَرِيْئًا، مَرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahummas-qinaa ghoitsan mughiitsan, marii-an, marii&#8217;an, naafi&#8217;an ghoiro dhorrin, &#8216;aajilan ghoiro aajilin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh, menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan, secepatnya, tidak ditunda-tunda.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Dawud 1/303</p>
<hr />
<p><!-- 40. Doa Ketika Turun Hujan 1 --></p>
<h2>40. Doa Ketika Turun Hujan 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma shoyyiban naafi&#8217;an.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman, dan binatang).<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Bukhari no. 985.</p>
<hr />
<p><!-- 41. Bacaan Setelah Hujan Berhenti --></p>
<h2>41. Bacaan Setelah Hujan Berhenti</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Muthirnaa bifadhlillaahi wa rohmatih.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Bukhari no. 1038 dan Muslim no. 240.</p>
<hr />
<p><!-- 42. Doa Ketika Hujan Lebat, Atau Agar Hujan Berhenti 1 --></p>
<h2>42. Doa Ketika Hujan Lebat, Atau Agar Hujan Berhenti 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma hawaalainaa wa laa &#8216;alainaa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang merusak kami.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. al-Bukhari, Sahih al-Bukhari 1015.</p>
<hr />
<p><!-- 43. Doa Ketika Hujan Lebat, Atau Agar Hujan Berhenti 2 --></p>
<h2>43. Doa Ketika Hujan Lebat, Atau Agar Hujan Berhenti 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ، وَالْجِبَالِ، وَالظِّرَابِ، وَبُطُوْنِ الْأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma hawaalainaa wa laa &#8216;alainaa, allaahumma &#8216;alal aakaami, wal jibaali, wazh-zhiroobi, wa buthuunil audiyati, wa manaabitisy-syajar.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di dataran tinggi, gunung, bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Bukhari no. 1014 dan Muslim no. 897.</p>
<hr />
<p><!-- 44. Doa Kepada Pengantin --></p>
<h2>44. Doa Kepada Pengantin</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Baarokallaahu laka wa baaroka &#8216;alaika wa jama&#8217;a bainakumaa fii khoirin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, dan semoga Allah menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Dawud no. 2130.</p>
<hr />
<p><!-- 45. Doa Pengantin Pria Kepada Pasangannya / Doa Malam Pertama --></p>
<h2>45. Doa Pengantin Pria Kepada Pasangannya / Doa Malam Pertama</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-aluka khoirohaa, wa khoiro maa jabaltahaa &#8216;alaihi, wa a&#8217;uudzu bika min syarrihaa, wa syarri maa jabaltahaa &#8216;alaihi.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan perempuan atau budak ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku mohon perlindungan kepadaMu dari kejelekan perempuan atau budak ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Dawud 2/248, Ibnu Majah 1/617 dan lihatlah Shahih Ibnu Majah 1/324.</p>
<hr />
<p><!-- 46. Doa Bersetubuh (Jima') --></p>
<h2>46. Doa Bersetubuh (Jima&#8217;)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بِسْمِ اللَّهِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Bismillaah. Allaahumma jannibnasy-syaithoona wa jannibisy-syaithoona maa rozaqtanaa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkan kami dari setan, dan jauhkan setan untuk mengganggu apa yang Engkau rezekikan kepada kami.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Al-Bukhari 6/141 dan Muslim 2/1028 dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallaahu &#8216;anhu.</p>
<hr />
<p><!-- 47. Doa Ketika Sakit 1 --></p>
<h2>47. Doa Ketika Sakit 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بِسْمِ اللَّهِ (3×) أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ (7×)</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Bismillaah (3x). A&#8217;uudzu billaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir (7x).</em><br />
<strong>Arti:</strong> Dengan nama Allah (3x). Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya, dari kejahatan sesuatu yang aku jumpai dan aku khawatirkan (7x).<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 4/1728, Abu Daud, Malik, dll.</p>
<hr />
<p><!-- 48. Doa Ketika Sakit 2 --></p>
<h2>48. Doa Ketika Sakit 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ البَاسَ، اِشْفِ، أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma robban-naas, adz-hibil baas, isyfi, antasy-syaafii, laa syifaa-a illaa syifaa-uka, syifaa-an laa yughoodiru saqoman.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah As-Syafi (Sang Penyembuh), tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Bukhari 5675 dan Muslim 2191.</p>
<hr />
<p><!-- 49. Doa Kepada Orang Sakit 1 --></p>
<h2>49. Doa Kepada Orang Sakit 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Laa ba&#8217;sa, thohuurun in syaa-allaah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Tidak apa-apa (jangan terlalu bersedih dengan sakit ini), menjadi pembersih dosa, insya Allah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Bukhari 3616.</p>
<hr />
<p><!-- 50. Doa Kepada Orang Sakit 2 --></p>
<h2>50. Doa Kepada Orang Sakit 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ البَاسَ، اِشْفِ، أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma robban-naas, adz-hibil baas, isyfi, antasy-syaafii, laa syifaa-a illaa syifaa-uka, syifaa-an laa yughoodiru saqoman.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah As-Syafi (Sang Penyembuh), tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Bukhari 5675 dan Muslim 2191.</p>
<hr />
<p><!-- 51. Doa Ketika Sakit Menjelang Kematian/Tanpa Harapan Hidup 1 --></p>
<h2>51. Doa Ketika Sakit Menjelang Kematian/Tanpa Harapan Hidup 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَأَلْحِقْنِيْ بِالرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahummagh-fir lii warhamnii wa alhiqnii bir-rofiiqil a&#8217;laa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, ampuni aku, rahmati aku, dan kumpulkan aku bersama rekan-rekan yang berada di atas (malaikat).<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Al-Bukhari 7/10, Muslim 4/1893.</p>
<hr />
<p><!-- 52. Doa Ketika Sakit Menjelang Kematian/Tanpa Harapan Hidup 2 --></p>
<h2>52. Doa Ketika Sakit Menjelang Kematian/Tanpa Harapan Hidup 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma ahyinii maa kaanatil hayaatu khoiron lii, wa tawaffanii idzaa kaanatil wafaatu khoiron lii.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, panjangkan usiaku jika hidup itu lebih baik bagiku atau wafatkanlah aku, jika mati itu lebih baik bagiku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Bukhari, Muslim, Nasa&#8217;i, Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah dan yang lainnya.</p>
<hr />
<p><!-- 53. Mengajari (Talqin) Orang Yang Akan Meninggal Dunia --></p>
<h2>53. Mengajari (Talqin) Orang Yang Akan Meninggal Dunia</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Laa ilaaha illallaah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Dawud 3/190 dan lihat Shahihul Jami&#8217; 5/432.</p>
<hr />
<p><!-- 54. Doa Memejamkan Mata Jenazah --></p>
<h2>54. Doa Memejamkan Mata Jenazah</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِفُلاَنٍ (بِاسْمِهِ) وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّيْنَ، وَاخْلُفْهُ فِيْ عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِيْنَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، وَافْسَحْ لَهُ فِيْ قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيْهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahummaghfir lifulaan (bismihi), warfa&#8217; darojatahu fiil mahdiyyiin, wakhlufhu fii &#8216;aqibihi fiil ghoobiriin, waghfir lanaa wa lahu, yaa robbal &#8216;aalamiin, wafsah lahu fii qobrihi wa nawwir lahu fiihi.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, ampunilah si Fulan (hendaklah menyebut namanya), angkatlah derajatnya bersama orang-orang yang mendapat petunjuk, berilah penggantinya bagi orang-orang yang ditinggalkan sesudahnya. Dan ampunilah kami dan dia, wahai Tuhan seru sekalian alam. Lebarkan kuburannya dan berilah penerangan di dalamnya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 2/634.</p>
<hr />
<p><!-- 55. Doa Belasungkawa (Takziyah) --></p>
<h2>55. Doa Belasungkawa (Takziyah)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Inna lillaahi maa akhodza, wa lahu maa a&#8217;thoo wa kullu syai-in &#8216;indahu bi-ajalin musamman, faltashbir wal tahtasib.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Sesungguhnya hak Allah adalah mengambil sesuatu dan memberikan sesuatu. Segala sesuatu yang di sisi-Nya dibatasi dengan ajal yang ditentukan. Oleh karena itu, bersabarlah dan carilah ridha Allah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Al-Bukhari 2/80, Muslim 2/636.</p>
<hr />
<p><!-- 56. Doa Memasukkan Jenazah Ke Liang Kubur 1 --></p>
<h2>56. Doa Memasukkan Jenazah Ke Liang Kubur 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُوْلِ اللَّهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Bismillaahi wa &#8216;alaa sunnati rosuulillaah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Dengan nama Allah dan sesuai petunjuk Rasulullah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Dawud 3/314 dengan sanad yang shahih.</p>
<hr />
<p><!-- 57. Doa Memasukkan Jenazah Ke Liang Kubur 2 --></p>
<h2>57. Doa Memasukkan Jenazah Ke Liang Kubur 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللَّهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Bismillaahi wa &#8216;alaa millati rosuulillaah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Dengan nama Allah dan sesuai petunjuk Rasulullah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Imam Ahmad, sanadnya shahih.</p>
<hr />
<p><!-- 58. Doa Setelah Jenazah Dimakamkan --></p>
<h2>58. Doa Setelah Jenazah Dimakamkan</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ثَبِّتْهُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahummaghfir lahu, allaahumma tsabbit-hu.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah teguhkanlah dia (untuk menjawab pertanyaan malaikat).<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Dawud 3/315 dan Al-Hakim, ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi 1/370.</p>
<hr />
<p><!-- 59. Doa Ziarah Kubur --></p>
<h2>59. Doa Ziarah Kubur</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>As-salaamu &#8216;alaikum daaro qoumin mu&#8217;miniin, wa innaa in syaa-allaahu bikum laa hiquun.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Semoga keselamatan atas kalian, wahai penghuni rumah kaum mukminin. Kami insya Allah akan menyusul kalian.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 249.</p>
<hr />
<p><!-- 60. Doa Ketika Sedih, Gundah Atau Galau --></p>
<h2>60. Doa Ketika Sedih, Gundah Atau Galau</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii &#8216;abduka, wabnu &#8216;abdika, wabnu amatika, naashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, &#8216;adlun fiyya qodhoo-uka, as-aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahu fii kitaabika, au &#8216;allamtahu ahadan min kholqika, awista&#8217;tsarta bihi fii &#8216;ilmil ghoibi &#8216;indaka, an taj&#8217;alal qur-aana robii&#8217;a qolbii, wa nuuro shodrii, wa jalaa-a huznii, wa dzahaaba hammii.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam), dan anak hamba perempuanMu (Hawa), ubun-ubunku berada di tanganMu, hukumMu berlaku terhadap diriku, dan ketetapanMu adil pada diriku. Aku memohon kepadaMu dengan segala Nama yang menjadi milikMu, yang Engkau namai diriMu dengannya, atau yang Engkau turunkan di dalam kitabMu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisiMu, maka aku mohon dengan itu agar Engkau jadikan Al-Qur&#8217;an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku, pelipur kesedihanku, dan penghilang bagi kesusahanku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ahmad 1/391.</p>
<hr />
<p><!-- 61. Doa Ketika Mengalami Kesulitan --></p>
<h2>61. Doa Ketika Mengalami Kesulitan</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Laa ilaaha illallaahul &#8216;azhiimul haliim, laa ilaaha illallaahu robbul &#8216;arsyil &#8216;azhiim, laa ilaaha illallaahu robbus-samaawaati wa robbul ardhi wa robbul &#8216;arsyil kariim.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Agung dan Maha Lembut. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan yang menguasai arasy, yang Maha Agung. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi. Tuhan Yang menguasai arasy, lagi Maha Mulia.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Al-Bukhari 7/154 dan Muslim 4/2092.</p>
<hr />
<p><!-- 62. Bacaan Bila Tertimpa Sesuatu Yang Tidak Disenangi/Musibah --></p>
<h2>62. Bacaan Bila Tertimpa Sesuatu Yang Tidak Disenangi/Musibah</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Qoddarollaahu wa maa syaa-a fa&#8217;ala.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Allah telah mentaqdirkannya, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 4/2052.</p>
<hr />
<p><!-- 63. Doa Bila Tertimpa Musibah --></p>
<h2>63. Doa Bila Tertimpa Musibah</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أُجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji&#8217;uun, allaahumma ujurnii fii mushiibatii wa akhlif lii khoiron minhaa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali (di hari Kiamat). Ya Allah, berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku).<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 2/632.</p>
<hr />
<p><!-- 64. Bacaan Bila Ada Sesuatu Yang Menyenangkan --></p>
<h2>64. Bacaan Bila Ada Sesuatu Yang Menyenangkan</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Alhamdulillaahil-ladzii bini&#8217;matihi tatimmush-shoolihaat.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala amal shalih sempurna.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ibnu Sunni dalam kitab &#8216;Amalul Yaum wal Lailah, Al-Hakim menshahihkannya 1/499.</p>
<hr />
<p><!-- 65. Bacaan Bila Ada Sesuatu Yang Menyusahkan atau Tidak Menyenangkan --></p>
<h2>65. Bacaan Bila Ada Sesuatu Yang Menyusahkan atau Tidak Menyenangkan</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Alhamdulillaahi &#8216;alaa kulli haal.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Segala puji bagi Allah atas segala keadaan.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ibnu Sunni dalam kitab &#8216;Amalul Yaum wal Lailah, Al-Hakim menshahihkannya 1/499.</p>
<hr />
<p><!-- 66. Doa Agar Terbebas/Bisa Melunasi/Membayar Hutang --></p>
<h2>66. Doa Agar Terbebas/Bisa Melunasi/Membayar Hutang</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii a&#8217;uudzu bika minal ma&#8217;tsami wal maghrom.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat dosa dan sulitnya utang.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Bukhari no. 2397 dan Muslim no. 5.</p>
<hr />
<p><!-- 67. Doa Kepada Orang Yang Menawarkan Hartanya Untukmu --></p>
<h2>67. Doa Kepada Orang Yang Menawarkan Hartanya Untukmu</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Baarokallaahu laka fii ahlika wa maalika.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Semoga Allah memberkahimu dalam keluarga dan hartamu.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Al-Bukhari dengan Fathul Baari 4/88.</p>
<hr />
<p><!-- 68. Doa Kepada Orang Yang Meminjami Uang Ketika Membayar Hutang --></p>
<h2>68. Doa Kepada Orang Yang Meminjami Uang Ketika Membayar Hutang</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ، إِنَّمَا جَزَاءُ السَّلَفِ الْحَمْدُ وَاْلأَدَاءُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Baarokallaahu laka fii ahlika wa maalika, innamaa jazaa-us-salafil hamdu wal adaa-u.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Semoga Allah memberikan berkah kepadamu dalam keluarga dan hartamu. Sesungguhnya balasan meminjami adalah pujian dan pembayaran.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. An-Nasai dalam &#8216;Amalul Yaum wal Lailah, hal. 300, Ibnu Majah 2/809, dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/55.</p>
<hr />
<p><!-- 69. Doa Musafir Kepada Orang Yang Ditinggalkan --></p>
<h2>69. Doa Musafir Kepada Orang Yang Ditinggalkan</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">أَسْتَوْدِعُكُمُ اللَّهَ الَّذِيْ لاَ تَضِيْعُ وَدَائِعُهُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Astaudi&#8217;ukumullaahal-ladzii laa tadhii&#8217;u wa daa-i&#8217;uh.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Aku menitipkan kamu kepada Allah yang tidak akan hilang titipan-Nya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ahmad 2/403, Ibnu Majah 2/943, dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/133.</p>
<hr />
<p><!-- 70. Doa Orang Mukim Kepada Musafir 1 --></p>
<h2>70. Doa Orang Mukim Kepada Musafir 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِيْنَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيْمَ عَمَلِكَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Astaudi&#8217;ullaaha diinaka wa amaanataka wa khowaatiima &#8216;amalik.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Aku menitipkan agamamu, amanatmu dan penutup amalmu kepada Allah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. At-Tirmidzi 2/7, At-Tirmidzi 5/499, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 2/155.</p>
<hr />
<p><!-- 71. Doa Orang Mukim Kepada Musafir 2 --></p>
<h2>71. Doa Orang Mukim Kepada Musafir 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُ مَا كُنْتَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُ مَا كُنْتَ</em><br />
<strong>Arti:</strong> Semoga Allah memberi bekal taqwa kepadamu, mengampuni dosamu dan memudahkan kebaikan kepadamu di mana saja kamu berada.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. At-Tirmidzi, lihat Shahih At-Tirmidzi 3/155.</p>
<hr />
<p><!-- 72. Doa Naik Kendaraan --></p>
<h2>72. Doa Naik Kendaraan</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بِسْمِ اللَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ) اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Bismillaah, alhamdulillaah, (subhaanal-ladzii sakh-khoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun), alhamdulillaah (3x), allaahu akbar (3x), subhaanakallaahumma innii zholamtu nafsii faghfir lii, fa-innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, (Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat)). Segala puji bagi Allah (3x), Allah Maha Besar (3x), Maha Suci Engkau ya Allah, sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Dawud 3/34, At-Tirmidzi 5/501, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/156.</p>
<hr />
<p><!-- 73. Doa Bepergian --></p>
<h2>73. Doa Bepergian</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، (سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ) اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَـٰذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَـٰذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَهْلِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahu akbar (3x), (subhaanal-ladzii sakh-khoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun), allaahumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzal birro wat-taqwaa, wa minal &#8216;amali maa tardhoo, allaahumma hawwin &#8216;alainaa safaronaa haadzaa wathwi &#8216;annaa bu&#8217;dah, allaahumma antash-shoohibu fis-safari wal kholiifatu fil ahli, allaahumma innii a&#8217;uudzu bika min wa&#8217;tsaa-is-safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Allah Maha Besar (3x). (Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat)). Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang meridhakanMu. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga(ku). Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang jelek dalam harta dan keluarga.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 2/998.</p>
<hr />
<p><!-- 74. Doa Setelah Kembali dari Bepergian --></p>
<h2>74. Doa Setelah Kembali dari Bepergian</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، (سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ) اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَـٰذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَـٰذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَهْلِ آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahu akbar (3x), (subhaanal-ladzii sakh-khoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun), allaahumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzal birro wat-taqwaa, wa minal &#8216;amali maa tardhoo, allaahumma hawwin &#8216;alainaa safaronaa haadzaa wathwi &#8216;annaa bu&#8217;dah, allaahumma antash-shoohibu fis-safari wal kholiifatu fil ahli, allaahumma innii a&#8217;uudzu bika min wa&#8217;tsaa-is-safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli. Aayibuuna taa-ibuuna &#8216;aabiduuna lirobbinaa haamiduun.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Allah Maha Besar (3x). (Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat)). Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang meridhakanMu. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga(ku). Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang jelek dalam harta dan keluarga. Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji kepada Tuhan kami.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 2/998.</p>
<hr />
<p><!-- 75. Doa Ketika Ada Naikan/Tanjakan Dalam Perjalanan --></p>
<h2>75. Doa Ketika Ada Naikan/Tanjakan Dalam Perjalanan</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُ أَكْبَرُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahu akbar.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Allah Maha Besar.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 6/135.</p>
<hr />
<p><!-- 76. Doa Ketika Ada Turunan Dalam Perjalanan --></p>
<h2>76. Doa Ketika Ada Turunan Dalam Perjalanan</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">سُبْحَانَ اللَّهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Subhaanallaah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Maha Suci Allah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 6/135.</p>
<hr />
<p><!-- 77. Doa Musafir Menjelang Subuh --></p>
<h2>77. Doa Musafir Menjelang Subuh</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">سَمَّعَ سَامِعٌ بِحَمْدِ اللَّهِ، وَحُسْنِ بَلاَئِهِ عَلَيْنَا. رَبَّنَا صَاحِبْنَا، وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا عَائِذًا بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Samma&#8217;a saami&#8217;un bihamdillaah, wa husni balaa-ihi &#8216;alainaa. robbanaa shoohibnaa, wa afdhil &#8216;alainaa &#8216;aa-idzan billaahi minan-naar.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Semoga ada yang memperdengarkan puji kami kepada Allah (atas nikmat) dan cobaanNya yang baik bagi kami. Wahai Tuhan kami, temanilah kami (peliharalah kami) dan berilah karunia kepada kami dengan berlindung kepada Allah dari api Neraka.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 4/2086, Syarah An-Nawawi 17/39.</p>
<hr />
<p><!-- 78. Doa Singgah di Suatu Tempat, Baik Dalam Bepergian Ataupun Tidak --></p>
<h2>78. Doa Singgah di Suatu Tempat, Baik Dalam Bepergian Ataupun Tidak</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>A&#8217;uudzu bikalimaatillaahit-taammaati min syarri maa kholaq.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan apa yang diciptakan-Nya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Tirmidzi 3437 dan An Nasai 5433.</p>
<hr />
<p><!-- 79. Doa Masuk Desa Atau Kota --></p>
<h2>79. Doa Masuk Desa Atau Kota</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ اْلأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِيْنِ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ. أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَـٰذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma robbas-samaawaatis-sab&#8217;i wa maa azhlalna, wa robbal arodhiinas-sab&#8217;i wa maa aqlalna, wa robbasy-syayaathiini wa maa adhlalna, wa robbar-riyaahi wa maa dzaroina. As-aluka khoiro haadzihil quryati wa khoiro ahlihaa, wa khoiro maa fiihaa, wa a&#8217;uudzu bika min syarrihaa wa syarri ahlihaa wa syarri maa fiihaa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan apa yang dinaunginya, Tuhan penguasa tujuh bumi dan apa yang di atasnya, Tuhan yang menguasai setan-setan dan apa yang mereka sesatkan, Tuhan yang menguasai angin dan apa yang diterbangkannya. Aku mohon kepadaMu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits tersebut adalah sahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya 2/100, Ibnus Sunni, no. 524. Menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Takhrij Adzkar 5/154: Hadits tersebut adalah hasan. Bin Baz berkata: Hadits itu diriwayatkan pula oleh An-Nasai dengan sanad yang hasan. Lihat Tuhfatul Akhyar, hal. 37.</p>
<hr />
<p><!-- 80. Doa Masuk Pasar, Mall, Terminal, Bandara Dan Pusat Keramaian Lainnya --></p>
<h2>80. Doa Masuk Pasar, Mall, Terminal, Bandara Dan Pusat Keramaian Lainnya</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa yamuut, biyadihil khoir, wa huwa &#8216;alaa kulli syai-in qodiir.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan, bagiNya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tanganNya kebaikan. Dia-lah Yang Maha kuasa atas segala sesuatu.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Turmudzi 5/291, Hakim 1/538.</p>
<hr />
<p><!-- 81. Doa Bila Hewan Tunggangan/Kendaraan Tergelincir --></p>
<h2>81. Doa Bila Hewan Tunggangan/Kendaraan Tergelincir</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بِسْمِ اللَّهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Bismillaah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Dengan nama Allah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Dawud 4/296.</p>
<hr />
<p><!-- 82. Doa Pulang Dari Bepergian --></p>
<h2>82. Doa Pulang Dari Bepergian</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ. لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ، صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahu akbar (3x). Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa &#8216;alaa kulli syai-in qodiir. Aayibuuna taa-ibuuna &#8216;aabiduuna lirobbinaa haamiduun, shodaqollaahu wa&#8217;dah, wa nashoro &#8216;abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Allah Maha Besar (3x). Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Kami kembali dengan bertaubat, beribadah dan memuji kepada Tuhan kami. Allah telah menepati janjiNya, membela hambaNya (Muhammad) dan mengalahkan golongan musuh dengan sendirian.<br />
<strong>Keterangan:</strong></p>
<hr />
<p><!-- 83. Doa Berlindung/Menghilangkan Gangguan Setan 1 --></p>
<h2>83. Doa Berlindung/Menghilangkan Gangguan Setan 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>A&#8217;uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Dawud 1/206, At-Tirmidzi, lihat Shahih At-Tirmidzi 1/77, dan lihat surah Al-Mukminun 98-99.</p>
<hr />
<p><!-- 84. Doa Berlindung/Menghilangkan Gangguan Setan 2 --></p>
<h2>84. Doa Berlindung/Menghilangkan Gangguan Setan 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbi a&#8217;uudzu bika min hamazaatisy-syayaathiin, wa a&#8217;uudzu bika robbi an yah-dhuruun.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> Al-Mu&#8217;minun [23]: 97-98.</p>
<hr />
<p><!-- 85. Doa Menghilangkan Gangguan Setan Ketika Shalat atau Membaca Al-Qur'an --></p>
<h2>85. Doa Menghilangkan Gangguan Setan Ketika Shalat atau Membaca Al-Qur&#8217;an</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>A&#8217;uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 4/1729.</p>
<hr />
<p><!-- 86. Doa Memohon Surga Dan Berlindung Dari Neraka --></p>
<h2>86. Doa Memohon Surga Dan Berlindung Dari Neraka</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-alukal jannah, wa a&#8217;uudzu bika minan-naar.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, aku mohon kepada-Mu surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Daud no. 792, Ibnu Majah no. 910, dan Ahmad (3/474).</p>
<hr />
<p><!-- 87. Doa Memohon Surga, Berlindung Dari Neraka, dan Mohon Takdir Baik --></p>
<h2>87. Doa Memohon Surga, Berlindung Dari Neraka, dan Mohon Takdir Baik</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِى خَيْرًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-alukal jannata wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au &#8216;amal, wa a&#8217;uudzu bika minan-naari wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au &#8216;amal, wa as-aluka an taj&#8217;ala kulla qodhoo-in qodhoitahu lii khoiron.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan segala hal yang mendekatkan kepadanya, dari perkataan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan dari segala hal yang mendekatkan kepadanya, dari perkataan maupun perbuatan. Dan aku mohon kepada-Mu agar Engkau jadikan setiap yang Engkau takdirkan bagiku adalah baik.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ibnu Majah no. 3846 dan Ahmad 1/172.</p>
<hr />
<p><!-- 88. Doa Berlindung Dari Neraka --></p>
<h2>88. Doa Berlindung Dari Neraka</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbanash-rif &#8216;annaa &#8216;adzaaba jahannam, inna &#8216;adzaabahaa kaana ghorooman, innahaa saa-at mustaqorron wa muqoomaa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.<br />
<strong>Keterangan:</strong> Al Furqan [25]: 65-66</p>
<hr />
<p><!-- 89. Doa Memohon Akhlak Mulia 1 --></p>
<h2>89. Doa Memohon Akhlak Mulia 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي فَأَحْسِنْ خُلُقِي</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma ahsanta kholqii, fa-ahsin khuluqii.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, Engkau telah memperbagus penciptaanku, maka baguskanlah akhlakku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ahmad</p>
<hr />
<p><!-- 90. Doa Memohon Akhlak Mulia 2 --></p>
<h2>90. Doa Memohon Akhlak Mulia 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ اهْدِنِى لِأَحْسَنِ الأَخْلَاقِ، لَا يَهْدِى لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا، لَا يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahummahdinii li-ahsanil akhlaaq, laa yahdii li-ahsanihaa illaa anta, wash-rif &#8216;annii sayyi-ahaa, laa yash-rifu &#8216;annii sayyi-ahaa illaa anta.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, tunjukkanlah aku kepada akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukkannya kecuali Engkau. Dan palingkanlah dariku kejelekan akhlak, tidak ada yang dapat memalingkannya kecuali Engkau.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim no. 771, dari ‘Ali bin Abi Tholib.</p>
<hr />
<p><!-- 91. Doa Memohon Akhlak Dan Amal Yang Baik --></p>
<h2>91. Doa Memohon Akhlak Dan Amal Yang Baik</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ، وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ، لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ، وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ، لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahummahdinii li-ahsanil a&#8217;maal, wa ahsanil akhlaaq, laa yahdii li-ahsanihaa illaa anta, wa qinii sayyi-al a&#8217;maal, wa sayyi-al akhlaaq, laa yaqii sayyi-ahaa illaa anta.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, berilah petunjuk kepadaku untuk berbuat sebaik-baik amalan, sebaik-baik akhlak, tidak ada yang bisa menunjuki untuk berbuat sebaik-baiknya kecuali Engkau. Dan lindungi kami dari jeleknya amalan dan jeleknya akhlak, dan tidak ada yang melindungi dari kejelekannya kecuali Engkau<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. An Nasa&#8217;i.</p>
<hr />
<p><!-- 92. Doa Berlindung Dari Kemungkaran Akhlak, Amal Dan Hawa Nafsu --></p>
<h2>92. Doa Berlindung Dari Kemungkaran Akhlak, Amal Dan Hawa Nafsu</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ، وَالْأَعْمَالِ، وَالْأَهْوَاءِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii a&#8217;uudzu bika min munkarootil akhlaaq, wal a&#8217;maal, wal ahwaa&#8217;.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemungkaran akhlak, amal dan hawa nafsu.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Tirmidzi no. 3591, shahih.</p>
<hr />
<p><!-- 93. Doa Berlindung Dari Kemungkaran Akhlak, Amal, Hawa Nafsu Dan Penyakit 1 --></p>
<h2>93. Doa Berlindung Dari Kemungkaran Akhlak, Amal, Hawa Nafsu Dan Penyakit 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ، وَالْأَعْمَالِ، وَالْأَهْوَاءِ، وَالْأَدْوَاءِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii a&#8217;uudzu bika min munkarootil akhlaaq, wal a&#8217;maal, wal ahwaa&#8217;, wal adwaa&#8217;.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemungkaran akhlak, amal, hawa nafsu dan penyakit.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. At-Tirmidzi.</p>
<hr />
<p><!-- 94. Doa Memohon Ampun Untuk Diri Sendiri, Orang Tua Dan Kaum Mukminin (Doa Nabi Ibrahim) --></p>
<h2>94. Doa Memohon Ampun Untuk Diri Sendiri, Orang Tua Dan Kaum Mukminin (Doa Nabi Ibrahim)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbanagh-fir lii wa liwaalidayya wa lil mu&#8217;miniina yauma yaquumul hisaab.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Ibrahim [14]: 41).</p>
<hr />
<p><!-- 95. Doa Memohon Ampun Untuk Diri Sendiri, Orang Tua Dan Kaum Mukminin (Doa Nabi Nuh) --></p>
<h2>95. Doa Memohon Ampun Untuk Diri Sendiri, Orang Tua Dan Kaum Mukminin (Doa Nabi Nuh)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbigh-fir lii wa liwaalidayya wa liman dakhola baitiya mu&#8217;minan wa lil mu&#8217;miniina wal mu&#8217;minaati wa laa tazidizh-zhoolimiina illaa tabaaroo.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Nuh [71]: 28).</p>
<hr />
<p><!-- 96. Doa Memohon Kasih Sayang Untuk Orang Tua --></p>
<h2>96. Doa Memohon Kasih Sayang Untuk Orang Tua</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbir-hamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Al-Isra&#8217; [17]: 24).</p>
<hr />
<p><!-- 97. Doa Memohon Istri Dan Anak Sebagai Penyenang Hati --></p>
<h2>97. Doa Memohon Istri Dan Anak Sebagai Penyenang Hati</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a&#8217;yun, waj&#8217;alnaa lil muttaqiina imaamaa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Al-Furqan [25]: 74).</p>
<hr />
<p><!-- 98. Doa Memohon Banyak Harta Dan Anak (Doa Nabi Muhammad) --></p>
<h2>98. Doa Memohon Banyak Harta Dan Anak (Doa Nabi Muhammad)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَنِي</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a&#8217;thoitanii.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, perbanyaklah harta dan anakku, serta berkahilah karunia yang Engkau beri.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480.</p>
<hr />
<p><!-- 99. Doa Memohon Banyak Harta, Anak, Panjang Umur, Dibaguskan Amal Dan Diampuni Dosa (Doa Nabi Muhammad) --></p>
<h2>99. Doa Memohon Banyak Harta, Anak, Panjang Umur, Dibaguskan Amal Dan Diampuni Dosa (Doa Nabi Muhammad)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَنِي، وَأَطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأَحْسِنْ عَمَلِي، وَاغْفِرْ لِي</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a&#8217;thoitanii, wa athil hayaatii &#8216;alaa thoo&#8217;atik, wa ahsin &#8216;amalii, wagh-fir lii.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, perbanyaklah harta dan anakku, serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan kepada-Mu, dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480.</p>
<hr />
<p><!-- 100. Doa Memohon Anak Shaleh 1 (Doa Nabi Ibrahim) --></p>
<h2>100. Doa Memohon Anak Shaleh 1 (Doa Nabi Ibrahim)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbi hab lii minash-shoolihiin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Rabb-ku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Ash-Shaffat [37]: 100).</p>
<hr />
<p><!-- 101. Doa Memohon Anak Shaleh 2 (Doa Nabi Dzakariya) --></p>
<h2>101. Doa Memohon Anak Shaleh 2 (Doa Nabi Dzakariya)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbi hab lii mil-ladunka dzurriyyatan thoyyibah, innaka samii&#8217;ud-du&#8217;aa&#8217;.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Rabb-ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Ali Imran [3]: 38).</p>
<hr />
<p><!-- 102. Doa Memohon Keturunan (Doa Nabi Dzakariya) --></p>
<h2>102. Doa Memohon Keturunan (Doa Nabi Dzakariya)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbi laa tadzarnii fardan, wa anta khoirul waaritsiin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Rabb-ku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), dan Engkaulah Waris yang Paling Baik.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Al-Anbiya&#8217; [21]: 89).</p>
<hr />
<p><!-- 103. Doa Agar Menjadi Hamba Yang Bersyukur, Agar Bisa Beramal Shaleh Dan Minta Anak Shaleh --></p>
<h2>103. Doa Agar Menjadi Hamba Yang Bersyukur, Agar Bisa Beramal Shaleh Dan Minta Anak Shaleh</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbi auzi&#8217;nii an asykuro ni&#8217;matakallatii an&#8217;amta &#8216;alayya wa &#8216;alaa waalidayya wa an a&#8217;mala shoolihan tardhoohu, wa ashlih lii fii dzurriyyatii, innii tubtu ilaika wa innii minal muslimiin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Al-Ahqaf [46]: 15).</p>
<hr />
<p><!-- 104. Ucapan Selamat Kepada Orang Yang Dikaruniai Anak Dan Balasannya --></p>
<h2>104. Ucapan Selamat Kepada Orang Yang Dikaruniai Anak Dan Balasannya</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Baarokallaahu laka fil mauhuubi laka, wa syakartal waahiba, wa balagho asyuddahu, wa ruziqta birroh.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Semoga Allah memberkahimu dalam anak yang diberikan kepadamu. Semoga kamu bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai dewasa, serta kamu dikaruniai kebaikannya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> Lihat Al-Adzkar, karya An-Nawawi, hal. 349, dan Shahih Al-Adzkar lin Nawawi, oleh Salim Al-Hilali 2/713.</p>
<hr />
<p><!-- 105. Doa Agar Anak Terjaga Dari Zina --></p>
<h2>105. Doa Agar Anak Terjaga Dari Zina</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ، وَطَهِّرْ قَلْبَهُ، وَحَصِّنْ فَرْجَهُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahummagh-fir dzanbahu, wa thohhir qolbahu, wa hash-shin farjahu.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ahmad, At Thabrani, Al Baihaqy dan dinyatakan sebagai hadits shahih oleh Al Albany.</p>
<hr />
<p><!-- 106. Doa Perlindungan Kepada Anak Laki-laki (Doa Istri Imran) --></p>
<h2>106. Doa Perlindungan Kepada Anak Laki-laki (Doa Istri Imran)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهُ بِكَ وَذُرِّيَّتَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii u&#8217;iidzuhu bika wa dzurriyyatahu minasy-syaithoonir-rojiim.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu untuknya dan keturunannya dari setan yang terkutuk.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Ali Imran [3]: 36).</p>
<hr />
<p><!-- 107. Doa Perlindungan Kepada Anak Perempuan (Doa Istri Imran) --></p>
<h2>107. Doa Perlindungan Kepada Anak Perempuan (Doa Istri Imran)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii u&#8217;iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy-syaithoonir-rojiim.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu untuknya dan keturunannya dari setan yang terkutuk.</p>
<hr />
<p><!-- 108. Doa Perlindungan Kepada Anak Laki-laki (Doa Nabi Muhammad) --></p>
<h2>108. Doa Perlindungan Kepada Anak Laki-laki (Doa Nabi Muhammad)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>U&#8217;iidzuka bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli &#8216;ainin laammah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu, dan dari pandangan mata buruk.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Daud 3371.</p>
<hr />
<p><!-- 109. Doa Perlindungan Kepada Anak Perempuan (Doa Nabi Muhammad) --></p>
<h2>109. Doa Perlindungan Kepada Anak Perempuan (Doa Nabi Muhammad)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">أُعِيْذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>U&#8217;iidzuki bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli &#8216;ainin laammah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu, dan dari pandangan mata buruk.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Daud 3371</p>
<hr />
<p><!-- 110. Doa Memohon Keteguhan Hati 1 --></p>
<h2>110. Doa Memohon Keteguhan Hati 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii &#8216;alaa diinik.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Tirmidzi no. 3522.</p>
<hr />
<p><!-- 111. Doa Memohon Keteguhan Hati 2 --></p>
<h2>111. Doa Memohon Keteguhan Hati 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ، صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma mushorrifal quluub, shorrif quluubanaa &#8216;alaa thoo&#8217;atik.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu.</p>
<hr />
<p><!-- 112. Doa Memohon Keteguhan Hati 3 --></p>
<h2>112. Doa Memohon Keteguhan Hati 3</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ، صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma yaa mushorrifal quluub, shorrif quluubanaa &#8216;alaa diinik.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami pada agama-Mu.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 2654.</p>
<hr />
<p><!-- 113. Doa Memohon Ampun Dan Rahmat 1 --></p>
<h2>113. Doa Memohon Ampun Dan Rahmat 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbanaa, aamannaa, fagh-fir lanaa warhamnaa, wa anta khoirur-roohimiin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Al Mu’minun [23]: 109).</p>
<hr />
<p><!-- 114. Doa Memohon Ampun Dan Rahmat 2 --></p>
<h2>114. Doa Memohon Ampun Dan Rahmat 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbigh-fir warham, wa anta khoirur-roohimiin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhanku, berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Al Mu’minun [23]: 118).</p>
<hr />
<p><!-- 115. Doa Memohon Ampun Dan Rahmat 3 (Doa Nabi Adam) --></p>
<h2>115. Doa Memohon Ampun Dan Rahmat 3 (Doa Nabi Adam)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbanaa zholamnaa anfusanaa, wa in lam tagh-fir lanaa wa tarhamnaa, lanakuunanna minal khoosiriin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Al A&#8217;raf [7]: 23).</p>
<hr />
<p><!-- 116. Doa Memohon Ampun (Doa Nabi Musa) --></p>
<h2>116. Doa Memohon Ampun (Doa Nabi Musa)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbi innii zholamtu nafsii, fagh-fir lii.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, karena itu ampunilah aku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Al Qashash [28]: 16).</p>
<hr />
<p><!-- 117. Doa Memohon Ampun, Rahmat, Petunjuk, Keselamatan Dan Rizki --></p>
<h2>117. Doa Memohon Ampun, Rahmat, Petunjuk, Keselamatan Dan Rizki</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ، وَارْحَمْنِيْ، وَاهْدِنِيْ، وَعَافِنِيْ، وَارْزُقْنِيْ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahummagh-fir lii, warhamnii, wahdinii, wa &#8216;aafinii, warzuqnii.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku, selamatkanlah aku (dari penyakit dan dari apa yang tidak kuinginkan) dan berilah rezeki kepadaku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim no. 35 dan 2697.</p>
<hr />
<p><!-- 118. Doa Memohon Ampun Dan Berlindung Dari Neraka --></p>
<h2>118. Doa Memohon Ampun Dan Berlindung Dari Neraka</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbanaa innanaa aamannaa, fagh-fir lanaa dzunuubanaa, wa qinaa &#8216;adzaaban-naar.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Ali Imran [3]: 16).</p>
<hr />
<p><!-- 119. Doa Memohon Ampun, Dihapuskan Kesalahan Dan Agar Tidak Dihinakan Pada Hari Kiamat --></p>
<h2>119. Doa Memohon Ampun, Dihapuskan Kesalahan Dan Agar Tidak Dihinakan Pada Hari Kiamat</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbanaa innanaa sami&#8217;naa munaadiyan yunaadii lil iimaani an aaminuu birobbikum, fa-aamannaa, robbanaa fagh-fir lanaa dzunuubanaa, wa kaffir &#8216;annaa sayyi-aatinaa, wa tawaffanaa ma&#8217;al abroor, robbanaa wa aatinaa maa wa &#8216;adtanaa &#8216;alaa rusulika, wa laa tukh-zinaa yaumal qiyaamah, innaka laa tukh-liful mii&#8217;aad.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami, dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Ali Imran [3]: 193-194).</p>
<hr />
<p><!-- 120. Doa Memohon Ampun Untuk Diri Sendiri Dan Kaum Mukminin, Dan Agar Tidak Dengki Kepada Orang Beriman --></p>
<h2>120. Doa Memohon Ampun Untuk Diri Sendiri Dan Kaum Mukminin, Dan Agar Tidak Dengki Kepada Orang Beriman</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbanagh-fir lanaa wa li-ikhwaaninal-ladziina sabaquunaa bil-iimaan, wa laa taj&#8217;al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu, robbanaa innaka ro-uufun rohiim.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Al Hasyr [59]: 10).</p>
<hr />
<p><!-- 121. Doa Memohon Ampun Pada Hari Pembalasan --></p>
<h2>121. Doa Memohon Ampun Pada Hari Pembalasan</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbigh-fir lii khothii-atii yaumad-diin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Rabbi, ampunilah kesalahanku pada hari Pembalasan.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim.</p>
<hr />
<p><!-- 122. Doa Memohon Ampun, Rahmat, Dan Ditetapkan Kebaikan Di Dunia Dan Akhirat (Doa Nabi Musa) --></p>
<h2>122. Doa Memohon Ampun, Rahmat, Dan Ditetapkan Kebaikan Di Dunia Dan Akhirat (Doa Nabi Musa)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">أَنتَ وَلِيُّنَا، فَاغْفِرْ لَنَا، وَارْحَمْنَا، وَأَنتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ، وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَـٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ، إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Anta waliyyunaa, fagh-fir lanaa, war hamnaa, wa anta khoirul ghoofiriin, waktub lanaa fii haadzihid-dunyaa hasanatan wa fil aakhiroh, innaa hudnaa ilaik.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami, dan berilah kami rahmat, dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat, sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. (Al-A&#8217;raf [7]: 155-156).</p>
<hr />
<p><!-- 123. Doa Berlindung Dari Syirik --></p>
<h2>123. Doa Berlindung Dari Syirik</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii a&#8217;uudzu bika an usyrika bika wa anaa a&#8217;lam, wa astagh-firuka limaa laa a&#8217;lam.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahuinya, dan aku memohon ampun terhadap apa yang tidak aku ketahui.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ahmad dan imam yang lain 4/403.</p>
<hr />
<p><!-- 124. Doa Berlindung Dari Empat Hal 1 --></p>
<h2>124. Doa Berlindung Dari Empat Hal 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii a&#8217;uudzu bika min &#8216;ilmin laa yanfa&#8217;, wa min qolbin laa yakhsya&#8217;, wa min nafsin laa tasyba&#8217;, wa min da&#8217;watin laa yustajaabulahaa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak merasa kenyang (puas), dan dari doa yang tidak dikabulkan.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim no. 2722 dari Zaid bin Arqam.</p>
<hr />
<p><!-- 125. Doa Berlindung Dari Empat Hal 2 --></p>
<h2>125. Doa Berlindung Dari Empat Hal 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii a&#8217;uudzu bika min &#8216;ilmin laa yanfa&#8217;, wa min qolbin laa yakhsya&#8217;, wa min nafsin laa tasyba&#8217;, wa min du&#8217;aa-in laa yusma&#8217;.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak merasa kenyang (puas), dan dari doa yang tidak didengar (tidak dikabulkan).<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abu Dawud no. 1548, An-Nasa’i no. 5536, dan Ibnu Majah no. 3837. Hadits ini shahih.</p>
<hr />
<p><!-- 126. Doa Berlindung Dari Empat Hal 3 --></p>
<h2>126. Doa Berlindung Dari Empat Hal 3</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَعَمَلٍ لَا يُرْفَعُ، وَقَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَقَوْلٍ لَا يُسْمَعُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii a&#8217;uudzu bika min &#8216;ilmin laa yanfa&#8217;, wa &#8216;amalin laa yurfa&#8217;, wa qolbin laa yakhsya&#8217;, wa qoulin laa yusma&#8217;.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, amal yang tidak diangkat, hati yang tidak khusyuk, dan ucapan yang tidak didengar.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ibnu Hibban, Abu Ya’la, Ahmad, Ibnu Abi Syaibah</p>
<hr />
<p><!-- 127. Doa Berlindung Dari Kecelakaan dan Kematian Yang Mengerikan --></p>
<h2>127. Doa Berlindung Dari Kecelakaan dan Kematian Yang Mengerikan</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي، وَالْهَدْمِ، وَالْغَرَقِ، وَالْحَرِيقِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii a&#8217;uudzu bika minat-taroddii, wal hadmi, wal ghoroqi, wal hariiqi, wa a&#8217;uudzu bika an yatakhobbathonisy-syaithoonu &#8216;indal mauti, wa a&#8217;uudzu bika an amuuta fii sabiilika mudbiron, wa a&#8217;uudzu bika an amuuta ladiighon.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebinasaan (terjatuh), kehancuran (tertimpa sesuatu), tenggelam, kebakaran, dan aku berlindung kepada-Mu dari disesatkan setan pada saat mati, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan berpaling dari jalan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan tersengat.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. An-Nasa’i no. 5531. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.</p>
<hr />
<p><!-- 128. Doa Agar Tidak Disesatkan Setan Menjelang Kematian --></p>
<h2>128. Doa Agar Tidak Disesatkan Setan Menjelang Kematian</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">أَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>A&#8217;uudzu bika an yatakhobbathonisy-syaithoonu &#8216;indal maut.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Aku berlindung kepada-Mu agar tidak disesatkan setan ketika kematian.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ahmad 8667, Abu Daud</p>
<hr />
<p><!-- 129. Doa Memohon Ilmu 1 --></p>
<h2>129. Doa Memohon Ilmu 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbi zidnii &#8216;ilman.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Wahai Rabb-ku, tambahkanlah ilmu kepadaku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Thaha [20]: 114).</p>
<hr />
<p><!-- 130. Doa Memohon Ilmu 2 --></p>
<h2>130. Doa Memohon Ilmu 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ انْفَعْنِيْ بِمَا عَلَّمْتَنِيْ، وَعَلِّمْنِيْ مَا يَنْفَعُنِيْ، وَزِدْنِيْ عِلْماً</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumman-fa&#8217;nii bimaa &#8216;allamtanii, wa &#8216;allimnii maa yanfa&#8217;unii, wa zidnii &#8216;ilman.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, berilah aku manfaat dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku apa yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah ilmu kepadaku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ibnu Majah no. 251 dan 3833. Shahih</p>
<hr />
<p><!-- 131. Doa Memohon Ilmu 3 --></p>
<h2>131. Doa Memohon Ilmu 3</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ انْفَعْنِيْ بِمَا عَلَّمْتَنِيْ، وَعَلِّمْنِيْ مَا يَنْفَعُنِيْ، وَارْزُقْنِيْ عِلْماً تَنْفَعُنِيْ بِهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumman-fa&#8217;nii bimaa &#8216;allamtanii, wa &#8216;allimnii maa yanfa&#8217;unii, war-zuqnii &#8216;ilman tanfa&#8217;unii bih.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, berilah aku manfaat dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku apa yang bermanfaat bagiku, dan rezekikanlah aku ilmu yang dengannya Engkau memberi manfaat kepadaku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. al-Hakim. Shahih.</p>
<hr />
<p><!-- 132. Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat dan Berlindung dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat --></p>
<h2>132. Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat dan Berlindung dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-aluka &#8216;ilman naafi&#8217;an, wa a&#8217;uudzu bika min &#8216;ilmin laa yanfa&#8217;.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ibnu Hibban. Hadis hasan sahih.</p>
<hr />
<p><!-- 133. Doa Agar Paham Tentang Agama --></p>
<h2>133. Doa Agar Paham Tentang Agama</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ فَقِّهْنِيْ فِى الدِّيْنِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma faqqihnii fid-diin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, pahamkanlah aku tentang agama (Islam).<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Al-Bukhari no. 143, Fathul Barri I/244, dan Muslim no. 2477. Hadits Shahih.</p>
<hr />
<p><!-- 134. Doa Agar Diri Dan Keluarga Tetap Mendirikan Shalat (Doa Nabi Ibrahim) --></p>
<h2>134. Doa Agar Diri Dan Keluarga Tetap Mendirikan Shalat (Doa Nabi Ibrahim)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbij&#8217;alnii muqiimash-sholaati wa min dzurriyyatii, robbanaa wa taqobbal du&#8217;aa&#8217;.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Rabb-ku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Ibrahim [14]: 40).</p>
<hr />
<p><!-- 135. Doa Agar Menjadi Hamba Yang Bersyukur Dan Agar Bisa Beramal Shaleh (Doa Nabi Sulaiman) --></p>
<h2>135. Doa Agar Menjadi Hamba Yang Bersyukur Dan Agar Bisa Beramal Shaleh (Doa Nabi Sulaiman)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbi auzi&#8217;nii an asykuro ni&#8217;matakallatii an&#8217;amta &#8216;alayya wa &#8216;alaa waalidayya wa an a&#8217;mala shoolihan tardhoohu, wa ad-khilnii birohmatika fii &#8216;ibaadikash-shoolihiin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh yang Engkau ridhai. Masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (An-Naml [27]: 19).</p>
<hr />
<p><!-- 136. Doa Memohon Petunjuk, Ketakwaan, 'Afaf (Terjaga) Dan Ghina (Merasa Cukup) --></p>
<h2>136. Doa Memohon Petunjuk, Ketakwaan, &#8216;Afaf (Terjaga) Dan Ghina (Merasa Cukup)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ الهُدَى، وَالتُّقَى، وَالعَفَافَ، وَالغِنَى</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-alukal hudaa, wat-tuqoo, wal &#8216;afaaf, wal ghinaa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat &#8216;afaf dan ghina.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim no. 2721.</p>
<hr />
<p><!-- 137. Doa Memohon Ketakwaan Dan Jiwa Yang Suci --></p>
<h2>137. Doa Memohon Ketakwaan Dan Jiwa Yang Suci</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ آتِ نَفْسِيْ تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا، أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma aati nafsii taqwaahaa wazakkihaa, anta khairu man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa maulaahaa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku ketakwaaan jiwa dan sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Rabb yang mensucikannya, Engkau pelindung dan Pemeliharanya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim.</p>
<hr />
<p><!-- 138. Doa Agar Dilapangkan Hati Dan Dimudahkan Urusan Dan Ucapan (Doa Nabi Musa) --></p>
<h2>138. Doa Agar Dilapangkan Hati Dan Dimudahkan Urusan Dan Ucapan (Doa Nabi Musa)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbisy-roh lii shodrii, wa yassir lii amrii, wah lul &#8216;uqdatan min lisaanii, yafqohuu qoulii.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Thaha [20]: 25-28).</p>
<hr />
<p><!-- 139. Doa Memperbaiki Urusan Agama Dan Dunia --></p>
<h2>139. Doa Memperbaiki Urusan Agama Dan Dunia</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى، وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى، وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma ashlih lii diiniyal-ladzii huwa &#8216;ishmatu amrii, wa ashlih lii dunyaayallatii fiihaa ma&#8217;aasyii, wa ashlih lii aakhirotillatii fiihaa ma&#8217;aadii, waj&#8217;alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin, waj&#8217;alil mauta roohatan lii min kulli syarrin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, perbaikilah agamaku sebagai benteng urusanku, perbaikilah duniaku yang menjadi tempat kehidupanku, perbaikilah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Dan jadikanlah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan, dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim no. 2720.</p>
<hr />
<p><!-- 140. Doa Melihat Hilal (Bulan Tanggal Satu) --></p>
<h2>140. Doa Melihat Hilal (Bulan Tanggal Satu)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيْمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahu akbar, allaahumma ahillahu &#8216;alainaa bil amni wal iimaan, was-salaamati wal islaam, wat-taufiiqi limaa tuhibbu wa tardhoo, robbunaa wa robbukallaah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Allah Maha Besar, Ya Allah, munculkanlah hilal itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq kepada apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Rabb kami dan Rabb kamu (wahai bulan) adalah Allah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ahmad dalam musnadnya 888, Ad-Darimi dalam sunannya 1729, At-Thabrani dalam Mu&#8217;jam al-Kabir 13330.</p>
<hr />
<p><!-- 141. Doa Melihat Permulaan Buah --></p>
<h2>141. Doa Melihat Permulaan Buah</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ ثَمَرِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِيْ مَدِيْنَتِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِيْ صَاعِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِيْ مُدِّنَا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma baarik lanaa fii tsamarinaa, wa baarik lanaa fii madiinatinaa, wa baarik lanaa fii shoo&#8217;inaa, wa baarik lanaa fii muddinaa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, berilah berkah buah-buahan kami, berilah berkah kota kami, berilah berkah takaran kami (sehingga di antara kami tidak sering mengurangi timbangan) dan berilah berkah mud kami.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim 2/1000.</p>
<hr />
<p><!-- 142. Doa Memohon Hisab yang Mudah --></p>
<h2>142. Doa Memohon Hisab yang Mudah</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ حَاسِبْنِى حِسَابًا يَسِيرًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma haasibnii hisaaban yasiiron.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, hisablah aku dengan hisab yang mudah.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ahmad 6/48.</p>
<hr />
<p><!-- 143. Doa Agar Ucapan Terjaga Saat Marah Maupun Ridha --></p>
<h2>143. Doa Agar Ucapan Terjaga Saat Marah Maupun Ridha</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَى</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-aluka kalimatal haqqi fil ghodhobi war-ridhoo.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, aku memohon kepada-Mu perkataan yang benar pada saat marah dan ridha.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ahmad IV/264.</p>
<hr />
<p><!-- 144. Doa Memohon Melihat Wajah Allah --></p>
<h2>144. Doa Memohon Melihat Wajah Allah</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ، وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-aluka ladz-dzatan-nazhori ilaa wajhika, wasy-syauqo ilaa liqoo-ika fii ghoiri dhorroo-a mudhirrotin wa laa fitnatin mudhillah.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, Aku mohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu (di Surga), rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Nasai 1305</p>
<hr />
<p><!-- 145. Doa Agar Mencintai Dan Dicintai Allah 1 --></p>
<h2>145. Doa Agar Mencintai Dan Dicintai Allah 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wa hubba &#8216;amalin yuqorribu ilaa hubbika.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, aku memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243</p>
<hr />
<p><!-- 146. Doa Agar Mencintai Dan Dicintai Allah 2 --></p>
<h2>146. Doa Agar Mencintai Dan Dicintai Allah 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَالْعَمَلَ الَّذِى يُبَلِّغُنِى حُبَّكَ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَىَّ مِنْ نَفْسِى، وَأَهْلِى، وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wal &#8216;amalal-ladzii yuballi-ghunii hubbaka. Allaahummaj&#8217;al hubbaka ahabba ilayya min nafsii, wa ahlii, wa minal maa&#8217;il baarid.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, aku memohon kepada-Mu cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan amalan yang mengantarkanku menggapai cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cintaku kepada-Mu lebih aku cintai daripada cintaku kepada diriku sendiri, keluargaku, dan air dingin.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. At-Tirmidzi dari jalan Abu Darda’ radhiyallahu anhu, dan beliau (At-Tirmidzi) berkata derajat hadits ini hasan (baik).</p>
<hr />
<p><!-- 147. Doa Agar Diterima Amal Ibadah Dan Taubat (Doa Nabi Ibrahim) --></p>
<h2>147. Doa Agar Diterima Amal Ibadah Dan Taubat (Doa Nabi Ibrahim)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbanaa taqobbal minnaa, innaka antas-sami&#8217;ul &#8216;aliim. Wa tub &#8216;alainaa, innaka antat-tawwaabur-rohiim.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhan kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Al Baqarah [2]: 127 dan 128).</p>
<hr />
<p><!-- 148. Doa Agar Tergolong Orang Beriman 1 (Doa Nabi Ibrahim) --></p>
<h2>148. Doa Agar Tergolong Orang Beriman 1 (Doa Nabi Ibrahim)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ، وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbi hab lii hukman, wa alhiqnii bish-shoolihiin. Waj&#8217;al lii lisaana shidqin fil aakhiriin. Waj&#8217;alnii min waro-tsati jannatin-na&#8217;iim.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah, dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Asy Syu’ara [26]: 83-85).</p>
<hr />
<p><!-- 149. Doa Agar Tergolong Orang Beriman 2 --></p>
<h2>149. Doa Agar Tergolong Orang Beriman 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbanaa aamannaa fak-tubnaa ma&#8217;asy-syaahidiin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad).<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Al Maidah [5]: 83).</p>
<hr />
<p><!-- 150. Doa Agar Bertawakal Hanya Kepada Allah 1 (Doa Nabi Ibrahim) --></p>
<h2>150. Doa Agar Bertawakal Hanya Kepada Allah 1 (Doa Nabi Ibrahim)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbanaa &#8216;alaika tawakkalnaa, wa ilaika anabnaa, wa ilaikal mashiir.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal, dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Al Mumtahanah [60]: 4).</p>
<hr />
<p><!-- 151. Doa Agar Bertawakal Hanya Kepada Allah 2 --></p>
<h2>151. Doa Agar Bertawakal Hanya Kepada Allah 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Hasbiyallaah, laa ilaaha illaa huu, &#8216;alaihi tawakkaltu, wa huwa robbul &#8216;arsyil &#8216;azhiim.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Cukuplah Allah bagiku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (At Taubah [9]: 129).</p>
<hr />
<p><!-- 152. Doa Agar Disempurnakan Cahayanya Dan Memohon Ampun --></p>
<h2>152. Doa Agar Disempurnakan Cahayanya Dan Memohon Ampun</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbanaa atmim lanaa nuuronaa, wagh-fir lanaa, innaka &#8216;alaa kulli syai-in qodiir.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (At Tahrim [66]: 8).</p>
<hr />
<p><!-- 153. Doa Memohon Rahmat Dan Petunjuk --></p>
<h2>153. Doa Memohon Rahmat Dan Petunjuk</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbanaa aatinaa min ladunka rohmatan, wa hayyi&#8217; lanaa min amrinaa rosyadaa.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Al Kahfi [18]: 10).</p>
<hr />
<p><!-- 154. Doa Agar Diwafatkan Dalam Keadaan Islam Dan Tergolong Orang Saleh (Doa Nabi Yusuf) --></p>
<h2>154. Doa Agar Diwafatkan Dalam Keadaan Islam Dan Tergolong Orang Saleh (Doa Nabi Yusuf)</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">أَنتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Anta waliyyii fid-dunyaa wal aakhiroh, tawaffanii musliman, wa alhiqnii bish-shoolihiin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Yusuf [12]: 101)</p>
<hr />
<p><!-- 155. Doa Memohon Petunjuk Dan Kebenaran 1 --></p>
<h2>155. Doa Memohon Petunjuk Dan Kebenaran 1</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالسَّدَادَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-alukal hudaa was-sadaad.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk dan kebenaran.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim no. 2725.</p>
<hr />
<p><!-- 156. Doa Memohon Petunjuk Dan Kebenaran 2 --></p>
<h2>156. Doa Memohon Petunjuk Dan Kebenaran 2</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ وَسَدِّدْنِي</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahummahdinii wa saddidnii.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, berilah aku hidayah dan keteguhan dalam kebenaran.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim dalam Shahih Muslim.</p>
<hr />
<p><!-- 157. Doa Memohon Kesabaran Dan Agar Diwafatkan Dalam Keadaan Muslim --></p>
<h2>157. Doa Memohon Kesabaran Dan Agar Diwafatkan Dalam Keadaan Muslim</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Robbanaa afrigh &#8216;alainaa shobron, wa tawaffanaa muslimiin.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).<br />
<strong>Keterangan:</strong> (Al A&#8217;raf [7]: 126).</p>
<hr />
<p><!-- 158. Doa Memohon Dihidupkan Jika Itu Baik, Dan Dimatikan Jika Itu Baik --></p>
<h2>158. Doa Memohon Dihidupkan Jika Itu Baik, Dan Dimatikan Jika Itu Baik</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma ahyinii maa kaanatil hayaatu khoiron lii, wa tawaffanii idzaa kaanatil wafaatu khoiron lii.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku, dan matikanlah aku jika kematian itu baik untukku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Bukhari no. 6351, 5671 dan Muslim no. 2680.</p>
<hr />
<p><!-- 159. Doa Memohon Keteguhan, Petunjuk Sekaligus Sebagai Pemberi Petunjuk --></p>
<h2>159. Doa Memohon Keteguhan, Petunjuk Sekaligus Sebagai Pemberi Petunjuk</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ ثَبِّتْنِي، وَاجْعَلْنِي هَادِيًا مَهْدِيًّا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma tsabbitnii, waj&#8217;alnii haadiyan mahdiyyan.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, teguhkanlah aku. Dan jadikanlah aku sebagai pemberi petunjuk sekaligus mendapat petunjuk.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Bukhari, Muslim.</p>
<hr />
<p><!-- 160. Doa Memohon Keimanan, Keyakinan Dan Pemahaman --></p>
<h2>160. Doa Memohon Keimanan, Keyakinan Dan Pemahaman</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ زِدْنَا إِيْمَانًا، وَيَقِيْنًا، وَفِقْهًا</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma zidnaa iimaanan, wa yaqiinan, wa fiqhan.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, tambahkan kepada kami keimanan, keyakinan dan pemahaman (yang benar).<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Abdullah bin Imam Ahmad dalam As-Sunnah (I/368, No. 797) dan Al-Laalikai dalam Syirah Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah waljama’ah (No. 1704). Al-Hafizh Ibnu Hajar menyatakan sanadnya shahih dalam Fathul Barri (I/48).</p>
<hr />
<p><!-- 161. Doa Memohon Keteguhan Di Atas Islam --></p>
<h2>161. Doa Memohon Keteguhan Di Atas Islam</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">يَا وَلِيَّ الْإِسْلَامِ وَأَهْلِهِ، مَسِّكْنِي الْإِسْلَامَ، حَتَّى أَلْقَاكَ عَلَيْهِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Yaa waliyyal islaami wa ahlih, massiknil islaam, hattaa alqooka &#8216;alaih.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Wahai Dzat yang melindungi Islam dan pemeluknya, kokohkanlah kami di atas Islam, sampai kami menemui-Mu dengan membawanya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. ath-Thabrani.</p>
<hr />
<p><!-- 162. Doa Memohon Iman Yang Tidak Lepas, Nikmat Yang Tidak Habis, Dan Menyertai Nabi Muhammad Di Surga --></p>
<h2>162. Doa Memohon Iman Yang Tidak Lepas, Nikmat Yang Tidak Habis, Dan Menyertai Nabi Muhammad Di Surga</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا لَا يَرْتَدُّ، وَنَعِيْمًا لَا يَنْفَدُ، وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii as-aluka iimaanan laa yartadd, wa na&#8217;iiman laa yanfad, wa muroofaqota muhammadin shollallaahu &#8216;alaihi wa sallama fii a&#8217;laa jannatil khuld.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu iman yang tidak akan lepas, nikmat yang tidak akan habis, dan menyertai Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga yang paling tinggi selamanya.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ahmad 1:400, Ibnu Hibban 5:303. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih lighairihi (sahih dilihat dari jalur lain).</p>
<hr />
<p><!-- 163. Doa Menolak Firasat Buruk/Sial --></p>
<h2>163. Doa Menolak Firasat Buruk/Sial</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ لاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ، وَلاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ، وَلاَ إِلَـٰهَ غَيْرُكَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma laa thoiro illaa thoiruk, wa laa khoiro illaa khoiruk, wa laa ilaaha ghoiruk.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, tidak ada kesialan kecuali kesialan yang Engkau tentukan, dan tidak ada kebaikan kecuali kebaikanMu, serta tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Ahmad 2/220, Ibnus Sunni no. 292, dan lihat Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1065.</p>
<hr />
<p><!-- 164. Doa Berlindung Dari Hilangnya Nikmat, Berubahnya Kesehatan/Keselamatan, Siksa Dan Murka Allah --></p>
<h2>164. Doa Berlindung Dari Hilangnya Nikmat, Berubahnya Kesehatan/Keselamatan, Siksa Dan Murka Allah</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii a&#8217;uudzu bika min zawaali ni&#8217;matik, wa tahawwuli &#8216;aafiyatik, wa fujaa-ati niqmatik, wa jamii&#8217;i sakhathik.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Muslim no. 2739.</p>
<hr />
<p><!-- 165. Doa Berlindung dari Beratnya Cobaan, Kesengsaraan yang Hebat, Keburukan Takdir dan Kegembiraan Musuh --></p>
<h2>165. Doa Berlindung dari Beratnya Cobaan, Kesengsaraan yang Hebat, Keburukan Takdir dan Kegembiraan Musuh</h2>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ البَلاَءِ، وَدَرَكِ الشَقَاءِ، وَسُوءِ القَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ</p>
<p><strong>Latin:</strong> <em>Allaahumma innii a&#8217;uudzu bika min jahdil balaa&#8217;, wa darokisy-syaqoo&#8217;, wa suu-il qodhoo&#8217;, wa syamaatatil a&#8217;daa&#8217;.</em><br />
<strong>Arti:</strong> Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang hebat, keburukan takdir dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpaku.<br />
<strong>Keterangan:</strong> HR. Al-Bukhari no. 6347 dan Muslim no. 2707. Muttafaqun ‘alaih.</p>
<hr />
<h2>166. Bila Takut Mengenai Sesuatu Dengan Matanya (‘Ain)</h2>
<p>Teks Arab:</p>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ، أَوْ مِنْ نَفْسِهِ، أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَارِكْ، فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ</p>
<p>Latin:<br />
Idzā ra’ā aḥadukum min akhīhi, aw min nafsihi, aw min mālihi mā yu‘jibuhu falyubārik, fa-inna al-‘ayna ḥaqq.</p>
<p>Arti:<br />
“Apabila seseorang di antara kamu melihat pada saudaranya, dirinya, atau hartanya sesuatu yang menakjubkan, maka hendaklah ia mendoakan keberkahan baginya. Sesungguhnya ‘ain (kena mata) itu benar adanya.”</p>
<p>Keterangan:<br />
HR. Ahmad 4/447, Ibnu Majah, dan Malik. Lihat Zād al-Ma‘ād 4/170, tahqiq Al-Arnauth.</p>
<h2>167. Bila Malam Tiba</h2>
<p>Teks Arab:</p>
<p style="text-align: right; font-size: 32px; line-height: 1.6; margin-bottom: 10px;">إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ – أَوْ أَمْسَيْتُمْ – فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَتْ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، وَغَطُّوا آنيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ</p>
<p>Latin:<br />
Idzā kāna junḥu al-layl — aw amsaytum — fakuffū ṣibyānakum, fa-inna asy-syayāṭīn tantasyiru ḥīna’idz. Fa-idzā dzahabat sā‘atun mina al-layl fakhallūhum. Wa aghliqū al-abwāba wa udzkurū sma Allāh, fa-inna asy-syayṭāna lā yaftaḥu bāban mughlaqan. Wa awkū qirabakum wa udzkurū sma Allāh, wa ghaṭṭū āniyatakum wa udzkurū sma Allāh, walaw an tu‘riḍū ‘alayhā syay’an, wa aṭfi’ū maṣābīḥakum.</p>
<p>Arti:<br />
“Apabila malam telah datang — atau kalian masuk waktu malam — maka tahanlah anak-anak kalian, karena setan bertebaran saat itu. Jika telah berlalu beberapa saat dari malam, maka lepaskanlah mereka. Dan tutuplah pintu-pintu kalian sambil menyebut nama Allah, karena setan tidak membuka pintu yang tertutup. Ikatlah gerabah (wadah air) kalian dan sebutlah nama Allah. Tutuplah tempat makan atau minuman kalian sambil menyebut nama Allah, sekalipun hanya dengan meletakkan sesuatu di atasnya, dan padamkanlah lampu-lampu kalian.”</p>
<hr />
<p>Semoga ratusan kumpulan doa harian dan doa untuk berbagai peristiwa ini bisa menjadi teman setia dalam aktivitas kita—dari bangun tidur hingga kembali memejamkan mata. Jadikan doa sebagai napas yang menenangkan dan pengingat bahwa segala urusan hidup selalu lebih mudah ketika kita meminta pertolongan kepada-Nya. Teruslah memperkaya diri dengan doa, karena dari situlah kekuatan hati, ketenangan, dan keberkahan hidup bermula.;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Nabi Ibrahim AS Singkat</title>
		<link>https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-ibrahim-singkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[abiphone.com@gmail.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 16:25:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Ibrahim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yasin.idxstock.com/?p=547</guid>

					<description><![CDATA[Yuk, baca kisah Nabi Ibrahim AS singkat untuk memahami akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan pada kaumnya. Kisah ini diringkas agar mudah dibaca, tetap akurat, dan tetap kuat pesan peradabannya. Kisah Nabi Ibrahim AS memberikan gambaran tentang akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan di tengah dinamika kaumnya. Ringkasan ini membantu pembaca memahami alur ... <a title="Kisah Nabi Ibrahim AS Singkat" class="read-more" href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-ibrahim-singkat/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Kisah Nabi Ibrahim AS Singkat">Baca Selengkapnya</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yuk, baca kisah Nabi Ibrahim AS singkat untuk memahami akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan pada kaumnya. Kisah ini diringkas agar mudah dibaca, tetap akurat, dan tetap kuat pesan peradabannya.</p>
<hr />
<p>Kisah Nabi Ibrahim AS memberikan gambaran tentang akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan di tengah dinamika kaumnya. Ringkasan ini membantu pembaca memahami alur dakwah dan pesan peradaban yang dibawa oleh beliau.</p>
<h2>Cerita Nabi Ibrahim AS Singkat</h2>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://i.pinimg.com/1200x/5d/84/6a/5d846a430b94f7d66b14f32cb0a8c8e5.jpg" alt="kisah nabi ibrahim singkat" width="1200" height="1642" /></p>
<p>Nabi Ibrahim adalah putera Aaazar (Tarih) bin Tahur bin Saruj bin Rau&#8217; bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.s</p>
<p>Ia dilahirkan di sebuah tempat bernama &#8220;Faddam A&#8217;ram&#8221; dalam kerajaan &#8220;Babylon&#8221; yang pada waktu itu diperintah oleh seorang raja bernama &#8220;Namrud bin Kan&#8217;aan.&#8221;</p>
<p>Kerajaan Babylon pada masa itu termasuk kerajaan yang makmur rakyat hidup senang, sejahtera dalam keadaan serba cukup sandang mahupun pandangan serta saranan-saranan yang menjadi keperluan pertumbuhan jasmani mereka.</p>
<p>Akan tetapi tingkatan hidup rohani mereka masih berada di tingkat jahiliyah.</p>
<p>Mereka tidak mengenal Tuhan Pencipta mereka yang telah memberi karunia mereka dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi.</p>
<p>Persembahan mereka adalah patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu atau terbuat dari lumpur dan tanah.</p>
<p>Raja mereka Namrud bin Kan&#8217;aan menjalankan tampuk pemerintahnya dengan tangan besi dan kekuasaan mutlak.</p>
<p>Semua kehendaknya harus terlaksana dan segala perintahnya merupakan undang-undang yang tidak dapat dilanggar atau di tawar.</p>
<p>Kekuasaan yang besar yang berada di tangannya itu dan kemewahan hidup yang berlebuh-lebihanyang ia nikmati lama-kelamaan menjadikan ia tidak puas dengan kedudukannya sebagai raja.</p>
<p>Ia merasakan dirinya patut disembah oleh rakyatnya sebagai tuhan.</p>
<p>Ia berfikir jika rakyatnya mahu dan rela menyembah patung-patung yang terbina dari batu yang tidal dapat memberi manfaat dan mendatangkan kebahagiaan bagi mereka, mengapa bukan dialah yang disembah sebagai tuhan.</p>
<p>Dia yang dapat berbicara, dapat mendengar, dapat berfikir, dapat memimpin mereka, membawa kemakmuran bagi mereka dan melepaskan dari kesengsaraan dan kesusahan.</p>
<p>Dia yang dapat mengubah orang miskin menjadi kaya dan orang yang hina-dina diangkatnya menjadi orang mulia.</p>
<p>di samping itu semuanya, ia adalah raja yang berkuasa dan memiliki negara yang besar dan luas.</p>
<p>Di tengah-tengah masyarakat yang sedemikian buruknya lahir dan dibesarkanlah Nabi Ibrahim dari seorang ayah yang bekerja sebagai pemahat dan pedagang patung.</p>
<p>Ia sebagai calun Rasul dan pesuruh Allah yang akan membawa pelita kebenaran kepada kaumnya,jauh-jauh telah diilhami akal sehat dan fikiran tajam serta kesedaran bahwa apa yang telah diperbuat oleh kaumnya termasuk ayahnya sendiri adalah perbuat yang sesat yang menandakan kebodohan dan kecetekan fikiran dan bahwa persembahan kaumnya kepada patung-patung itu adalah perbuatan mungkar yang harus dibanteras dan diperangi agar mereka kembali kepada persembahan yang benar ialah persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan pencipta alam semesta ini.</p>
<p>Semasa remajanya Nabi Ibrahim sering disuruh ayahnya keliling kota menjajakan patung-patung buatannya namun karena iman dan tauhid yang telah diilhamkan oleh Tuhan kepadanya ia tidak bersemangat untuk menjajakan barang-barang itu bahkan secara mengejek ia menawarkan patung -patung ayahnya kepada calon pembeli dengan kata-kata:&#8221; Siapakah yang akan membeli patung-patung yang tidak berguna ini? &#8221;</p>
<p>Nabi Ibrahim Ingin Melihat Bagaimana Makhluk Yang Sudah Mati Dihidupkan Kembali Oleh Allah</p>
<p>Nabi Ibrahim yang sudah berketetapan hati hendak memerangi syirik dan persembahan berhala yang berlaku dalam masyarakat kaumnya ingin lebih dahulu mempertebalkan iman dan keyakinannya, menenteramkan hatinya serta membersihkannya dari keragu-raguan yang mungkin esekali mangganggu fikirannya dengan memohon kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya bagaimana Dia menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati.</p>
<p>Berserulah ia kepada Allah: &#8221; Ya Tuhanku! Tunjukkanlah kepadaku bagaimana engkau menghidupkan makhluk-makhluk yang sudah mati.</p>
<p>&#8220;Allah menjawab seruannya dengan berfirman:Tidakkah engkau beriman dan percaya kepada kekuasaan-Ku? &#8220;Nabi Ibrahim menjawab:&#8221; Betul, wahai Tuhanku, aku telah beriman dan percaya kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu, namun aku ingin sekali melihat itu dengan mata kepala ku sendiri, agar aku mendapat ketenteraman dan ketenangan dan hatiku dan agar makin menjadi tebal dan kukuh keyakinanku kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu&#8221;.</p>
<p>Allah memperkenankan permohonan Nabi Ibrahim lalu diperintahkanlah ia menangkap empat ekor burung lalu setelah memperhatikan dan meneliti bahagian tubuh-tubuh burung itu, memotongnya menjadi berkeping-keping mencampur-baurkan kemudian tubuh burung yang sudak hancur-luluh dan bercampur-baur itu diletakkan di atas puncak setiap bukit dari empat bukit yang letaknya berjauhan satu dari yang lain.</p>
<p>Setelah dikerjakan apa yang telah diisyaratkan oleh Allah itu, diperintahnyalah Nabi Ibrahim memanggil burung-burung yang sudah terkoyak-koyak tubuhnya dan terpisah jauh tiap-tiap bahagian tubuh burung dari bahagian yang lain.</p>
<p>Dengan izin Allah dan kuasa-Nya datanglah berterbangan enpat ekor burung itu dalam keadaan utuh bernyawa seperti sedia kala begitu mendengar seruan dan panggilan Nabi Ibrahim kepadanya lalu hinggaplah empat burung yang hidup kembali itu di depannya, dilihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah YAng Maha Berkuasa dapat menghidupkan kembali makhluk-Nya yang sudah mati sebagaimana Dia menciptakannya dari sesuatu yang tidak ada.</p>
<p>Dan dengan demikian tercapailah apa yang diinginkan oleh Nabi Ibrahim untuk mententeramkan hatinya dan menghilangkan kemungkinan ada keraguan di dalam iman dan keyakinannya, bahwa kekuasaan dan kehendak Allah tidak ada sesuatu pun di langit atau di bumi yang dapat menghalangi atau menentangnya dan hanya kata &#8220;Kun&#8221; yang difirmankan Oleh-Nya maka terjadilah akan apa yang dikehendaki &#8221; Fayakun&#8221;.</p>
<h3>Nabi Ibrahim Berdakwah Kepada Ayah Kandungnya</h3>
<p>Aazar, ayah Nabi Ibrahim tidak terkecuali sebagaimana kaumnya yang lain, bertuhan dan menyembah berhala bah ia adalah pedagang dari patung-patung yang dibuat dan dipahatnya sendiri dan daripadanya orang membeli patung-patung yang dijadikan persembahan.</p>
<p>Nabi Ibrahim merasa bahwa kewajiban pertama yang harus ia lakukan sebelum berdakwah kepada orang lain ialah menyedarkan ayah kandungnya dulu orang yang terdekat kepadanya bahwa kepercayaan dan persembahannya kepada berhala-berhala itu adalah perbuatan yang sesat dan bodoh.</p>
<p>Beliau merasakan bahawa kebaktian kepada ayahnya mewajibkannya memberi penerangan kepadanya agar melepaskan kepercayaan yang sesat itu dan mengikutinya beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Dengan sikap yang sopan dan adab yang patut ditunjukkan oleh seorang anak terhadap orang tuanya dan dengan kata-kata yang halus ia datang kepada ayahnya menyampaikan bahwa ia diutuskan oleh Allah sebagai nabi dan rasul dan bahawa ia telah diilhamkan dengan pengetahuan dan ilmu yang tidak dimiliki oleh ayahnya.</p>
<p>Ia bertanya kepada ayahnya dengan lemah lembut gerangan apakah yang mendorongnya untuk menyembah berhala seperti lain-lain kaumnya padahal ia mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak berguna sedikit pun tidak dapat mendatangkan keuntungan bagi penyembahnya atau mencegah kerugian atau musibah.</p>
<p>Diterangkan pula kepada ayahnya bahwa penyembahan kepada berhala-berhala itu adalah semata-mata ajaran syaitan yang memang menjadi musuh kepada manusia sejak Adam diturunkan ke bumi lagi.</p>
<p>Ia berseru kepada ayahnya agar merenungkan dan memikirkan nasehat dan ajakannya berpaling dari berhala-berhala dan kembali menyembah kepada Allah yang menciptakan manusia dan semua makhluk yang dihidupkan memberi mereka rezeki dan kenikmatan hidup serta menguasakan bumi dengan segala isinya kepada manusia.</p>
<p>Aazar menjadi merah mukanya dan melotot matanya mendengar kata-kata seruan puteranya Nabi Ibrahim yyang ditanggapinya sebagai dosa dan hal yang kurang patut bahwa puteranya telah berani mengecam dan menghina kepercayaan ayahnya bahkan mengajakkannya untuk meninggalkan kepercayaan itu dan menganut kepercayaan dan agama yang ia bawa.</p>
<p>Ia tidak menyembunyikan murka dan marahnya tetapi dinyatakannya dalam kata-kata yang kasar dan dalam maki hamun seakan-akan tidak ada hunbungan diantara mereka.</p>
<p>Ia berkata kepada Nabi Ibrahim dengan nada gusar: &#8221; Hai Ibrahim! Berpalingkah engkau dari kepercayaan dan persembahanku ? Dan kepercayaan apakah yang engkau berikan kepadaku yang menganjurkan agar aku mengikutinya? Janganlah engkau membangkitkan amarahku dan cuba mendurhakaiku.</p>
<p>Jika engkau tidak menghentikan penyelewenganmu dari agama ayahmu tidak engkau hentikan usahamu mengecam dan memburuk-burukkan persembahanku, maka keluarlah engkau dari rumahku ini.</p>
<p>Aku tidak sudi bercampur denganmu didalam suatu rumah di bawah suatu atap.</p>
<p>Pergilah engkau dari mukaku sebelum aku menimpamu dengan batu dan mencelakakan engkau.</p>
<p>Nabi Ibrahim menerima kemarahan ayahnya, pengusirannya dan kata-kata kasarnya dengan sikap tenang, normal selaku anak terhadap ayah seray berkaat: &#8221; Oh ayahku! Semoga engkau selamat, aku akan tetap memohonkan ampun bagimu dari Allah dan akan tinggalkan kamu dengan persembahan selain kepada Allah.</p>
<p>Mudah-mudahan aku tidak menjadi orang yang celaka dan malang dengan doaku utkmu.</p>
<p>&#8221; Lalu keluarlah Nabi Ibrahim meninggalkan rumah ayahnya dalam keadaan sedih dan prihati karena tidak berhasil mengangkatkan ayahnya dari lembah syirik dan kufur.</p>
<h3>Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala-berhala</h3>
<p>Kegagalan Nabi Ibrahim dalam usahanya menyedarkan ayahnya yang tersesat itu sangat menusuk hatinya karena ia sebagai putera yang baik ingin sekali melihat ayahnya berada dalam jalan yang benar terangkat dari lembah kesesatan dan syirik namun ia sedar bahwa hidayah itu adalah di tangan Allah dan bagaimana pun ia ingin dengan sepenuh hatinya agar ayahnya mendapat hidayah ,bila belum dikehendaki oleh Allah maka sia-sialah keinginan dan usahanya.</p>
<p>Penolakan ayahnya terhadap dakwahnya dengan cara yang kasar dan kejam itu tidak sedikit pun mempengaruhi ketetapan hatinya dan melemahkan semangatnya untuk berjalan terus memberi penerangan kepada kaumnya untuk menyapu bersih persembahan-persembahan yang bathil dan kepercayaan-kepercayaan yang bertentangan dengan tauhid dan iman kepada Allah dan Rasul-Nya</p>
<p>Nabi Ibrahim tidak henti-henti dalam setiap kesempatan mengajak kaumnya berdialog dan bermujadalah tentang kepercayaan yang mereka anut dan ajaran yang ia bawa.</p>
<p>Dan ternyata bahwa bila mereka sudah tidak berdaya menilak dan menyanggah alasan-alasan dan dalil-dalil yang dikemukakan oleh Nabi Ibrahim tentang kebenaran ajarannya dan kebathilan kepercayaan mereka maka dalil dan alasan yang usanglah yang mereka kemukakan yaitu bahwa mereka hanya meneruskan apa yang oleh bapa-bapa dan nenek moyang mereka dilakukan dan sesekali mereka tidak akan melepaskan kepercayaan dan agama yang telah mereka warisi.</p>
<p>Nabi Ibrahim pada akhirnya merasa tidak bermanfaat lagi berdebat dan bermujadalah dengan kaumnya yang berkepala batu dan yang tidak mahu menerima keterangan dan bukti-bukti nyata yang dikemukakan oleh beliau dan selalu berpegang pada satu-satunya alasan bahwa mereka tidak akan menyimpang dari cara persembahan nenek moyang mereka, walaupun oleh Nabi Ibrahim dinyatakan berkali-kali bahwa mereka dan bapa-bapa mereka keliru dan tersesat mengikuti jejak syaitan dan iblis.</p>
<p>Nabi Ibrahim kemudian merancang akan membuktikan kepada kaumnya dengan perbuatan yang nyata yang dapat mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa berhala-berhala dan patung-patung mereka betul-betul tidak berguna bagi mereka dan bahkan tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri.</p>
<p>Adalah sudah menjadi tradisi dan kebiasaan penduduk kerajaan Babylon bahwa setiap tahun mereka keluar kota beramai-ramai pada suatu hari raya yang mereka anggap sebagai keramat.</p>
<p>Berhari-hari mereka tinggal di luar kota di suatu padang terbuka, berkhemah dengan membawa bekalan makanan dan minuman yang cukup.</p>
<p>Mereka bersuka ria dan bersenang-senang sambil meninggalkan kota-kota mereka kosong dan sunyi.</p>
<p>Mereka berseru dan mengajak semua penduduk agar keluar meninggalkan rumah dan turut beramai -ramai menghormati hari-hari suci itu.</p>
<p>Nabi Ibrahim yang juga turut diajak turut serta berlagak berpura-pura sakit dan diizinkanlah ia tinggal di rumah apalagi mereka merasa khuatir bahwa penyakit Nabi Ibrahim yang dibuat-buat itu akan menular dan menjalar di kalangan mereka bila ia turut serta.</p>
<p>&#8220;Inilah dia kesempatan yang ku nantikan,&#8221; kata hati Nabi Ibrahim tatkala melihat kota sudah kosong dari penduduknya, sunyi senyap tidak terdengar kecuali suara burung-burung yang berkicau, suara daun-daun pohon yang gemerisik ditiup angin kencang.</p>
<p>Dengan membawa sebuah kapak ditangannya ia pergi menuju tempat beribadatan kaumnya yang sudah ditinggalkan tanpa penjaga, tanpa juru kunci dan hanya deretan patung-patung yang terlihat diserambi tempat peribadatan itu.</p>
<p>Sambil menunjuk kepada semahan bunga-bunga dan makanan yang berada di setiap kaki patung berkata Nabi Ibrahim, mengejek:&#8221; Mengapa kamu tidak makan makanan yang lazat yang disaljikan bagi kamu ini? Jawablah aku dan berkata-katalah kamu.</p>
<p>&#8220;Kemudian disepak, ditamparlah patung-patung itu dan dihancurkannya berpotong-potong dengan kapak yang berada di tangannya.</p>
<p>Patung yang besar ditinggalkannya utuh, tidak diganggu yang pada lehernya dikalungkanlah kapak Nabi Ibrahim itu.</p>
<p>Terperanjat dan terkejutlah para penduduk, tatkala pulang dari berpesta ria di luar kota dan melihat keadaan patung-patung, tuhan-tuhan mereka hancur berantakan dan menjadi potongan-potongan terserak-serak di atas lantai.</p>
<p>Bertanyalah satu kepada yang lain dengan nada hairan dan takjub: &#8220;Gerangan siapakah yang telah berani melakukan perbuatan yang jahat dan keji ini terhadap tuhan-tuhan persembahan mereka ini?&#8221; Berkata salah seorang diantara mereka:&#8221; Ada kemungkinan bahwa orang yang selalu mengolok-olok dan mengejek persembahan kami yang bernama Ibrahim itulah yang melakukan perbuatan yang berani ini.</p>
<p>&#8221; Seorang yang lain menambah keterangan dengan berkata:&#8221; Bahkan dialah yang pasti berbuat, karena ia adalah satu-satunya orang yang tinggal di kota sewaktu kami semua berada di luar merayakan hari suci dan keramat itu&#8221;.</p>
<p>Selidik punya selidik, akhirnya terdapat kepastian yyang tidak diragukan lagi bahwa Ibrahimlah yang merusakkan dan memusnahkan patung-patung itu.</p>
<p>Rakyat kota beramai-ramai membicarakan kejadian yang dianggap suatu kejadian atau penghinaan yang tidak dapat diampuni terhadap kepercayaan dan persembahan mereka.</p>
<p>Suara marah, jengkel dan kutukan terdengar dari segala penjuru, yang menuntut agar si pelaku diminta bertanggungjawab dalam suatu pengadilan terbuka, di mana seluruh rakyat penduduk kota dapat turut serta menyaksikannya.</p>
<p>Dan memang itulah yang diharapkan oleh Nabi Ibrahim agar pengadilannya dilakukan secara terbuka di mana semua warga masyarakat dapat turut menyaksikannya.</p>
<p>Karena dengan cara demikian beliau dapat secara terselubung berdakwah menyerang kepercayaan mereka yang bathil dan sesat itu, seraya menerangkan kebenaran agama dan kepercayaan yang ia bawa, kalau diantara yang hadir ada yang masih boleh diharapkan terbuka hatinya bagi iman dari tauhid yang ia ajarkan dan dakwahkan.</p>
<p>Hari pengadilan ditentukan dan datang rakyat dari segala pelosok berduyung-duyung mengujungi padang terbuka yang disediakan bagi sidang pengadilan itu.</p>
<p>Ketika Nabi Ibrahim datang menghadap para hakim yang akan mengadili ia disambut oleh para hadirin dengan teriakan kutukan dan cercaan, menandakan sangat gusarnya para penyembah berhala terhadap beliau yang telah berani menghancurkan persembahan mereka.</p>
<p>Ditanyalah Nabi Ibrahim oleh para hakim:&#8221; Apakah engkau yang melakukan penghancuran dan merusakkan tuhan-tuhan kami?&#8221; Dengan tenang dan sikap dingin, Nabi Ibrahim menjawab:</p>
<p>&#8220;Patung besar yang berkalungkan kapak di lehernya itulah yang melakukannya&#8221;.</p>
<p>Coba tanya saja kepada patung-patung itu siapakah yang menghancurkannya.</p>
<p>Para hakim penanya terdiam sejenak seraya melihat yang satu kepada yang lain dan berbisik-bisik, seakan-akan Ibrahim yang mengandungi ejekan itu.</p>
<p>Kemudian berkata si hakim:&#8221; Engkaukan tahu bahwa patung-patung itu tidak dapat bercakap dan berkata mengapa engkau minta kami bertanya kepadanya?&#8221; Tibalah waktunya yang memang dinantikan oleh Nabi Ibrahim, maka sebagai jawapan atas pertanyaan yang terakhir itu beliau berpidato membentangkan kebathilan persembahan mereka,yang mereka pertahankan mati-matian, semata-mata hanya karena adat itu adalah warisan nenek-moyang.</p>
<p>Berkata Nabi Ibrahim kepada para hakim itu:&#8221; Jika demikian halnya, mengapa kamu sembah patung-patung itu, yang tidak dapat berkata, tidak dapat melihat dan tidak dapat mendengar, tidak dapat membawa manfaat atau menolak mudharat, bahkan tidak dapat menolong dirinya dari kehancuran dan kebinasaan? Alangkah bodohnya kamu dengan kepercayaan dan persembahan kamu itu! Tidakkah dapat kamu berfikir dengan akal yang sehat bahwa persembahan kamu adalah perbuatan yang keliru yang hanya difahami oleh syaitan.</p>
<p>Mengapa kamu tidak menyembah Tuhan yang menciptakan kamu, menciptakan alam sekeliling kamu dan menguasakan kamu di atas bumi dengan segala isi dan kekayaan.</p>
<p>Alangkah hina dinanya kamu dengan persembahan kamu itu. &#8221;</p>
<p>Setelah selesai Nabi Ibrahim menguraikan pidatonya iut, para hakim mencetuskan keputusan bahawa Nabi Ibrahim harus dibakar hidup-hidup sebagai ganjaran atas perbuatannya menghina dan menghancurkan tuhan-tuhan mereka, maka berserulah para hakim kepada rakyat yang hadir menyaksikan pengadilan itu:&#8221; Bakarlah ia dan belalah tuhan-tuhanmu , jika kamu benar-benar setia kepadanya. &#8221;</p>
<h3>Nabi Ibrahim Dibakar Hidup-hidup</h3>
<p>Keputusan mahkamah telah dijatuhakan.</p>
<p>Nabi Ibrahim harus dihukum dengan membakar hidup-hidup dalam api yang besar sebesar dosa yang telah dilakukan.</p>
<p>Persiapan bagi upacara pembakaran yang akan disaksikan oleh seluruh rakyat sedang diaturkan.</p>
<p>Tanah lapang bagi tempat pembakaran disediakan dan diadakan pengumpulan kayu bakar dengan banyaknya dimana tiap penduduk secara gotong-royong harus mengambil bahagian membawa kayu bakar sebanyak yang ia dapat sebagai tanda bakti kepada tuhan-tuhan persembahan mereka yang telah dihancurkan oleh Nabi Ibrahim.</p>
<p>Berduyun-duyunlah para penduduk dari segala penjuru kota membawa kayu bakar sebagai sumbangan dan tanda bakti kepada tuhan mereka.</p>
<p>Di antara terdapat para wanita yang hamil dan orang yang sakit yang membawa sumbangan kayu bakarnya dengan harapan memperolehi barakah dari tuhan-tuhan mereka dengan menyembuhkan penyakit mereka atau melindungi yang hamil di kala ia bersalin.</p>
<p>Setelah terkumpul kayu bakar di lanpangan yang disediakan untuk upacara pembakaran dan tertumpuk serta tersusun laksan sebuah bukit, berduyun-duyunlah orang datang untuk menyaksikan pelaksanaan hukuman atas diri Nabi Ibrahim.</p>
<p>Kayu lalu dibakar dan terbentuklah gunung berapi yang dahsyat yang sedang berterbangan di atasnya berjatuhan terbakar oleh panasnya wap yang ditimbulkan oleh api yang menggunung itu.</p>
<p>Kemudian dalam keadaan terbelenggu, Nabi Ibrahim didatangkan dan dari atas sebuah gedung yang tinggi dilemparkanlah ia kedalam tumpukan kayu yang menyala-nyala itu dengan iringan firman Allah:&#8221; Hai api, menjadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim. &#8221;</p>
<p>Sejak keputusan hukuman dijatuhkan sampai saat ia dilemparkan ke dalam bukit api yang menyala-nyala itu, Nabi Ibrahim tetap menunjukkan sikap tenang dan tawakkal karena iman dan keyakinannya bahwa Allah tidak akan rela melepaskan hamba pesuruhnya menjadi makanan api dan kurban keganasan orang-orang kafir musuh Allah.</p>
<p>Dan memang demikianlah apa yang terjadi tatkala ia berada dalam perut bukit api yang dahsyat itu ia merasa dingin sesuai dengan seruan Allah Pelindungnya dan hanya tali temali dan rantai yang mengikat tangan dan kakinya yang terbakar hangus, sedang tubuh dan pakaian yang terlekat pada tubuhnya tetap utuh, tidak sedikit pun tersentuh oleh api, hal mana merupakan suatu mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada hamba pilihannya, Nabi Ibrahim, agar dapat melanjutkan penyampaian risalah yang ditugaskan kepadanya kepada hamba-hamba Allah yang tersesat itu.</p>
<p>Para penonton upacara pembakaran hairan tercenggang tatkala melihat Nabi Ibrahim keluar dari bukit api yang sudah padam dan menjadi abu itu dalam keadaan selamat, utuh dengan pakaiannya yang tetap berda seperti biasa, tidak ada tanda-tanda sentuhan api sedikit jua pun.</p>
<p>Mereka bersurai meninggalkan lapangan dalam keadaan hairan seraya bertanya-tanya pada diri sendiri dan di antara satu sama lain bagaimana hal yang ajaib itu berlaku, padahal menurut anggapan mereka dosa Nabi Ibrahim sudah nyata mendurhakai tuhan-tuhan yang mereka puja dan sembah.</p>
<p>Ada sebahagian daripada mereka yang dalam hati kecilnya mulai meragui kebenaran agama mereka namun tidak berani melahirkan rasa ragu-ragunya itu kepada orang lain, sedang para pemuka dan para pemimpin mereka merasa kecewa dan malu, karena hukuman yang mereka jatuhkan ke atas diri Nabi Ibrahim dan kesibukan rakyat mengumpulkan kayu bakar selama berminggu-minggu telah berakhir dengan kegagalan, sehingga mereka merasa malu kepada Nabi Ibrahim dan para pengikutnya.</p>
<p>Mukjizat yang diberikan oleh Allah s.w.t kepada Nabi Ibrahim sebagai bukti nyata akan kebenaran dakwahnya, telah menimbulkan kegoncangan dalam kepercayaan sebahagian penduduk terhadap persembahan dan patung-patung mereka dan membuka mata hati banyak daripada mereka untuk memikirkan kembali ajakan Nabi Ibrahim dan dakwahnya, bahkan tidak kurang daripada mereka yang ingin menyatakan imannya kepada Nabi Ibrahim, namun khuatir akan mendapat kesukaran dalam penghidupannya akibat kemarahan dan balas dendam para pemuka dan para pembesarnya yang mungkin akan menjadi hilang akal bila merasakan bahwa pengaruhnya telah bealih ke pihak Nabi Ibrahim.</p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Demikian ringkasnya kisah Nabi Ibrahim AS. Mari terus membaca <a href="https://yasin.idxstock.com/tag/kisah-nabi/" target="_blank" rel="noopener">sejarah dakwah nabi-nabi</a> agar akhlak kita semakin matang.</p>
<p>Setelah memahami perjalanan Nabi Ibrahim, kamu juga bisa menengok kembali <a href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-sholeh-singkat/" target="_blank" rel="noopener">cerita Nabi Saleh</a> AS, yang penuh pelajaran tentang ketaatan dan amanah. Dan sebagai lanjutan kisah berikutnya, jangan lupa baca <strong>kisah Nabi Luth</strong> AS, yang mengajarkan arti keteguhan hati dalam menjaga nilai-nilai kebenaran.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Nabi Sholeh AS Singkat</title>
		<link>https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-sholeh-singkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[abiphone.com@gmail.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 09:16:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Saleh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yasin.idxstock.com/?p=546</guid>

					<description><![CDATA[Yuk, baca kisah Nabi Sholeh AS singkat untuk memahami akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan pada kaumnya. Kisah ini diringkas agar mudah dibaca, tetap akurat, dan tetap kuat pesan peradabannya. Cerita Nabi Hud dan kisah Nabi Sholeh AS sama-sama menghadirkan teladan tentang akhlak, adab, dan sikap yang bijak menghadapi lingkungannya. Ringkasan ini membantu kita ... <a title="Kisah Nabi Sholeh AS Singkat" class="read-more" href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-sholeh-singkat/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Kisah Nabi Sholeh AS Singkat">Baca Selengkapnya</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yuk, baca kisah Nabi Sholeh AS singkat untuk memahami akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan pada kaumnya. Kisah ini diringkas agar mudah dibaca, tetap akurat, dan tetap kuat pesan peradabannya.</p>
<hr />
<p><a href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-hud-singkat/" target="_blank" rel="noopener">Cerita Nabi Hud</a> dan kisah Nabi Sholeh AS sama-sama menghadirkan teladan tentang akhlak, adab, dan sikap yang bijak menghadapi lingkungannya. Ringkasan ini membantu kita memahami alur dakwah mereka dan pesan peradaban yang ingin mereka bangun.</p>
<h2>Cerita Nabi Sholeh AS Singkat</h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://i.pinimg.com/1200x/ae/f7/90/aef790f68361c2f61c0f0bb4bba2b0a1.jpg" alt="kisah nabi sholeh singkat" width="1200" height="1642" /></p>
<p>Tsamud adalah nama suatu suku yang oleh sementara ahli sejarah dimasukkan bagian dari bangsa Arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam bangsa Yahudi.</p>
<p>Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama &#8221; Alhijir &#8221; terletak antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad yang telah habis binasa disapu angin taufan yang di kirim oleh Allah sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran mereka terhadap dakwah dan risalah Nabi Hud A.s</p>
<p>Kemakmuran dan kemewahan hidup serta kekayaan alam yang dahulu dimiliki dan dinikmati oleh kaum Aad telah diwarisi oleh kaum Tsamud.</p>
<p>Tanah-tanah yang subur yang memberikan hasil berlimpah ruah, binatang-binatang perahan dan lemak yang berkembang biak, kebun-kebun bunga yag indah-indah, bangunan rumah-rumah yang didirikan di atas tanah yang datar dan dipahatnya dari gunung.</p>
<p>Semuanya itu menjadikan mereka hidup tenteram ,sejahtera dan bahgia, merasa aman dari segala gangguan alamiah dan bahawa kemewahan hidup mereka akan kekal bagi mereka dan anak keturunan mereka.</p>
<p>Kaum Tsamud tidak mengenal Tuhan.</p>
<p>Tuhan Mereka adalah berhala-berhala yang mereka sembah dan puja, kepadanya mereka berqurban, tempat mereka minta perlindungan dari segala bala dan musibah dan mengharapkan kebaikan serta kebahagiaan.</p>
<p>Mereka tidak dapatt melihat atau memikirkan lebih jauh dan apa yang dapat mereka jangkau dengan pancaindera.</p>
<h3>Nabi Saleh Berdakwah Kepada Kaum Tsamud</h3>
<p>Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan membiarkan hamba-hamba_Nya berada dalam kegelapan terus-menerus tanpa diutusnya nabi pesuruh disisi-Nya untuk memberi penerangan dan memimpin mereka keluar dari jalan yang sesat ke jalan yang benar.</p>
<p>Demikian pula Allah tidak akan menurunkan azab dan seksaan kepada suatu umat sebelum mereka diperingatkan dan diberi petunjukkan oleh-Nya dengan perantara seorang yang dipilih untuk menjadi utusan dan rasul-Nya.</p>
<p>Sunnatullah ini berlaku pula kepada kaum Tsamud, yang kepada mereka telah diutuskan Nabi Saleh seorang yang telah dipilih-Nya dari suku mereka sendiri, dari keluarga yang terpandang dan dihormati oleh kaumnya, terkenal tangkas, cerdik pandai, rendah hati dan ramah-tamah dalam pergaulan.</p>
<p>Dikenalkan mereka oleh Nabi Saleh kepada Tuhan yang sepatut mereka sembah, Tuhan Allah Yang Maha Esa, yang telah mencipta mereka, menciptakan alam sekitar mereka, menciptakan tanah-tanah yang subur yang menghasilkan bhn-bhn keperluan hidup mereka, mencipta binatang-binatang yang memberi manfaat dan berguna bagi mereka dan dengan demikian memberi kepada mereka kenikmatan dan kemewahan hidup dan kebahagiaan lahir dan batin.</p>
<p>Tuhan Yang Esa itulah yang harus mereka sembah dan bukan patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu gunung yang tidak berkuasa memberi sesuatu kepada mereka atau melindungi mereka dari ketakutan dan bahaya.</p>
<p>Nabi Saleh memperingatkan mereka bahwa ia adlah seorang daripada mereka, terjalin antara dirinya dan mereka ikatan keluarga dan darah.</p>
<p>Mereka adalah kaumnya dan sanak keluarganya dan dia adalah seketurunan dan sesuku dengan mereka.</p>
<p>Ia mengharapkan kebaikan dan kebajikan bagi mereka dan sesekali tidak akan menjerumuskan mereka ke dalam hal-hal yang akan membawa kerugian, kesengsaraan dan kebinasaan bagi mereka.</p>
<p>Ia menerangkan kepada mereka bahwa ianya adalah pesuruh dan utusan Allah, dan apa yang diajarkan dan didakwahkan kepada mereka adalah amanat Allah yang harus dia sampaikan kepada mereka untuk kebaikan mereka semasa hidup mereka dan sesudah mereka mati di akhirat kelak.</p>
<p>Ia mengharapkan kaumnya mempertimbangkan dan memikirkan sungguh-sungguh apa yang ia serukan dan anjurkan dan agar mereka segera meninggalkan persembahan kepada berhala-berhala itu dan percaya beriman kepada Allah Yang Maha Esa seraya bertaubat dan mohon ampun kepada-Nya atas dosa dan perbuatan syirik yang selama ini telah mereka lakukan.</p>
<p>Allah maha dekat kepada mereka mendengarkan doa mereka dan memberi ampun kepada yang salah bila dimintanya.</p>
<p>Terperanjatlah kaum Saleh mendengar seruan dan dakwahnya yang bagi mereka merupakan hal yang baru yang tidak diduga akan datang dari saudara atau anak mereka sendiri.</p>
<p>Maka serentak ditolaklah ajakan Nabi Saleh itu seraya berkata mereka kepadanya:&#8221;Wahai Saleh! Kami mengenalmu seorang yang pandai, tangkas dan cerdas, fikiranmu tajam dan pendapat serta semua pertimbangan mu selalu tepat.</p>
<p>Pada dirimu kami melihat tanda-tanda kebajikan dan sifat-sifat yang terpuji.</p>
<p>Kami mengharapkan dari engkau sebetulnya untuk memimpinkami menyelesaikan hal-hal yang rumit yang kami hadapi, memberi petunjuk dalam soal-soal yang gelap bagi kami dan menjadi ikutan dan kepercayaan kami di kala kami menghadapi krisis dan kesusahan.</p>
<p>Akan tetapi segala harapan itu menjadi meleset dan kepercayaan kami kepadamu tergelincir hari ini dengan tingkah lakumu dan tindak tandukmu yang menyalahi adat-istiadat dan tatacara hidup kami.</p>
<p>Apakah yang engkau serukan kepada kami? Enkau menghendaki agar kami meninggalkan persembahan kami dan nenek moyang kami, persembahan dan agama yang telah menjadi darah daging kami menjadi sebahagian hidup kami sejak kami dilahirkan dan tetap menjadi pegangan untuk selama-lamanya.</p>
<p>Kami sesekali tidak akan meninggalkannya karena seruanmu dan kami tidak akan mengikutimu yang sesat itu.</p>
<p>Kami tidak mempercayai cakap-cakap kosongmu bahkan meragukan kenabianmu.</p>
<p>Kami tidak akan mendurhakai nenek moyang kami dengan meninggalkan persembahan mereka dan mengikuti jejakmu. &#8221;</p>
<p>Nabi Saleh memperingatkan mereka agar jangan menentangnya dan agar mengikuti ajakannya beriman kepada Allah yang telah mengurniai mereka rezeki yang luas dan penghidupan yang sejahtera.</p>
<p>Diceritakan kepada mereka kisah kaum-kaum yang mendapat seksa dan azab dari Allah karena menentang rasul-Nya dan mendustakan risalah-Nya.</p>
<p>Hal yang serupa itu dapat terjadi di atas mereka jika mereka tidak mahu menerima dakwahnya dan mendengar nasehatnya, yang diberikannya secara ikhlas dan jujur sebagai seorang anggota dari keluarga besar mereka dan yang tidak mengharapkan atau menuntut upah daripada mereka atas usahanya itu.</p>
<p>Ia hanya menyampaikan amanat Allah yang ditugaskan kepadanya dan Allahlah yang akan memberinya upah dan ganjaran untuk usahanya memberi pimpinan dan tuntutan kepada mereka.</p>
<p>Sekelompok kecil dari kaum Tsamud yang kebanyakkannya terdiri dari orang-orang yang kedudukan sosial lemah menerima dakwah Nabi Saleh dan beriman kepadanya sedangkan sebahagian yang terbesar terutamanya mereka yang tergolong orang-orang kaya dan berkedudukan tetap berkeras kepala dan menyombongkan diri menolak ajakan Nabi Saleh dan mengingkari kenabiannya dan berkata kepadanya:&#8221; Wahai Saleh! Kami kira bahwa engkau telah kerasukan syaitan dan terkena sihir.</p>
<p>Engkau telah menjadi sinting dan menderita sakit gila.</p>
<p>Akalmu sudah berubah dan fikiranmu sudah kacau sehingga engkau dengan tidak sedar telah mengeluarkan kata-kata ucapan yang tidak masuk akal dan mungkin engkau sendiri tidak memahaminya.</p>
<p>Engkau mengaku bahwa engkau telah diutuskan oleh Tuhanmu sebagai nabi dan rasul-Nya.</p>
<p>Apakah kelebihanmu daripada kami semua sehingga engkau dipilih menjadi rasul, padahal ada orang-orang di antara kami yang lebih patut dan lebih cekap untuk menjadi nabi atau rasul daripada engkau.</p>
<p>Tujuanmu dengan bercakap kosong dan kata-katamu hanyalah untuk mengejar kedudukan dan ingin diangkat menjadi kepala dan pemimpin bagi kaummu.</p>
<p>Jika engkau merasa bahwa engkau sehat badan dan sehat fikiran dan mengaku bahwa engkau tidak mempunyai arah dan tujuan yang terselubung dalam dakwahmu itu maka hentikanlah usahamu menyiarkan agama barumu dengan mencerca persembahan kami dan nenek moyangmu sendiri.</p>
<p>Kami tidak akan mengikuti jalanmu dan meninggalkan jalan yang telah ditempuh oleh orang-orang tua kami lebih dahulu.</p>
<p>Nabi Saleh menjawab: &#8221; Aku telah berulang-ulang mengatakan kepadamu bahwa aku tidak mengharapkan sesuatu apapun daripadamu sebagai imbalan atas usahaku memberi tuntunandan penerangan kepada kamu.</p>
<p>Aku tidak mengharapkan upah atau mendambakan pangkat dan kedudukan bagi usahaku ini yang aku lakukan semata-mata atas perintah Allah dan daripada-Nya kelak aku harapkan balasan dan ganjaran untuk itu.</p>
<p>Dan bagaimana aku dapat mengikutimu dan menterlantarkan tugas dan amanat Tuhan kepadaku, padahal aku talah memperoleh bukti-bukti yang nyata atas kebenaran dakwahku.</p>
<p>janganlah sesekali kamu harapkan bahawa aku akan melanggar perintah Tuhanku dan melalaikan kewajibanku kepada-Nya hanya semata-mata untuk melanjutkan persembahan nenek moyang kami yang bathil itu.</p>
<p>Siapakah yang akan melindungiku dari murka dan azab Tuhan jika aku berbuat demikian? Sesungguhnya kamu hanya akan merugikan dan membinasakan aku dengan seruanmu itu. &#8221;</p>
<p>Setelah gagal dan berhasil menghentikan usaha dakwah Nabi Saleh dan dilihatnya ia bahkan makin giat menarik orang-orang mengikutinya dan berpihak kepadanya para pemimpin dan pemuka kaum Tsamud berusaha hendak membendung arus dakwahnya yang makin lama makin mendapat perhatian terutama dari kalangan bawahan menengah dalam masyarakat.</p>
<p>Mereka menentang Nabi Saleh dan untuk membuktikan kebenaran kenabiannya dengan suatu bukti mukjizat dalam bentuk benda atau kejadian luar biasa yang berada di luar kekuasaan manusia.</p>
<h3>Mukjizat Nabi Sholeh AS</h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://i.pinimg.com/1200x/c8/d7/7c/c8d77cf95bc830ee894cac702b759ec4.jpg" alt="kisah nabi sholeh singkat" width="1200" height="1167" /></p>
<p>Nabi Saleh sedar bahawa tentangan kaumnya yang menuntut bukti daripadanya berupa mukjizat itu adalah bertujuan hendak menghilangkan pengaruhnya dan mengikis habis kewibawaannya di mata kaumnya terutama para pengikutnya bila ia gagal memenuhi tentangan dan tuntutan mereka.</p>
<p>Nabi Saleh membalas tentangan mereka dengan menuntut janji dengan mereka bila ia berhasil mendatangkan mukjizat yang mereka minta bahwa mereka akan meninggalkan agama dan persembahan mereka dan akan mengikuti Nabi Saleh dan beriman kepadanya.</p>
<p>Sesuai dengan permintaan dan petunjuk pemuka-pemuka kaum Tsamud berdoalah Nabi Saleh memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat untuk membuktikan kebenaran risalahnya dan sekaligus mematahkan perlawanan dan tentangan kaumnya yang masih berkeras kepala itu.</p>
<p>Ia memohon dari Allah dengan kekuasaan-Nya menciptakan seekor unta betina dikeluarkannya dari perut sebuah batu karang besar yang terdapat di sisi sebuah bukit yang mereka tunjuk.</p>
<p>Maka sejurus kemudian dengan izin Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pencipta terbelahlah batu karang yang ditunjuk itu dan keluar dari perutnya seekor unta betina.</p>
<p>Dengan menunjuk kepada binatang yang baru keluar dari perut batu besar itu berkatalah Nabi Saleh kepada mereka:&#8221; Inilah dia unta Allah, janganlah kamu ganggu dan biarkanlah ia mencari makanannya sendiri di atas bumi Allah ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air minum dan kamu mempunyai giliran untuk mendapatkan minum bagimu dan bagi ternakanmu juga dan ketahuilah bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya bila kamu sampai mengganggu binatang ini. &#8221;</p>
<p>Kemudian berkeliaranlah unta di ladang-ladang memakan rumput sesuka hatinya tanpa mendapat gangguan.</p>
<p>Dan ketika giliran minumnya tiba pergilah unta itu ke sebuah perigi yang diberi nama perigi unta dan minumlah sepuas hatinya.</p>
<p>Dan pada hari-hari giliran unta Nabi Saleh itu datang minum tiada seekor binatang lain berani menghampirinya, hal mana menimbulkan rasa tidak senang pada pemilik-pemilik binatang itu yang makin hari makin merasakan bahwa adanya unta Nabi Saleh di tengah-tengah mereka itu merupakan gangguan laksana duri yang melintang di dalam kerongkong.</p>
<p>Dengan berhasilnya Nabi Saleh mendatangkan mukjizat yang mereka tuntut gagallah para pemuka kaum Tsamud dalam usahanya untuk menjatuhkan kehormatan dan menghilangkan pegaruh Nabi Saleh bahkan sebaliknya telah menambah tebal kepercayaan para pengikutnya dan menghilang banyak keraguan dari kaumnya.</p>
<p>Maka dihasutlah oleh mereka pemilik-pemilik ternakan yang merasa jengkel dan tidak senang dengan adanya unta Nabi Saleh yang merajalela di ladang dan kebun-kebun mereka serta ditakuti oleh binatang-binatang peliharaannya.</p>
<h3>Unta Nabi Saleh Dibunuh</h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://i.pinimg.com/1200x/bc/2b/af/bc2baf6314e766f023cbfa65fba4c438.jpg" alt="kisah nabi sholeh" width="1000" height="1368" /></p>
<p>Persekongkolan diadakan oleh orang-orang dari kaum Tsamud untuk mengatur rancangan pembunuhan unta Nabi Saleh.</p>
<p>Dan selagi orang masih dibayangi oleh rasa takut dari azab yang diancam oleh Nabi Saleh bila untanya diganggu di samping adanya dorongan keinginan yang kuat untuk melenyapkan binatang itu dari atas bumi mereka, muncullah tiba-tiba seorang janda bangsawan yang kaya raya menawarkan akan menyerah dirinya kepada siapa yang dapat membunuh unta Saleh.</p>
<p>Di samping janda itu ada seorang wanita lain yang mempunyai beberapa puteri cantik-cantik menawarkan akan menghadiahkan salah seorang dari puteri-puterinya kepada orang yang berhasil membunuh unta itu.</p>
<p>Dua macam hadiah yyang menggiurkan dari kedua wanita itu di samping hasutan para pemuka Tsamud mengundang dua orang lelaki bernama Mushadda&#8217; bin Muharrij dan Gudar bin Salif berkemas-kemas akan melakukan pembunuhan bagi meraih hadiah yang dijanjikan di samping sanjungan dan pujian yang akan diterimanya dari para kafir suku Tsamud bila unta Nabi Saleh telah mati dibunuh.</p>
<p>Dengan bantuan tujuh orang lelaki lagi bersembunyilah kumpulan itu di suatu tempat di mana biasanya di lalui oleh unta dalam perjalanannya ke perigi tempat ianya minum.</p>
<p>Dan begitu unta-unta yang tidak berdosa itu lalu segeralah dipanah betisnya oleh Musadda&#8217; yang disusul oleh Gudar dengan menikamkan pedangnya di perutnya.</p>
<p>Dengan perasaan megah dan bangga pergilah para pembunuh unta itu ke ibu kota menyampaikan berita matinya unta Nabi Saleh yang mendapat sambutan sorak-sorai dan teriakan gembira dari pihak musyrikin seakan-akan mereka kembali dari medan perang dengan membawa kemenangan yang gilang gemilang.</p>
<p>Berkata mereka kepada Nabi Saleh:&#8221; Wahai Saleh! Untamu telah amti dibunuh, cubalah datangkan akan apa yang engkau katakan dulu akan ancamannya bila unta itu diganggu, jika engkau betul-betul termasuk orang-orang yang terlalu benar dalam kata-katanya.</p>
<p>&#8221; Nabi Saleh menjawab:&#8221; Aku telah peringatkan kamu, bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya atas kamu jika kamu mengganggu unta itu.</p>
<p>Maka dengan terbunuhnya unta itu maka tunggulah engkau akan tibanya masa azab yang Allah talah janjikan dan telah aku sampaikan kepada kamu.</p>
<p>Kamu telah menentang Allah dan terimalah kelak akibat tentanganmu kepada-Nya.</p>
<h3>Janji Allah Tidak Akan Meleset</h3>
<p>Kamu boleh bersuka ria dan bersenang-senang selama tiga hari ini kemudian terimalah ganjaranmu yang setimpal pada hari keempat.</p>
<p>Demikianlah kehendak Allah dan taqdir-Nya yang tidak dapat ditunda atau dihalang. &#8221;</p>
<p>Ada kemungkinan menurut sementara ahli tafsir bahwa Allah melalui rasul-Nya Nabi Saleh memberi waktu tiga hari itu untuk memberi kesempatan, kalau-kalau mereka sedar akan dosanya dan bertaubat minta ampun serta beriman kepada Nabi Saleh kepada risalahnya.</p>
<p>Akan tetapi dalam kenyataannya tempoh tiga hari itu bahkan menjadi bahan ejekan kepada Nabi Saleh yang ditentangnya untuk mempercepat datangnya azab itu dan tidak usah ditangguhkan tiga hari lagi.</p>
<p>Turunnya Azab Allah Yang Dijanjikan Nabi Saleh memberitahu kaumnya bahwa azab Allah yang akan menimpa di atas mereka akan didahului dengan tanda-tanda, yaitu pada hari pertama bila mereka terbangun dari tidurnya akan menemui wajah mereka menjadi kuning dan berubah menjadi merah pada hari kedua dan hitam pada hari ketiga dan pada hari keempat turunlah azab Allah yang pedih.</p>
<p>Mendengar ancaman azab yang diberitahukan oleh Nabi Saleh kepada kaumnya kelompok sembilan orang ialah kelompok pembunuh unta merancang pembunuhan atas diri Nabu Saleh mendahului tibanya azab yang diancamkan itu.</p>
<p>Mereka mengadakan pertemuan rahsia dan bersumpah bersama akan melaksanakan rancangan pembunuhan itu di waktu malam, di saat orang masih tidur nyenyak untuk menghindari tuntutan balas darah oleh keluarga Nabi Saleh, jika diketahui identiti mereka sebagai pembunuhnya.</p>
<p>Rancangan mereka ini dirahsiakan sehingga tidak diketahui dan didengar oleh siapa pun kecuali kesembilan orang itu sendiri.</p>
<p>Ketika mereka datang ke tempat Nabi Saleh bagi melaksanakan rancangan jahatnya di malam yang gelap-gulita dan sunyi-senyap berjatuhanlah di atas kepala mereka batu-batu besar yang tidak diketahui dari arah mana datangnya dan yang seketika merebahkan mereka di atas tanah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.</p>
<p>Demikianlah Allah telah melindingi rasul-Nya dari perbuatan jahat hamba-hamba-Nya yang kafir.</p>
<p>Satu hari sebelum hari turunnya azab yang telah ditentukan itu, dengan izin Allah berangkatlah Nabi Saleh bersama para mukminin pengikutnya menuju Ramlah, sebuah tempat di Palestin, meninggalkan Hijir dan penghuninya, kaum Tsamud habis binasa, ditimpa halilintar yang dahsyat beriringan dengan gempa bumi yang mengerikan.</p>
<p>Kisah Nabi Saleh Dalam Al-Quran&#8221; Kisah Nabi Saleh diceritakan oleh 72 ayat dalam 11 surah di antaranya surah Al-A&#8217;raaf, ayat 73 hingga 79, surah &#8221; Hud &#8221; ayat 61 sehingga ayat 68 dan surah &#8221; Al-Qamar &#8221; ayat 23 sehingga ayat 32.</p>
<h3>Pelajaran Dari Kisah Nabi Sholeh AS</h3>
<p>Pengajaran yang menonjol yang dapat dipetik dari kisah Nabi Saleh ini ialah bahwa dosa dan perbuatan mungkar yang dilakukan oleh sekelompok kecil warga masyarakat dapat berakibat negatif yang membinasakan masyarakat itu seluruhnya.</p>
<p>Lihatlah betapa kaum Tsamud menjadi binasa, hancur dan bahkan tersapu bersih dari atas bumi karena dosa dan pelanggaran perintah Allah yang dilakukan oleh beberapa gelintir orang pembunuh unta Nabi Saleh A.s</p>
<p>Di sinilah letaknya hikmah perintah Allah agar kita melakukan amar makruf nahi mungkar.</p>
<p>Karena dengan melakukan tugas amar makruf nahi mungkar yang menjadi fardu kifayah itu, setidak-tidaknya kalau tidak berhasil mencegah kemungkaran yang terjadi di dalam masyarakat dan lindungan kita ,kita telah membebaskan diri dari dosa menyetujui atau merestui perbuatan mungkar itu Bersikap pasif acuh tak acuh terhadap maksiat dan kemungkaran yang berlaku di depan mata dapat diertikan sebagai persetujuan dan penyekutuan terhadap perbuatan mungkar itu.</p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Itulah uraian Nabi Shaleh AS dalam bentuk singkat. Semoga kita tetap konsisten mengambil manfaat dari <a href="https://yasin.idxstock.com/tag/kisah-nabi/" target="_blank" rel="noopener">ajaran para nabi</a> untuk membangun peradaban yang lebih baik.</p>
<p>Sebagai lanjutan perjalanan kisah para nabi, kamu juga bisa membaca <a href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-ibrahim-singkat/" target="_blank" rel="noopener">kisah Nabi Ibrahim</a> AS, yang penuh hikmah tentang keteguhan iman dan keberanian dalam memperjuangkan kebenaran.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Nabi Hud AS Singkat</title>
		<link>https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-hud-singkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[abiphone.com@gmail.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 03:43:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nabi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yasin.idxstock.com/?p=545</guid>

					<description><![CDATA[Yuk, baca kisah Nabi Hud AS singkat untuk memahami akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan pada kaumnya. Kisah ini diringkas agar mudah dibaca, tetap akurat, dan tetap kuat pesan peradabannya. Sebelumnya, kisah Nabi Nuh singkat telah menggambarkan keteguhan dan kesabaran beliau dalam menghadapi kaumnya. Kini, kisah Nabi Hud AS memberikan gambaran tentang akhlak, adab, ... <a title="Kisah Nabi Hud AS Singkat" class="read-more" href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-hud-singkat/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Kisah Nabi Hud AS Singkat">Baca Selengkapnya</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yuk, baca kisah Nabi Hud AS singkat untuk memahami akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan pada kaumnya. Kisah ini diringkas agar mudah dibaca, tetap akurat, dan tetap kuat pesan peradabannya.</p>
<hr />
<p>Sebelumnya, <a href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-nuh-singkat/" target="_blank" rel="noopener">kisah Nabi Nuh singkat</a> telah menggambarkan keteguhan dan kesabaran beliau dalam menghadapi kaumnya. Kini, kisah Nabi Hud AS memberikan gambaran tentang akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan di tengah dinamika masyarakatnya. Ringkasan ini membantu pembaca memahami alur dakwah serta pesan peradaban yang dibawa oleh beliau.</p>
<h2>Cerita Nabi Hud AS Singkat</h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://i.pinimg.com/1200x/d4/92/76/d4927658096713baa727a3cc5d11dca6.jpg" width="539" height="738" /></p>
<p>‘Aad’ adalah nama leluhur sebuah suku yang hidup di Jazirah Arab, tepatnya di kawasan Al-Ahqaf, wilayah yang berada di utara Hadramaut antara Yaman dan Oman. Mereka merupakan salah satu suku tertua setelah kaum Nabi Nuh, dan dikenal memiliki fisik yang kuat, bertubuh besar, bahkan digambarkan seperti raksasa.</p>
<p>Allah menganugerahi mereka tanah yang subur, dengan sumber air yang mengalir dari berbagai penjuru. Hal ini memudahkan mereka bercocok tanam dan memenuhi kebutuhan pangan. Lingkungan tempat tinggal mereka pun dipenuhi kebun-kebun yang indah, menjadikan pemukiman mereka tampak makmur dan menyenangkan.</p>
<p>Berkat kurnia Tuhan itu mereka hidup menjadi makmur, sejahtera dan bahagia serta dalam waktu yang singkat mereka berkembang biak dan menjadi suku yang terbesar diantara suku-suku yang hidup di sekelilingnya.</p>
<p>Sebagaimana dengan kaum Nabi Nuh kaum Hud ialah suku Aad ini adalah penghidupan rohaninya tidak mengenal Allah Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta.</p>
<p>Mereka membuat patung-patung yang diberi nama &#8221; Shamud&#8221; dan &#8221; Alhattar&#8221; dan itu yang disembah sebagai tuhan mereka yang menurut kepercayaan mereka dapat memberi kebahagiaan, kebaikan dan keuntungan serta dapat menolak kejahatan, kerugian dan segala musibah.</p>
<p>Ajaran dan agama Nabi Idris dan Nabi Nuh sudah tidak berbekas dalam hati, jiwa serta cara hidup mereka sehari-hari.</p>
<p>Kenikmatan hidup yang mereka sedang tenggelam di dalamnya berkat tanah yang subur dan menghasilkan yang melimpah ruah menurut anggapan mereka adalah kurniaan dan pemberian kedua berhala mereka yang mereka sembah.</p>
<p>Karenanya mereka tidak putus-putus sujud kepada kedua berhala itu mensyukurinya sambil memohon perlindungannya dari segala bahaya dan mushibah berupa penyakit atau kekeringan.</p>
<p>Sebagai akibat dan buah dari aqidah yang sesat itu pergaulan hidup mereka menjadi dikuasai oleh tuntutan dan pimpinan Iblis, di mana nilai-nilai moral dan akhlak tidak menjadi dasar penimbangan atau kelakuan dan tindak-tanduk seseorang tetapi kebendaan dan kekuatan lahiriahlah yang menonjol sehingga timbul kerusuhan dan tindakan sewenang-wenang di dalam masyarakat di mana yang kuat menindas yang lemah yang besar memperkosa yang kecil dan yang berkuasa memeras yang di bawahnya.</p>
<p>Sifat-sifat sombong, congkak, iri-hati, dengki, hasut dan benci-membenci yang didorong oleh hawa nafsu merajalela dan menguasai penghidupan mereka sehingga tidak memberi tempat kepada sifat-sifat belas kasihan, sayang menyayang, jujur, amanat dan rendah hati.</p>
<p>Demikianlah gambaran masyarakat suku Aad tatkala Allah mengutuskan Nabi Hud sebagai nabi dan rasul kepada mereka.</p>
<h3>Nabi Hud Berdakwah Di Tengah-tengah Sukunya</h3>
<p>Sudah menjadi sunnah Allah sejak diturunkannya Adam Ke bumi bahawa dari masa ke semasa jika hamba-hamba-Nya sudah berada dalam kehidupan yang sesat sudah jauh menyimpang dari ajaran-ajaran agama yang dibawa oleh Nabi-nabi-Nya diutuslah seorang Nabi atau Rasul yang bertugas untuk menyegarkan kembali ajaran-ajaran nabi-nabi yang sebelumnya mengembalikan masyarakat yang sudah tersesat ke jalanlurus dan benar dan mencuci bersih jiwa manusiadari segala tahayul dan syirik menggantinya dan mengisinya dengan iman tauhid dan aqidah yang sesuia dengan fitrah.</p>
<p>Demikianlah maka kepada suku Aad yang telah dimabukkan oleh kesejahteraan hidup dan kenikmatan duniawi sehingga tidak mengenalkan Tuhannya yang mengurniakan itu semua.</p>
<p>Di utuskan kepada mereka Nabi Hud seorang daripada suku mereka sendiri dari keluarga yang terpandang dan berpengaruh terkenal sejak kecilnya dengan kelakuan yang baik budi pekerti yang luhur dan sgt bijaksana dalam pergaulan dengan kawan-kawannya.</p>
<p>Nabi Hud memulai dakwahnya dengan menarik perhatian kaumnya suku Aad kepada tanda-tanda wujudnya Allah yang berupa alam sekeliling mereka dan bahawa Allahlah yang mencipta mereka semua dan mengurniakan mereka dengan segala kenikmatan hidup yang berupa tanah yang subur, air yang mengalir serta tubuh-tubuhan yang tegak dan kuat.</p>
<p>Dialah yang seharusnya mereka sembah dan bukan patung-patung yang mereka perbuat sendiri.</p>
<p>Mereka sebagai manusia adalah makhluk Tuhan paling mulia yang tidak sepatutnya merendahkan diri sujud menyembah batu-batu yang sewaktunya dapat mereka hancurkan sendiri dan memusnahkannya dari pandangan.</p>
<p>Di terangkan oleh Nabi Hud bahaw adia adalah pesuruh Allah yang diberi tugas untuk membawa mereka ke jalan yang benar beriman kepada Allah yang menciptakan mereka menghidup dan mematikan mereka memberi rezeki atau mencabutnya daripada mereka.</p>
<p>Ia tidak mengharapkan upah dan menuntut balas jasa atas usahanya memimpin dan menuntut mereka ke jalan yang benar.</p>
<p>Ia hanya menjalankan perintah Allah dan memperingatkan mereka bahawa jika mrk tetap menutup telinga dan mata mrk menghadapi ajakan dan dakwahnya mereka akan ditimpa azab dan dibinasakan oleh Allah sebagaimana terjadinya atas kaum Nuh yang mati binasa tenggelam dalam air bah akibat kecongkakan dan kesombongan mereka menolak ajaran dan dakwah Nabi Nuh seraya bertahan pada pendirian dan kepercayaan mereka kepada berhala dan patung-patung yang mereka sembah dan puja itu.</p>
<p>Bagi kaum Aad seruan dan dakwah Nabi Hud itu merupakan barang yang tidak pernah mrk dengar ataupun menduga.</p>
<p>Mereka melihat bahawa ajaran yang dibawa oleh Nabi Hud itu akan mengubah sama sekali cara hidup mereka dan membongkar peraturan dan adat istiadat yang telah mereka kenal dan warisi dari nenek moyang mereka.</p>
<p>Mereka tercengang dan merasa hairan bahawa seorang dari suku mereka sendiri telah berani berusaha merombak tatacara hidup mereka dan menggantikan agama dan kepercayaan mereka dengan sesuatu yang baru yang mereka tidak kenal dan tidak dapat dimengertikan dan diterima oleh akal fikiran mereka.</p>
<p>Dengan serta-merta ditolaklah oleh mereka dakwah Nabi Hud itu dengan berbagai alasan dan tuduhan kosong terhadap diri beliau serta ejekan-ejekan dan hinaan yang diterimanya dengan kepala dingin dan penuh kesabaran.</p>
<p>Berkatalah kaum Aad kepada Nabi Hud:&#8221;Wahai Hud! Ajaran dan agama apakah yang engkau hendak anjurkan kepada kami? Engkau ingin agar kami meninggalkan persembahan kami kepada tuhan-tuhan kami yang berkuasa ini dan menyembah tuhan mu yang tidak dapat kami jangkau dengan pancaindera kami dan tuhan yang menurut kata kamu tidak bersekutu.</p>
<p>Cara persembahan yang kami lakukan ini ialah yang telah kami warisi dari nenek moyang kami dan tidak sesekali kami tidak akan meninggalkannya bahkan sebaliknya engkaulah yang seharusnya kembali kepada aturan nenek moyangmu dan jangan mencederai kepercayaan dan agama mereka dengan memebawa suatu agama baru yang tidak kenal oleh mereka dan tentu tidak akan direstuinya.</p>
<p>&#8221; Wahai kaumku! jawab Nabi Hud,Sesungguhnya Tuhan yang aku serukan ini kepada kamu untuk menyembah-Nya walaupun kamu tidak dapat menjangkau-Nya dengan pancainderamu namun kamu dapat melihat dam merasakan wujudnya dalam diri kamu sendiri sebagai ciptaannya dan dalam alam semesta yang mengelilingimu beberapa langit dengan matahari bulan dan bintang-bintangnya bumi dengan gunung-ganangnya sungai tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang kesemuanya dapat bermanfaat bagi kamu sebagai manusia.</p>
<p>Dan menjadi kamu dapat menikmati kehidupan yang sejahtera dan bahagia.</p>
<p>Tuhan itulah yang harus kamu sembah dan menundukkan kepala kamu kepada-Nya.</p>
<p>Tuhan Yang Maha Esa tiada bersekutu tidak beranak dan diperanakan yang walaupun kamu tidak dapat menjangkau-Nya dengan pancainderamu, Dia dekat daripada kamu mengetahui segala gerak-geri dan tingkah lakumu mengetahui isi hati mu denyut jantungmu dan jalan fikiranmu.</p>
<p>Tuhan itulah yang harus disembah oleh manusia dengan kepercayaan penuh kepada Keesaan-Nya dan kekuasaan-Nya dan bukan patung-patung yang kamu perbuat pahat dan ukir dengan tangan kamu sendiri kemudian kamu sembah sebagai tuhan padahal ia suatu barang yang pasif tidak dapat berbuat sesuatu yang menguntungkan atau merugikan kamu.</p>
<p>Alangkah bodohnya dan dangkalnya fikiranmu jika kamu tetap mempertahankan agamamu yang sesat itu dan menolak ajaran dan agama yang telah diwahyukan kepadaku oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa itu.</p>
<p>&#8221; Wahai Hud! jawab kaumnya,&#8221;Gerangan apakah yang menjadikan engkau berpandangan dan berfikiran lain daripada yang sudah menjadi pegangan hidup kami sejak dahulu kala dan menjadikan engkau meninggalkan agama nenek moyangmu sendiri bahkan sehingga engkau menghina dan merendahkan martabat tuhan-tuhan kami dan memperbodohkan kami dan menganggap kami berakal sempit dan berfikiran dangkal? Engkau mengaku bahwa engkau terpilih menjadi rasul pesuruh oleh Tuhanmu untuk membawa agama dan kepercayaan baru kepada kami dan mengajak kami keluar dari jalan yang sesat menurut pengakuanmu ke jalan yang benar dan lurus.</p>
<p>Kami merasa hairan dan tidak dapat menerima oleh akal kami sendiri bahwa engkau telah dipilih menjadi pesuruh Tuhan.</p>
<p>Apakah kelebihan kamu di atas seseorang daripada kami , engkau tidak lebih tidak kurang adalah seorang manusia biasa seperti kami hidup makan minum dan tidur tiada bedanya dengan kami, mengapa engkau yang dipilih oleh Tuhanmu? Sungguh engkau menurut anggapan kami seorang pendusta besar atau mungkin engkau berfikiran tidak sehat terkena kutukan tuhan-tuhan kami yang selalu engkau eje hina dan cemuhkan.</p>
<p>&#8221; Wahai kaumku! jawab Nabi Hud, &#8220;aku bukanlah seorang pendusta dan fikiran ku tetap waras dan sehat tidak krg sesuatu pun dan ketahuilah bahwa patung-patungmu yang kamu pertuhankan itu tidak dapat mendatangkan sesuatu gangguan atau penyakit bagi bandaku atau fikiranku.</p>
<p>Kamu kenal aku, sejak lama aku hidup di tengah-tengah kamu bahawa aku tidak pernah berdusta dan bercakap bohong dan sepanjang pergaulanku dengan kamu tidak pernah terlihat pada diriku tanda-tanda ketidak wajaran perlakuanku atau tanda-tanda yang meragukan kewarasan fikiranku dan kesempurnaan akalku.</p>
<p>Aku adalah benar pesuruh Allah yang diberi amanat untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang sudah tersesat kemasukan pengaruh ajaran Iblis dan sudah jauh menyimpang dari jalan yang benar yang diajar oleh nabi-nabi yang terdahulu karena Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya terlalu lama terlantar dalam kesesatan dan hidup dalam kegelapan tanpa diutuskan seorang rasul yang menuntun mereka ke jalan yang benar dan penghidupan yang diredhai-Nya.</p>
<p>Maka percayalah kamu kepada ku gunakanlah akal fikiran kamu berimanlah dan bersujudlah kepada Allah Tuhan seru sekalian alam Tuhan yang menciptakan kamu menciptakan langit dan bumi menurunkan hujan bagi menyuburkan tanah ladangmu, menumbuhkan tumbuh0tumbuhan bagi meneruskan hidupmu.</p>
<p>Bersembahlah kepada-Nya dan mohonlah ampun atas segala perbuatan salah dan tindakan sesatmu, agar Dia menambah rezekimu dan kemakmuran hidupmu dan terhindarlah kamu dari azab dunia sebagaimana yang telah dialami oleh kaum Nuh dan kelak azab di akhirat.</p>
<p>Ketahiulah bahawa kamu akan dibangkitkan kembali kelak dari kubur kamu dan dimintai bertanggungjawab atas segala perbuatan kamu di dunia ini dan diberi ganjaran sesuai dengan amalanmu yang baik dan soleh mendapat ganjaran baik dan yang hina dan buruk akan diganjarkan dengan api neraka.</p>
<p>Aku hanya menyampaikannya risalah Allah kepada kamu dan dengan ini telah memperingati kamu akan akibat yang akan menimpa kepada dirimu jika kamu tetap mengingkari kebenaran dakwahku.</p>
<p>&#8221; Kaum Aad menjawab: &#8221; Kami bertambah yakin dan tidak ragu lagi bahawa engkau telah mendapat kutukan tuhan-tuhan kami sehingga menyebabkan fikiran kamu kacau dan akalmu berubah menjadi sinting.</p>
<p>Engkau telah mengucapkan kata-kata yang tidak masuk akal bahwa jika kami mengikuti agamamu, akan bertambah rezeki dan kemakmuran hidup kami dan bahawa kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami dan menerima segala ganjaran atas segala amalan kami.</p>
<p>Adakah mungkin kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami setelah kami mati dan menjadi tulang-belulang.</p>
<p>Dan apakah azab dan seksaan yang engkau selalu menakut-nakuti kami dan mengancamkannya kepada kami? Semua ini kami anggap kosong dan ancaman kosong belaka.</p>
<p>Ketahuilah bahwa kami tidak akan menyerah kepadamu dan mengikuti ajaranmu karena bayangan azab dan seksa yang engkau bayang-bayangkannya kepada kami bahkan kami menentang kepadamu datangkanlah apa yang engkau janjikan dan ancamkan itu jika engkau betul-betul benar dalam kata-katamu dan bukan seorang pendusta.</p>
<p>&#8221; Baiklah! jawab Nabi Hud,&#8221; Jika kamu meragukan kebenaran kata-kataku dan tetap berkeras kepala tidak menghiraukan dakwahku dan meninggalkan persembahanmu kepada berhala-berhala itu maka tunggulah saat tibanya pembalasan Tuhan di mana kamu tidak akan dapat melepaskan diri dari bencananya.</p>
<p>Allah menjadi saksiku bahwa aku telah menyampaikan risalah-Nya dengan sepenuh tenagaku kepada mu dan akan tetap berusaha sepanjang hayat kandung bandaku memberi penerangan dan tuntunan kepada jalan yang baik yang telah digariskan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya.</p>
<h3>Pembalasan Allah Atas Kaum Aad</h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://i.pinimg.com/1200x/4c/36/da/4c36da1c889d643289db18e0b5b3519a.jpg" alt="kisah nabi hud singkat" width="1000" height="1368" /></p>
<p>Pembalasan Tuhan terhadap kaum Aad yang kafir dan tetap membangkang itu diturunkan dalam dua perinkat.</p>
<p>Tahap pertama berupa kekeringan yang melanda ladang-ladang dan kebun-kebun mrk, sehingga menimbulkan kecemasan dan kegelisahan, kalau-kalau mereka tidak memperolehi hasil dari ladang-ladang dan kebun-kebunnya seperti biasanya.</p>
<p>Dalam keadaan demikian Nabi Hud masih berusaha meyakinkan mereka bahawa kekeringan itu adalah suatu permulaan seksaan dari Allah yang dijanjikan dan bahwa Allah masih lagi memberi kesempatan kepada mereka untuk sedar akan kesesatan dan kekafiran mrk dan kembali beriman kepada Allah dengan meninggalkan persembahan mrk yang bathil kemudian bertaubat dan memohon ampun kepada Allah agar segera hujan turun kembali dengan lebatnya dan terhindar mrk dari bahaya kelaparan yang mengancam.</p>
<p>Akan tetapi mereka tetap belum mahu percaya dan menganggap janji Nabi Hud itu adalah janji kosong belaka.</p>
<p>Mereka bahkan pergi menghadap berhala-berhala mereka memohon perlindungan ari musibah yang mereka hadapi.</p>
<p>Tentangan mrk terhadap janji Allah yang diwahyukan kepada Nabi Hud segera mendapat jawapan dengan datangnya pembalasan tahap kedua yang dimulai dengan terlihatnya gumpalan awan dan mega hitam yang tebal di atas mereka yang disambutnya dengan sorak-sorai gembira, karena dikiranya bahwa hujan akan segera turun membasahi ladang-ladang dan menyirami kebun-kebun mereka yang sedang mengalami kekeringan.</p>
<p>Melihat sikap kaum Aad yang sedang bersuka ria itu berkatalah Nabi Hud dengan nada mengejek: &#8220;Mega hitam itu bukanlah mega hitam dan awam rahmat bagi kamu tetapi mega yang akan membawa kehancuran kamu sebagai pembalasan Allah yang telah ku janjikan dan kamu ternanti-nanti untuk membuktikan kebenaran kata-kataku yang selalu kamu sangkal dan kamu dusta.</p>
<p>Sejurus kemudian menjadi kenyataanlah apa yang diramalkan oleh Nabi Hud itu bahawa bukan hujan yang turun dari awan yang tebal itu tetapi angin taufan yang dahsyat dan kencang disertai bunyi gemuruh yang mencemaskan yang telah merusakkan bangunan-bangunan rumah dari dasarnya membawa berterbangan semua perabot-perabot dan milik harta benda dan melempar jauh binatang-binatang ternak.</p>
<p>Keadaan kaum Aad menjadi panik mereka berlari kesana sini hilir mudik mencari perlindungan .</p>
<p>Suami tidak tahu di mana isterinya berada dan ibu juga kehilangan anaknya sedang rumah-rumah menjadi sama rata dengan tanah.</p>
<p>Bencana angin taufan itu berlangsung selama lapan hari tujuh malam sehingga sempat menyampuh bersih kaum Aad yang congkak itu dan menamatkan riwayatnya dalam keadaan yang menyedihkan itu untuk menjadi pengajaran dan ibrah bagi umat-umat yang akan datang.</p>
<p>Adapun Nabi Hud dan para sahabatnya yang beriman telah mendapat perlindungan Allah dari bencana yang menimpa kaumnya yang kacau bilau dan tenang seraya melihat keadaan kaumnya yang kacau bilau mendengar gemuruhnya angin dan bunyi pohon-pohon dan bangunan-bangunan yang berjatuhan serta teriakan dan tangisan orang yang meminta tolong dan mohon perlindungan.</p>
<p>Setelah keadaan cuaca kembali tenang dan tanah &#8221; Al-Ahqaf &#8221; sudah menjadi sunyi senyap dari kaum Aad pergilah Nabi Hud meninggalkan tempatnya berhijrah ke Hadramaut, di mana ia tinggal menghabiskan sisa hidupnya sampai ia wafat dan dimakamkan di sana dimana hingga sekarang makamnya yang terletak di atas sebuah bukit di suatu tempat lebih kurang 50 km dari kota Siwun dikunjungi para penziarah yang datang beramai-ramai dari sekitar daerah itu, terutamanya dan bulan Syaaban pada setiap tahun.</p>
<h3>Kisah Nabi Hud Dalam Al-Quran</h3>
<p>Kisah Nabi Hud diceritakan oleh 68 ayat dalam 10 surah di antaranya surah Hud, ayat 50 hingga 60 , surah &#8221; Al-Mukminun &#8221; ayat 31 sehingga ayat 41 , surah &#8221; Al-Ahqaaf &#8221; ayat 21 sehingga ayat 26 dan surah &#8221; Al-Haaqqah &#8221; ayat 6 ,7 dan 8.</p>
<h3>Pelajaran Dari Kisah Nabi Hud AS</h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://i.pinimg.com/1200x/fc/8e/42/fc8e42d1aa73ad0688da4c23e7a7ef43.jpg" width="1200" height="1642" /></p>
<p>Nabi Hud telah memberi contoh dan sistem yang baik yang patut ditiru dan diikuti oleh juru dakwah dan ahli penerangan agama.</p>
<p>Beliau menghadapi kaumnya yang sombong dan keras kepala itu dengan penuh kesabaran, ketabahan dan kelapangan dada.</p>
<p>Ia tidak sesekali membalas ejekan dan kata-kata kasar mereka dengan serupa tetapi menolaknya dengan kata-kata yang halus yang menunjukkan bahawa beliau dapat menguasai emosinya dan tidak sampai kehilangan akal atau kesabaran.</p>
<p>Nabi Hud AS tidak pernah marah atau tersulut emosi ketika kaumnya mengejek dan menuduhnya sebagai orang gila. Dengan penuh kelembutan, beliau menolak tuduhan itu dan berkata bahwa dirinya bukanlah orang gila, serta berhala-berhala yang mereka sembah tidak mampu memberi pengaruh apa pun terhadap akal atau pikirannya.</p>
<p>Beliau menegaskan, “Aku adalah rasul yang diutus Allah kepadamu. Aku benar-benar penasihat yang jujur, menginginkan kebaikan dan kesejahteraan hidup kalian, agar kalian terhindar dari azab Allah di dunia maupun di akhirat.”</p>
<p>Dalam setiap dialognya, Nabi Hud AS selalu berusaha mengetuk hati nurani kaumnya, mengajak mereka berpikir secara rasional dengan akal yang sehat, serta menyampaikan bukti-bukti yang dapat mereka pahami mengenai kebenaran risalahnya dan kesesatan jalan yang mereka tempuh. Namun demikian, hidayah tetap berada di tangan Allah; Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki.</p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Ringkasan singkat Nabi Hud AS ini mengingatkan bahwa perubahan moral selalu dimulai dari diri sendiri. Jadikan <a href="https://yasin.idxstock.com/tag/kisah-nabi/" target="_blank" rel="noopener">pelajaran para nabi</a> sebagai panduan perilaku.</p>
<p>Sebagai lanjutan perjalanan dakwah para utusan Allah, bacalah pula <a href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-sholeh-singkat/" target="_blank" rel="noopener">kisah Nabi Sholeh</a> AS, yang sarat hikmah tentang keteguhan hati, amanah, dan peringatan bagi manusia agar tidak menyia-nyiakan tanda-tanda kebesaran-Nya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Nabi Nuh AS Singkat</title>
		<link>https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-nuh-singkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[abiphone.com@gmail.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 03:03:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Nuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yasin.idxstock.com/?p=544</guid>

					<description><![CDATA[Yuk, baca kisah Nabi Nuh AS singkat untuk memahami akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan pada kaumnya. Kisah ini diringkas agar mudah dibaca, tetap akurat, dan tetap kuat pesan peradabannya. Kisah Nabi Nuh AS memberikan gambaran tentang akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan di tengah dinamika kaumnya. Ringkasan ini membantu pembaca memahami alur ... <a title="Kisah Nabi Nuh AS Singkat" class="read-more" href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-nuh-singkat/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Kisah Nabi Nuh AS Singkat">Baca Selengkapnya</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yuk, baca kisah Nabi Nuh AS singkat untuk memahami akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan pada kaumnya. Kisah ini diringkas agar mudah dibaca, tetap akurat, dan tetap kuat pesan peradabannya.</p>
<hr />
<p>Kisah Nabi Nuh AS memberikan gambaran tentang akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan di tengah dinamika kaumnya. Ringkasan ini membantu pembaca memahami alur dakwah dan pesan peradaban yang dibawa oleh beliau.</p>
<h2>Cerita Nabi Nuh AS Singkat</h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://i.pinimg.com/1200x/07/3b/1b/073b1bf0bb19f114631913d206842fe4.jpg" alt="kisah singkat nabi nuh" width="1200" height="1697" /></p>
<p>Dalam rangkaian kisah para nabi, cerita tentang Nabi Nuh datang setelah <a href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-idris-singkat/" target="_blank" rel="noopener">kisah Nabi Idris</a>. Nabi Nuh dikenal sebagai nabi keempat setelah Adam, Syith, dan Idris. Ia juga merupakan keturunan kesembilan dari Nabi Adam.</p>
<p>Kisahnya menandai sebuah bab penting dalam sejarah manusia, ketika keteguhan iman dan kesabaran diuji melalui perintah besar untuk membangun bahtera yang kelak menyelamatkan umat beriman dari bencana dahsyat.</p>
<p>Ayah Nabiyullah Nuh AS adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris.</p>
<h3>Dakwah Nabi Nuh Kepada Kaumnya</h3>
<p>Nabi Nuh menerima wahyu kenabian dari Allah dalam masa &#8220;fatrah&#8221; masa kekosongan di antara dua rasul di mana biasanya manusia secara berangsur-angsur melupakan ajaran agama yang dibawa oleh nabi yang meninggalkan mereka dan kembali bersyirik meninggalkan amal kebajikan, melakukan kemungkaran dan kemaksiatan di bawah pimpinan Iblis.</p>
<p>Demikianlah maka kaum Nabi Nuh tidak luput dari proses tersebut, sehingga ketika Nabi Nuh datang di tengah-tengah mereka, mereka sedang menyembah berhala ialah patung-patung yang dibuat oleh tangan-tangan mereka sendiri disembahnya sebagai tuhan-tuhan yang dapat membawa kebaikan dan manfaat serta menolak segala kesengsaraan dan kemalangan.</p>
<p>berhala-berhala yang dipertuhankan dan menurut kepercayaan mereka mempunyai kekuatan dan kekuasaan ghaib ke atas manusia itu diberinya nama-nama yang silih berganti menurut kehendak dan selera kebodohan mereka.</p>
<p>Kadang-kadang mereka namakan berhala mereka &#8221; Wadd &#8221; dan &#8221; Suwa &#8221; kadangkala &#8221; Yaguts &#8221; dan bila sudah bosan digantinya dengan nama &#8221; Yatuq &#8221; dan &#8221; Nasr &#8220;.</p>
<p>Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya yang sudah jauh tersesat oleh iblis itu, mengajak mereka meninggalkan syirik dan penyembahan berhala dan kembali kepada tauhid menyembah Allah Tuhan sekalian alam melakukan ajaran-ajaran agama yang diwahyukan kepadanya serta meninggalkan kemungkaran dan kemaksiatan yang diajarkan oleh Syaitan dan Iblis.</p>
<p>Nabi Nuh menarik perhatian kaumnya agar melihat alam semesta yang diciptakan oleh Allah berupa langit dengan matahari, bulan dan bintang-bintang yang menghiasinya, bumi dengan kekayaan yang ada di atas dan di bawahnya, berupa tumbuh-tumbuhan dan air yang mengalir yang memberi kenikmatan hidup kepada manusia, pengantian malam menjadi siang dan sebaliknya yang kesemua itu menjadi bukti dan tanda nyata akan adanya keesaan Tuhan yang harus disembah dan bukan berhala-berhala yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri.</p>
<p>Di samping itu Nabi Nuh juga memberitakan kepada mereka bahwa akan ada gajaran yang akan diterima oleh manusia atas segala amalannya di dunia yaitu syurga bagi amalan kebajikan dan neraka bagi segala pelanggaran terhadap perintah agama yang berupa kemungkaran dan kemaksiatan.</p>
<p>Nabi Nuh yang dikurniakan Allah dengan sifat-sifat yang patut dimiliki oleh seorang nabi, fasih dan tegas dalam kata-katanya, bijaksana dan sabar dalam tindak-tanduknya melaksanakan tugas risalahnya kepada kaumnya dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan dengan cara yang lemah lembut mengetuk hati nurani mereka dan kadang kala dengan kata-kata yang tajam dan nada yang kasar bila menghadapi pembesar-pembesar kaumnya yang keras kepala yang enggan menerima hujjah dan dalil-dalil yang dikemukakan kepada mereka yang tidak dapat mereka membantahnya atau mematahkannya.</p>
<p>Akan tetapi walaupun Nabi Nuh telah berusaha sekuat tanaganya berdakwah kepadaa kaumnya dengan segala kebijaksanaan, kecekapan dan kesabaran dan dalam setiap kesempatan, siang mahupun malam dengan cara berbisik-bisik atau cara terang dan terbuka terbyata hanya sedikit sekali dari kaumnya yang dapat menerima dakwahnya dan mengikuti ajakannya, yang menurut sementara riwayat tidak melebihi bilangan seratus orang Mereka pun terdiri dari orang-orang yang miskin berkedudukan sosial lemah.</p>
<p>Sedangkan orang yang kaya-raya, berkedudukan tingi dan terpandang dalam masyarakat, yang merupakan pembesar-pembesar dan penguasa-penguasa tetap membangkang, tidak mempercayai Nabi Nuh mengingkari dakwahnya dan sesekali tidak merelakan melepas agamanya dan kepercayaan mereka terhadap berhala-berhala mereka, bahkan mereka berusaha dengan mengadakan persekongkolan hendak melumpuhkan dan mengagalkan usaha dakwah Nabi nuh.</p>
<p>Berkata mereka kepada Nabi Nuh:&#8221;Bukankah engkau hanya seorang daripada kami dan tidak berbeda daripada kami sebagai manusia biasa.</p>
<p>Jikalau betul Allah akan mengutuskan seorang rasul yang membawa perintah-Nya, nescaya Ia akan mengutuskan seorang malaikat yang patut kami dengarkan kata-katanya dan kami ikuti ajakannya dan bukan manusia biasa seperti engkau hanya dapat diikuti orang-orang rendah kedudukan sosialnya seperti para buruh petani orang-orang yang tidak berpenghasilan yang bagi kami mereka seperti sampah masyarakat.</p>
<p>Pengikut-pengikutmu itu adalah orang-orang yang tidak mempunyai daya fikiran dan ketajaman otak, mereka mengikutimu secara buta tuli tanpa memikirkan dan menimbangkan masak-masak benar atau tidaknya dakwah dan ajakanmu itu.</p>
<p>Coba agama yang engkau bawa dan ajaran -ajaran yang engkau sadurkan kepada kami itu betul-betul benar, nescaya kamilah dulu mengikutimu dan bukannya orang-orang yang mengemis pengikut-pengikutmu itu.</p>
<p>kami sebagai pemuka-pemuka masyarakat yang pandai berfikir, memiliki kecerdasan otak dan pandangan yang luas dan yang dipandang masyarakat sebagai pemimpin-pemimpinnya, tidaklah mudak kami menerima ajakanmu dan dakwahmu.</p>
<p>Engkau tidak mempunyai kelebihan di atas kami tentang soaL-soal kemasyarakatan dan pergaulan hidup.</p>
<p>kami jauh lebih pandai dan lebih mengetahui daripadamu tentang hal itu semuanya.</p>
<p>Anggapan kami terhadapmu, tidak lain dan tidak bukan, bahawa engkau adalh pendusta belaka.</p>
<p>&#8220;Nuh berkata, menjawab ejekan dan olok-olokan kaumnya:&#8221;Adakah engkau mengira bahwa aku dapat memaksa kamu mengikuti ajaranku atau mengira bahwa aku mempunyai kekuasaan untuk menjadikan kamu orang-orang yang beriman jika kamu tetap menolak ajakan ku dan tetap membuta-tuli terhadap bukti-bukti kebenaran dakwahku dan tetap mempertahakan pendirianmu yang tersesat yang diilhamkan oleh kesombongan dan kecongkakan karena kedudukan dan harta-benda yang kamu miliki.</p>
<p>Aku hanya seorang manusia yang mendapat amanat dan diberi tugas oleh Allah untuk menyampaikan risalah-Nya kepada kamu.</p>
<p>Jika kamu tetap berkeras kepala dan tidak mahu kembali ke jalan yang benar dan menerima agama Allah yang diutuskan-Nya kepada ku maka terserahlah kepada Allah untuk menentukan hukuman-Nya dan gajaran-Nya keatas diri kamu.</p>
<p>Aku hanya pesuruh dan rasul-Nya yang diperintahkan untuk menyampaikan amanat-Nya kepada hamba-hamba-Nya.</p>
<p>Dialah yang berkuasa memberi hidayah kepadamu dan mengampuni dosamu atau menurunkan azab dan seksaan-Nya di atas kamu sekalian jika Ia kehendaki.</p>
<p>Dialah pula yang berkuasa menurunkan seksa danazab-nya di dunia atau menangguhkannya sampai hari kemudian.</p>
<p>Dialah Tuhan pencipta alam semesta ini, Maha Kuasa ,Maha Mengetahui, maha pengasih dan Maha Penyayang.&#8221;</p>
<p>Kaum Nuh mengemukakan syarat dengan berkata:&#8221;Wahai Nuh! Jika engkau menghendaki kami mengikutimu dan memberi sokongan dan semangat kepada kamu dan kepada agama yang engkau bawa, maka jauhkanlah para pengikutmu yang terdiri dari orang-orang petani, buruh dan hamaba-hamba sahaya itu.</p>
<p>Usirlah mereka dari pengaulanmu karena kami tidak dapat bergaul dengan mereka duduk berdampingan dengan mereka mengikut cara hidup mereka dan bergabung dengan mereka dalam suatu agama dan kepercayaan.</p>
<p>Dan bagaimana kami dapat menerima satu agama yang menyamaratakan para bangsawan dengan orang awam, penguasa dan pembesar dengan buruh-buruhnya dan orang kaya yang berkedudukan dengan orang yang miskin dan papa.</p>
<p>&#8220;Nabi Nuh menolak pensyaratan kaumnya dan berkata:&#8221;Risalah dan agama yang aku bawa adalah untuk semua orang tiada pengecualian, yang pandai mahupun yang bodoh, yang kaya mahupun miskin, majikan ataupun buruh ,diantara peguasa dan rakyat biasa semuanya mempunyai kedudukan dan tempat yang sama trehadap agama dan hukum Allah.</p>
<p>Andai kata aku memenuhi pensyaratan kamu dan meluluskan keinginanmu menyingkirkan para pengikutku yang setia itu, maka siapakah yang dapat ku harapkan akan meneruskan dakwahku kepada orang ramai dan bagaimana aku sampai hati menjauhkan daripadaku orang-orang yang telah beriman dan menerima dakwahku dengan penuh keyakinan dan keikhlasan di kala kamu menolaknya serta mengingkarinya, orang-orang yang telah membantuku dalam tugasku di kala kamu menghalangi usahaku dan merintangi dakwahku.</p>
<p>Dan bagaimanakah aku dapat mempertanggungjawabkan tindakan pengusiranku kepada mereka terhadap Allah bila mereka mengadu bahawa aku telah membalas kesetiaan dan ketaatan mereka dengan sebaliknya semata-mata untuk memenuhi permintaanmu dan tunduk kepada pensyaratanmu yang tidak wajar dan tidak dapat diterima oleh akal dan fikiran yang sehat.</p>
<p>Sesungguhnay kamu adalah orang-orang yang bodoh dan tidak berfikiran sehat.</p>
<p>Pada akhirnya, karena merasa tidak berdaya lagi mengingkari kebenaran kata-kata Nabi Nuh dan merasa kehabisan alasan dan hujjah untuk melanjutkan dialog dengan beliau, maka berkatalah mereka:&#8221;Wahai Nabi Nuh! Kita telah banyak bermujadalah dan berdebat dan cukup berdialog serta mendengar dakwahmu yang sudah menjemukan itu.</p>
<p>Kami tetap tidak akan mengikutimu dan tidak akan sesekali melepaskan kepercayaan dan adat-istiadat kami sehingga tidak ada gunanya lagi engkau mengulang-ulangi dakwah dan ajakanmu dan bertegang lidah dengan kami.</p>
<p>datangkanlah apa yang engkau benar-benar orang yang menepati janji dan kata-katanya.</p>
<p>Kami ingin melihat kebenaran kata-katamu dan ancamanmu dalam kenyataan.</p>
<p>Karena kami masih tetap belum mempercayaimu dan tetap meragukan dakwahmu.</p>
<h3>Nabi Nuh &#8216;Berputus Asa&#8217; Dari Kaumnya</h3>
<p>Nabi Nuh berada di tengah-tengah kaumnya selama sembilan ratus lima puluh tahun berdakwah menyampaikan risalah Tuhan, mengajak mereka meninmggalkan penyembahan berhala dan kembali menyembah dan beribadah kepada Allah Yang maha Kuasa memimpin mereka keluar dari jalan yang sesat dan gelap ke jalan yang benar dan terang, mengajar mereka hukum-hukum syariat dan agama yang diwahyukan oleh Allah kepadanya, mangangkat darjat manusia yang tertindas dan lemah ke tingak yang sesuai dengan fitrah dan qudratnya dan berusaha menghilangkan sifat-sifat sombong dan bongkak yang melekat pada para pembesar kaumnya dan medidik agar mereka berkasih sayang, tolong-menolong diantara sesama manusia.</p>
<p>Akan tetapi dalam waktu yang cukup lama itu, Nabi Nuh tidak berhasil menyedarkan an menarik kaumnya untuk mengikuti dan menerima dakwahnya beriman, bertauhid dan beribadat kepada Allah kecuali sekelompok kecil kaumnya yang tidak mencapai seramai seratus orang, walaupun ia telah melakukan tugasnya dengan segala daya-usahanya dan sekuat tenaganya dengan penuh kesabaran dan kesulitan menghadapi penghinaan, ejekan dan cercaan makian kaumnya, karena ia mengharapkan akan datang masanya di mana kaumnya akan sedar diri dan datang mengakui kebenarannya dan kebenaran dakwahnya.</p>
<p>Harapan Nabi Nuh akan kesedaran kaumnya ternyata makin hari makin berkurangan dan bahawa sinar iman dan takwa tidak akan menebus ke dalam hati mereka yang telah tertutup rapat oleh ajaran dan bisikan Iblis.</p>
<p>Hal mana Nabi Nuh berupa berfirman Allah yang bermaksud:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya tidak akan seorang daripada kaumnya mengikutimu dan beriman kecuali mereka yang telah mengikutimu dan beriman lebih dahulu, maka janganlah engkau bersedih hati karena apa yang mereka perbuatkan.</p>
<p>&#8220;Dengan penegasan firman Allah itu, lenyaplah sisa harapan Nabi Nuh dari kaumnya dan habislah kesabarannya.</p>
<p>Ia memohon kepada Allah agar menurunkan Azab-Nya di atas kaumnya yang berkepala batu seraya berseru:&#8221;Ya Allah! janganlah Engkau biarkan seorang pun daripada orang-orang kafir itu hidup dan tinggal di atas bumi ini.</p>
<p>Mareka akan berusaha menyesatkan hamba-hamba-Mu, jika Engkau biarkan mereka tinggal dan mereka tidak akan melahirkan dan menurunkan selain anak-anak yang berbuat maksiat dan anak-anak yang kafir seperti mereka.</p>
<p>&#8220;Doa Nabi Nuh dikalbulkan oleh Allah dan permohonannya diluluskan dan tidak perlu lagi menghiraukan dan mempersoalkan kaumnya, karena mereka itu akan menerima hukuman Allah dengan mati tenggelam.</p>
<h3>Nabi Nuh Membuat Kapal</h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://i.pinimg.com/1200x/d3/05/40/d30540d8ebde4e1c67d1aff724fdeee9.jpg" alt="kisah singkat nabi nuh" width="1200" height="1697" /></p>
<p>Setelah menerima perintah Allah untuk membuat sebuah kapal, segeralah Nabi Nuh mengumpulkan para pengikutnya dan mulai mereka mengumpulkan bhn yang diperlukan untuk maksud tersebut, kemudian dengan mengambil tempat di luar dan agak jauh dari kota dan keramaiannya mereka dengan rajin dan tekun bekerja siang dan malam menyelesaikan pembinaan kapal yang diperintahkan itu.</p>
<p>Walaupun Nabi Nuh telah menjauhi kota dan masyarakatnya, agar dapat bekerja dengan tenang tanpa gangguan bagi menyelesaikan pembinaan kapalnya namun ia tidak luput dari ejekan dan cemuhan kaumnya yang kebetulan atau sengaja melalui tempat kerja membina kapal itu.</p>
<p>Mereka mengejek dan mengolok-olk dengan mengatakan:&#8221;Wahai Nuh! Sejak bila engkau telah menjadi tukang kayu dan pembuat kapal?Bukankah engkau seorang nabi dan rasul menurut pengakuanmu, kenapa sekarang menjadi seorang tukang kayu dan pembuat kapal.</p>
<p>Dan kapal yang engkau buat itu di tempat yang jauh dari air ini adalah maksudmu untuk ditarik oleh kerbau ataukah mengharapkan angin yang ankan menarik kapalmu ke laut?&#8221;Dan lain-lain kata ejekan yang diterima oleh Nabi Nuh dengan sikap dingin dan tersenyum seraya menjawab:&#8221;Baiklah tunggu saja saatnya nanti, jika kamu sekrg mengejek dan mengolok-olok kami maka akan tibalah masanya kelak bagi kami untuk mengejek kamu dan akan kamu ketahui kelak untuk apa kapal yang kami siapkan ini.</p>
<h3>Turunnya Azab</h3>
<p>Tunggulah saatnya azab dan hukuman Allah menimpa atas diri kamu.</p>
<p>&#8220;Setelah selesai pekerjaan pembuatan kapal yang merupakan alat pengangkutan laut pertama di dunia, Nabi Nuh menerima wahyu dari Allah:&#8221;Siap-siaplah engkau dengan kapalmu, bila tiba perintah-Ku dan terlihat tanda-tanda daripada-Ku maka segeralah angkut bersamamu di dalam kapalmu dan kerabatmu dan bawalah dua pasang dari setiap jenis makhluk yang ada di atas bumi dan belayarlah dengan izin-Ku.</p>
<p>&#8220;Kemudian tercurahlah dari langit dan memancur dari bumi air yang deras dan dahsyat yang dalam sekelip mata telah menjadi banjir besar melanda seluruh kota dan desa menggenangi daratan yang rendah mahupun yang tinggi sampai mencapai puncak bukit-bukit sehingga tiada tempat berlindung dari air bah yang dahsyat itu kecuali kapal Nabi Nuh yang telah terisi penuh dengan para orang mukmin dan pasangan makhluk yang diselamatkan oleh Nabi Nuh atas perintah Allah.</p>
<p>Dengan iringan&#8221;Bismillah majraha wa mursaha&#8221;belayarlah kapal Nabi Nuh dengan lajunya menyusuri lautan air, menentang angin yang kadang kala lemah lembut dan kadang kala ganas dan ribut.</p>
<p>Di kanan kiri kapal terlihatlah orang-orang kafir bergelut melawan gelombang air yang menggunung berusaha menyelamat diri dari cengkaman maut yang sudah sedia menerkam mereka di dalam lipatan gelombang-gelombang itu.</p>
<p>Tatkala Nabi Nuh berada di atas geladak kapal memperhatikan cuaca dan melihat-lihat orang-orang kafir dari kaumnya sedang bergelimpangan di atas permukaan air, tiba-tiba terlihatlah olehnya tubuh putera sulungnya yang bernama &#8220;Kan&#8217;aan&#8221; timbul tenggelam dipermainkan oleh gelombang yang tidak menaruh belas kasihan kepada orang-orang yang sedang menerima hukuman Allah itu.</p>
<p>Pada saat itu, tanpa disadari, timbullah rasa cinta dan kasih sayang seorang ayah terhadap putera kandungnya yang berada dalam keadaan cemas menghadapi maut ditelan gelombang.</p>
<p>Nabi Nuh secara spontan, terdorong oleh suara hati kecilnya berteriak dengan sekuat suaranya memanggil puteranya:Wahai anakku! Datanglah kemari dan gabungkan dirimu bersama keluargamu.</p>
<p>Bertaubatlah engkau dan berimanlah kepada Allah agar engkau selamat dan terhindar dari bahaya maut yang engkau menjalani hukuman Allah.</p>
<p>Kan&#8217;aan, putera Nabi Nuh, yang tersesat dan telah terkena racun rayuan syaitan dan hasutan kaumnya yang sombong dan keras kepala itu menolak dengan keras ajakan dan panggilan ayahnya yang menyayanginya dengan kata-kata yang menentang:&#8221;Biarkanlah aku dan pergilah, jauhilah aku, aku tidak sudi berlindung di atas geladak kapalmu aku akan dapat menyelamatkan diriku sendiri dengan berlindung di atas bukit yang tidak akan dijangkau oleh air bah ini.</p>
<p>&#8220;Nuh menjawab:&#8221;Percayalah bahawa tempat satu-satunya yang dapat menyelamatkan engkau ialah bergabung dengan kami di atas kapal ini.</p>
<p>Masa tidak akan ada yang dapat melepaskan diri dari hukuman Allah yang telah ditimpakan ini kecuali orang-orang yang memperolehi rahmat dan keampunan-Nya.</p>
<p>&#8220;Setelah Nabi Nuh mengucapkan kata-katanya tenggelamlah Kan&#8217;aan disambar gelombang yang ganas dan lenyaplah ia dari pandangan mata ayahnya, tergelincirlah ke bawah lautan air mengikut kawan-kawannya dan pembesar-pembesar kaumnya yang durhaka itu.</p>
<p>Nabi Nuh bersedih hati dan berdukacita atas kematian puteranya dalam keadaan kafir tidak beriman dan belum mengenal Allah.</p>
<p>Beliau berkeluh-kesah dan berseru kepada Allah:&#8221;Ya Tuhanku, sesungguhnya puteraku itu adalah darah dagingku dan adalah bahagian dari keluargaku dan sesungguhnya janji-Mu adalha janji benar dan Engkaulah Maha Hakim yang Maha Berkuasa.</p>
<p>&#8220;Kepadanya Allah berfirman:&#8221;Wahai Nuh! Sesungguhnya dia puteramu itu tidaklah termasuk keluargamu, karena ia telah menyimpang dari ajaranmu, melanggar perintahmu menolak dakwahmu dan mengikuti jejak orang-orang yang kafir daripada kaummu.</p>
<h3>Arti Keluarga menurut Al-Qur&#8217;an dalam Cerita Nuh AS</h3>
<p>Coretlah namanya dari daftar keluargamu.</p>
<p>Hanya mereka yang telah menerima dakwahmu mengikuti jalanmu dan beriman kepada-Ku dapat engkau masukkan dan golongkan ke dalam barisan keluargamu yang telah Aku janjikan perlindungannya danterjamin keselamatan jiwanya.</p>
<p>Adapun orang-orang yang mengingkari risalah mu, mendustakan dakwahmu dan telah mengikuti hawa nafsunya dan tuntutan Iblis, pastilah mereka akan binasa menjalani hukuman yang telah Aku tentukan walau mereka berada dipuncak gunung.</p>
<p>Maka janganlah engkau sesekali menanyakan tentang sesuatu yang engkau belum ketahui.</p>
<p>Aku ingatkan janganlah engkau sampai tergolong ke dalam golongan orang-orang yang bodoh.</p>
<p>&#8220;Nabi Nuh sedar segera setelah menerima teguran dari Allah bahwa cinta kasih sayangnya kepada anaknya telah menjadikan ia lupa akan janji dan ancaman Allah terhadap orang-orang kafir termasuk puteranya sendiri.</p>
<p>Ia sedar bahawa ia tersesat pada saat ia memanggil puteranya untuk menyelamatkannya dari bencana banjir yang didorong oleh perasaan naluri darah yang menghubungkannya dengan puteranya padahal sepatutnya cinta dan taat kepada Allah harus mendahului cinta kepada keluarga dan harta-benda.</p>
<p>Ia sangat sesalkan kelalaian dan kealpaannya itu dan menghadap kepada Allah memohon ampun dan maghfirahnya dengan berseru:&#8221;Ya Tuhanku aku berlindung kepada-Mu dari godaan syaitan yang terlaknat, ampunilah kelalaian dan kealpaanku sehingga aku menanyakan sesuatu yang aku tidak mengetahuinya.</p>
<p>Ya Tuhanku bila Engkau tidak memberi ampun dan maghfirah serta menurunkan rahmat bagiku, nescaya aku menjadi orang yang rugi.</p>
<p>&#8220;Setelah air bah itu mencapai puncak keganasannya dan habis binasalah kaum Nuh yang kafir dan zalim sesuai dengan kehendak dan hukum Allah, surutlah lautan air diserap bumi kemudian bertambatlah kapal Nuh di atas bukit &#8221; Judie &#8221; dengan iringan perintah Allah kepada Nabi Nuh:&#8221;Turunlah wahai Nuh ke darat engkau dan para mukmin yang menyertaimu dengan selamat dilimpahi barakah dan inayah dari sisi-Ku bagimu dan bagi umat yang menyertaimu.</p>
<h3>Kisah Nabi Nuh Dalam Al-Quran</h3>
<p>Al-Quran menceritakan kisah Nabi Nuh dalam 43 ayat dari 28 surah di antaranya surah Nuh dari ayat 1 sehinga 28, juga dalam surah &#8220;Hud&#8221; ayat 27 sehingga 48 yang mengisahkan dialog Nabi Nuh dengan kaumnya dan perintah pembuatan kapal serta keadaan banjir yang menimpa di atas mereka.</p>
<p>Pelajaran Dari Kisah Nabi Nuh A.S.Bahwasanya hubungan antara manusia yang terjalin karena ikatan persamaan kepercayaan atau penamaan aqidah dan pendirian adalah lebih erat dan lebih berkesan daripada hubungan yang terjalin karena ikatan darah atau kelahiran.</p>
<p>Kan&#8217;aan yang walaupun ia adalah anak kandung Nabi Nuh, oleh Allah SWT.</p>
<p>dikeluarkan dari bilangan keluarga ayahnya karena ia menganut kepercayaan dan agama berlainan dengan apa yang dianut dan didakwahkan oleh ayahnya sendiri, bahkan ia berada di pihak yang memusuhi dan menentangnya.</p>
<p>Maka dalam pengertian inilah dapat difahami firman Allah dalam Al-Quran yang bermaksud:&#8221;Sesungguhnya para mukmin itu adalah bersaudara.</p>
<p>Demikian pula hadis Rasulullah s.a.w.yang bermaksud:&#8221;Tidaklah sempurna iman seseorang kecuali jika ia menyintai saudaranya yang beriman sebagaimana ia menyintai dirinya sendiri.</p>
<p>&#8220;Juga peribahasa yang berbunyi:&#8221;Adakalanya engkau memperolehi seorang saudara yang tidak dilahirkan oleh ibumu.</p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Itulah perjalanan Nabi Nuh AS yang disederhanakan agar mudah dipahami. Mari terus mempelajari <a href="https://yasin.idxstock.com/tag/kisah-nabi/" target="_blank" rel="noopener">perjalanan hidup nabi-nabi</a> untuk memperkuat nilai etika kita.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Nabi Idris AS Singkat</title>
		<link>https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-idris-singkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[abiphone.com@gmail.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 17:53:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Idris]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yasin.idxstock.com/?p=543</guid>

					<description><![CDATA[Yuk, baca kisah Nabi Idris AS singkat untuk memahami akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan pada kaumnya. Kisah ini diringkas agar mudah dibaca, tetap akurat, dan tetap kuat pesan peradabannya. Kisah Nabi Idris AS memberikan gambaran tentang akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan di tengah dinamika kaumnya. Ringkasan ini membantu pembaca memahami alur ... <a title="Kisah Nabi Idris AS Singkat" class="read-more" href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-idris-singkat/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Kisah Nabi Idris AS Singkat">Baca Selengkapnya</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yuk, baca kisah Nabi Idris AS singkat untuk memahami akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan pada kaumnya. Kisah ini diringkas agar mudah dibaca, tetap akurat, dan tetap kuat pesan peradabannya.</p>
<hr />
<p>Kisah Nabi Idris AS memberikan gambaran tentang akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan di tengah dinamika kaumnya. Ringkasan ini membantu pembaca memahami alur dakwah dan pesan peradaban yang dibawa oleh beliau.</p>
<h2>Cerita Nabi Idris AS Singkat</h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://i.pinimg.com/1200x/64/0a/d6/640ad66cda0feb33d23b68e943b2b805.jpg" alt="kisah nabi idris" width="1200" height="1642" /></p>
<p>Tidak banyak keterangan yang didapat tentang kisah Nabi Idris di dalam Al-Quran maupun dalam kitab-kitab Tafsir dan kitab-kitab sejarah nabi-nabi.</p>
<p>Di dalam Al-Quran hanya terdapat dua ayat tentang Nabi Idris yaitu dalam surah Maryam ayat 56 dan 57:&#8221;Dan ceritakanlah ( hai Muhammad kepada mereka , kisah ) Idris yang terdapat di dalam Al-Quran.</p>
<p>Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.</p>
<p>&#8220;Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.&#8221;<br />
{ Maryam : 56 &#8211; 57 }</p>
<p>Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam putera dari Yarid bin Mihla&#8217;iel bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam A.S. adalah keturunan pertama yang dikurniai kenabian menjadi Nabi setelah Adam dan Syith.</p>
<p>Baca <a href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-adam-singkat/" target="_blank" rel="noopener">kisah nabi Adam singkat</a> di sini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://i.pinimg.com/1200x/52/a2/2e/52a22ec099371a663d14bb21f78eba94.jpg" alt="kisah nabi idris" width="1200" height="1642" /></p>
<p>Nabi Idris menurut sementara riwayat bermukim di Mesir di mana ia berdakwah untuk agama Allah mengajarkan tauhid dan beribadat menyembah Allah serta membeeri beberapa pendoman hidup bagi pengikut-pengikutnya agar menyelamat diri darii seksaan di akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia.</p>
<p>Ia hidup sampai usia 82 tahun.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://i.pinimg.com/1200x/bc/a1/50/bca1505661b0c08b2ebb783d97701fd8.jpg" alt="kisah nabi idris" width="1200" height="1642" /></p>
<p>Diantara beberapa nasehat dan kata-kata mutiaranya ialah :</p>
<p>1 . Kesabaran yang disertai iman kepada Allah membawa kemenangan.</p>
<p>2 . Orang yang bahagia ialah orang yang berwaspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal solehnya.</p>
<p>3 . Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa maka ikhlaskanlah niatmu demikian pula puasa dan solatmu.</p>
<p>4 . Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menuntup sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.</p>
<p>5 . Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.</p>
<p>6 . Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya, karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya.</p>
<p>7 . Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.</p>
<p>8 . Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya seorang tidak dapat bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehnya itu.</p>
<p>Dalam hubungan dengan firman Allah bahawa Nabi Idris diangkat kemartabat tinggi Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahawa Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dibawa oleh seorang Malaikat Wallahu a&#8217;alam bissawab</p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Demikianlah kisah Nabi Idris AS dalam versi ringkas. Semoga <a href="https://yasin.idxstock.com/tag/kisah-nabi/" target="_blank" rel="noopener">cerita-cerita para utusan Allah</a> ini menginspirasi kita untuk membangun karakter yang lebih bijak dan beradab.</p>
<p>Sebagai kelanjutan perjalanan iman para nabi, jangan lewatkan pula <a href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-nuh-singkat/" target="_blank" rel="noopener">kisah singkat Nabi Nuh</a> AS, seorang hamba yang dikenal karena keteguhan hati dan ketaatannya menghadapi ujian besar. Membacanya dapat memberi kita banyak pelajaran tentang kesabaran, ketulusan, dan keyakinan kepada Allah SWT.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Nabi Adam AS Singkat</title>
		<link>https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-adam-singkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[abiphone.com@gmail.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 17:16:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Adam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://yasin.idxstock.com/?p=541</guid>

					<description><![CDATA[Yuk, baca kisah Nabi Adam AS singkat untuk memahami akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan pada kaumnya. Kisah ini diringkas agar mudah dibaca, tetap akurat, dan tetap kuat pesan peradabannya. Kisah Nabi Adam AS memberikan gambaran tentang akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan di tengah dinamika kaumnya. Ringkasan ini membantu pembaca memahami alur ... <a title="Kisah Nabi Adam AS Singkat" class="read-more" href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-adam-singkat/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Kisah Nabi Adam AS Singkat">Baca Selengkapnya</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yuk, baca kisah Nabi Adam AS singkat untuk memahami akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan pada kaumnya. Kisah ini diringkas agar mudah dibaca, tetap akurat, dan tetap kuat pesan peradabannya.</p>
<hr />
<p>Kisah Nabi Adam AS memberikan gambaran tentang akhlak, adab, dan etika yang beliau ajarkan di tengah dinamika kaumnya. Ringkasan ini membantu pembaca memahami alur dakwah dan pesan peradaban yang dibawa oleh beliau.</p>
<h2>Cerita Nabi Adam AS Singkat</h2>
<p>Setelah Allah SWT. menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan, menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yang diciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para Rasul dan Nabi. Maka tibalah kehendak Allah SWT. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi, memeliharanya dan menikmati tumbuh-tumbuhannya, mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun, waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.</p>
<h3>Kekhawatiran Para Malaikat</h3>
<p>Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah SWT. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khawatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu, disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah SWT.: ”Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami, padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya, sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu, nescaya akan bertengkar satu dengan lain, akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya, sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu.”,</p>
<p>Allah berfirman, menghilangkan kekhawatiran para malaikat itu:</p>
<p>&#8220;Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku. Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan Roh kepadanya, bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah, karena Allah SWT. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya.”,</p>
<p>Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah SWT. dari segumpal tanah liat, kering dan lumpur hitam yang berbentuk. Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah Roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.</p>
<h3>Iblis Membangkang</h3>
<p>Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain, yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya. Iblis merasa dirinya lebih mulia, lebih utama dan lebih agung dari Adam, karena ia diciptakan dari unsur api, sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.</p>
<p>Tuhan bertanya kepada Iblis: ”Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?”,</p>
<p>Iblis menjawab: ”Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia. Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur.”</p>
<p>”Karena kesombongan, kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan, maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat. Di samping itu, ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.</p>
<p>Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat. Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan, tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam, sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat, dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang, menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.</p>
<p>Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:</p>
<p>”Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada-Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah.”</p>
<h3>Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda</h3>
<p>Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi, maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta, kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya: ”Cobalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu, jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam.</p>
<p>&#8220;Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.</p>
<p>Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata: ”Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.</p>
<p>Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.</p>
<p>Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada mereka: ”Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.</p>
<h3>Adam Menghuni Syurga</h3>
<p>Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya, menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan.</p>
<p>Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga, ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.<br />
Dia ditanya oleh malaikat: ”Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu? ”Berkatalah Adam: ”Seorang perempuan.</p>
<p>”Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya.</p>
<p>”Siapa namanya? ”tanya malaikat lagi.</p>
<p>”Hawa”, jawab Adam.</p>
<p>”Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?”, tanya malaikat lagi.</p>
<p>Adam menjawab: ”Untuk mendampingiku, memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah.</p>
<p>&#8220;Allah berpesan kepada Adam: ”Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga, rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya, rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.</p>
<p>Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar, dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.</p>
<p>Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.</p>
<p>Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu, ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini.</p>
<h3>Iblis Mulai Beraksi</h3>
<p>Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.</p>
<p>Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.</p>
<p>Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasehat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.</p>
<p>Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasehat dan petunjuknya kepada mereka.</p>
<p>Ia membisikan kepada mereka bahwa.</p>
<p>larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.</p>
<p>Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.</p>
<p>Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.</p>
<p>Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: ”Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata.</p>
<p>”Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.</p>
<p>Seraya menyesal berkatalah mereka: ”Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.</p>
<p>Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami.</p>
<h3>Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi</h3>
<p>Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.</p>
<p>Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.</p>
<p>Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah, hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.</p>
<p>Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka.</p>
<p>Allah SWT. yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya, akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.</p>
<p>Berfirmanlah Allah kepada mereka: ”Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan.</p>
<p>”Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.</p>
<p>Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.</p>
<p>Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.</p>
<h3>Kisah Adam dalam Al-Quran</h3>
<p>Al-Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al-Baqarah ayat 30 hingga ayat 38 dan surah Al-A&#8217;raaf ayat 11 hingga 25.</p>
<p>Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.</p>
<p>Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oleh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.</p>
<p>Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf.</p>
<p>Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.</p>
<p>Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.</p>
<p>Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.</p>
<p>Rahmat allah dan maghfirah-Nya dapat mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.</p>
<p>Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.</p>
<p>Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah SWT.</p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Itulah <a href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-adam-singkat/">kisah Nabi Adam AS singkat</a> yang bisa menjadi inspirasi kita. Mari jadikan <a href="https://yasin.idxstock.com/tag/kisah-nabi/" target="_blank" rel="noopener">kisah-kisah nabi</a> sebagai motivasi dalam kehidupan sehari-hari agar kita menjadi insan yang lebih beriman.</p>
<p>Sebagai lanjutan perjalanan kisah para nabi, kamu juga bisa membaca <a href="https://yasin.idxstock.com/kisah-nabi-idris-singkat/" target="_blank" rel="noopener">kisah pendek Nabi Idris AS</a> yang sarat teladan tentang ketekunan, kedisiplinan, dan keteguhan hati dalam beribadah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
